Akurat

Tiga Peristiwa Penting dalam Sejarah Nabi SAW di Bulan Ramadhan

Iwan Gunawan | 25 Maret 2024, 20:45 WIB
Tiga Peristiwa Penting dalam Sejarah Nabi SAW di Bulan Ramadhan

AKURAT.CO Terdapat peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Nabi Muhammad SAW yang terjadi di bulan Ramadhan.

Pada bulan yang mulia ini beberapa peristiwa terjadi, salah satunya adalah diturunkannya kitab penyempurna pedoman umat manusia.

Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan pintu surga dibuka, sedangkan pintu neraka ditutup dan setan-setan dikurung. Bulan ini memiliki satu malam yang nilainya lebih dari seribu bulan.

Bulan Ramadhan memiliki keistimewaan di antara bulan-bulan lain.

Umat muslim berlomba-lomba meraih amal saleh di bulan ini sebab akan mendapat balasan yang lebih baik.

Dikutip dari NU Online, Senin (25/3/2024), berikut peristiwa penting dalam sejarah Nabi di bulan Ramadhan.

Baca Juga: 5 Keistimewaan 10 Hari Kedua Bulan Ramadhan, Salah Satunya Dibukanya Pintu Surga

1. Bulan diturunkannya Al-Qur'an

Ketika Nabi menginjak usia 40 tahun, Allah SWT mengutusnya untuk alam semesta, melepas belenggu mereka menuju terangnya pengetahuan. Pada tanggal 17 Ramadan 13 tahun sebelum Hijriyah, Nabi menerima wahyu pertamanya.

Sebelum turunnya wahyu pertama, Nabi SAW menghabisi waktu dengan berkhalwat jauh dari manusia dan beribadah khusyuk di Gua Hira selama beberapa hari. Ritual ibadah tersebut mengadopsi dari tata cara yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS.

Di tengah-tengah peribadatannya di Gua Hira, Nabi SAW didatangi sosok yang tak pernah dikenalnya.

"Bergembiralah wahai Muhammad, aku Jibril. Dan engkau adalah utusan Allah untuk umat ini," tutur sosok malaikat itu.

Kemudian Jibril meminta Nabi untuk membaca, Nabi menjawab tidak bisa. Perintah itu sampai diulang tiga kali oleh Jibril, jawaban Nabi sama "Mâ anâ bi qarî’in, aku tidak bisa membaca." Kemudian Jibril membacakan wahyu pertama yakni Surat al-Alaq ayat 1 sampai 5.

2. Perang Badar

Perang Badar menjadi salah satu peristiwa penting di bulan Ramadhan yang jatuh pada hari Jumat 17 Ramadhan Tahun 2 Hijriah, bertepatan dengan 13 Maret 624 Masehi.

Perang Badar (Ghazwah Badr al-Kubra) adalah perang yang menjadi pembeda dengan ditandai awal kejayaan kaum muslim. Dengannya Allah SWT memuliakan Islam, meninggikan menaranya dan mengikis berhala-berhala.

Dalam perang ini Nabi membawa 313 muslim untuk menghadapi 950 orang nonmuslim. Jumlah pasukan yang jauh berbeda ternyata tidak mengecilkan nyali tentara muslim. Sebab memiliki tekad yang kuat dalam membela Nabi, kaum muslimim berhasil menumbangkan pasukan kafir.

Allah SWT menguatkan mereka dengan malaikat-malaikat. Kaum kafir Quraisy dibuat berhamburan, sebab kaum muslimin mengejar dan menawan mereka.

Sebanyak 14 orang dari pasukan muslim dinyatakan mati syahid dalam Perang Badar, sedangkan pasukan kafir, terbunuh dan tertawan sebanyak 70 orang termasuk Abu Jahal.

Setelah perang berakhir, Nabi SAW memerintahkan untuk memakamkan tentara muslim yang gugur, demikian pula mengubur kafir yang terbunuh.

Saat kembali ke Madinah, Nabi SAW disambut dengan senandung indah oleh penduduk.

"Telah datang Sang Purnama kepada kami, dari Bukit Tsaniyyah al-Wada'. Wajib bagi kita bersyukur selagi orang berdoa senantiasa memanjatkan doa. Duhai Rasul kami engkau datang dengan membawa ketaatan."

Baca Juga: Kisah Kemenangan Umat Muslim dalam Perang Badar, Salah Satu Peristiwa Besar di Bulan Ramadhan

3. Pembebasan Kota Mekkah

Pembebasaan Kota Mekkah merupakan peristiwa penting yang terjadi di bulan Ramadhan. Pada tanggal 20 Ramadan Tahun 8 Hijriah, Rasulullah SAW dan para sahabat berhasil menaklukkan Kota Mekkah dalam Fathe Mekkah.

Terjadinya peristiwa tersebut dipicu oleh perbuatan kaum Quraisy yang merusak satu perjanjian dari beberapa perjanjian Hudaibiyyah.

Kaum Quraisy bersekongkol dengan kabilah lain untuk memerangi orang-orang yang berdamai dengan Rasul SAW.

Dalam peristiwa ini Nabi SAW mengerahkan sebanyak 10.000 orang. Rasul SAW mengutus sahabat Khalid bin Walid sebagai panglima perang dan memerintahkannya agar tidak memulai serangan sebelum diserang.

Bersama mereka, Nabi SAW berperang dalam keadaan berpuasa kemudian berbuka di tengah jalan karena mengalami keberatan (masyaqqah).

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

I
Reporter
Iwan Gunawan
W
Editor
Wahyu SK