Mengenal Kota Al Ula Disebut Kota Berhantu yang Dihindari Nabi Muhammad

AKURAT.CO Dalam sejarah Islam, Al Ula merupakan salah satu kota yang dihindari oleh Nabi Muhammad.
Hal ini dikarenakan kota tersebut merupakan tempat tinggal kaum Tsamud, yang diceritakan dalam Al-Qur'an sebagai kaum yang durhaka kepada Allah SWT dan dihancurkan oleh Allah SWT dengan petir.
Baca Juga: Kisah Kaum Tsamud dan Peninggalannya yang Menjadi Warisan Budaya Dunia
Al Ula merupakan sebuah kota yang terletak di wilayah utara Arab Saudi, tepatnya di Provinsi Madinah.
Kota ini berjarak sekitar 300 kilometer dari Madinah. Al Ula menjadi salah satu situs arkeologi paling penting di dunia, karena memiliki banyak peninggalan dari berbagai peradaban, termasuk Nabatean, Lihyanite, dan Romawi.
Nabi Muhammad SAW menghindari Al Ula karena khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat kota ini memiliki sejarah yang kelam. Beliau juga khawatir jika penduduk Al Ula akan menyesatkan umat Islam.
Pada masa sekarang, Al Ula telah menjadi salah satu destinasi wisata populer di Arab Saudi. Kota ini memiliki banyak situs arkeologi yang menarik untuk dikunjungi, seperti Mada'in Saleh, Hegra, dan Jabal Ithlib.
Dikutip dari buku Hajj & Umrah for Woman Panduan Perjalanan Aman & Menyenangkan karya Hj. Hayatillah dkk, di kota ini terdapat Mada'in Saleh, sebuah kota kuno di wilayah utara Hejaz, saat ini terletak di Arab Saudi, kira-kira 25 kilometer utara kota Al-'Ula.
Pada masa lalu, kota ini didiami oleh masyarakat Tsamud dan Nabatea sekitar 3000 SM, hidup dari zaman Nuh hingga zaman Musa. Mada'in Saleh, dulu dikenal sebagai Al-Hir (bukit berpasir), dan nama Al-Hijr tetap digunakan hingga abad ke-14 M.
Kawasan ini mengalami pertumbuhan hingga tahun 650 dan kemudian merosot pada tahun 1230.
Baca Juga: Menelusuri Hotel Berhantu di Bali, Hidden Gem Favorit Turis Asing
Menurut suatu riwayat, Nabi Muhammad selalu berjalan dengan cepat ketika melintasi Kota Al Ula dan bahkan tidak memalingkan pandangan ke arah kanan atau kiri.
Ibnu Battuta, dalam catatannya, menceritakan bahwa rombongan karavan yang dia dampingi enggan berhenti di Al Ula. Mereka menolak berhenti karena kota ini dianggap sebagai kota hantu atau terkutuk. Dalam kepercayaan masyarakat Arab.
Al Ula dianggap sebagai tempat tinggal jin yang harus dihindari karena penduduk Nabatea menolak meninggalkan kepercayaan mereka, tidak menyembah Tuhan, tetapi menghormati dewa-dewi. Di Mada'in Saleh, terdapat situs Jabal Ithlib yang dianggap suci bagi kaum Nabatea.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







