Kisah Kaum Tsamud dan Peninggalannya yang Menjadi Warisan Budaya Dunia

AKURAT.CO, Kaum Tsamud merupakan salah satu kelompok yang ada di peradaban Arabia Kuno. Al-Qur’an banyak menyebutkan mengenai kisah kaum yang memiliki keahlian bercocok tanam, beternak, dan arsitektur tersebut.
Kaum ini diperkirakan berasal dari wilayah Arab selatan yang melakukan perpindahan menuju bagian utara dan menetap di Gunung Athlab, Madain Shaleh. Dengan kondisi geografis padang pasir dan pegunungan, kaum Tsamud pun terkenal sebagai pengukir dan pemahat bukit yang baik.
Namun, karena keahlian tersebut, mereka menjadi orang yang sombong dan selalu tinggi hati sehingga berani merendahkan kaum yang lain. Menurut beberapa literatur, kaum Tsamud memiliki gaya hidup yang dekat dengan kemaksiatan seperti berfoya-foya, berzina, mabuk, dan melakukan hal-hal keji.
Kemudian, datanglah Nabi Saleh yang diutus oleh Allah Swt untuk menyebarkan syiar Islam sekaligus mengembalikan kaum Tsamud ke jalan yang benar. Namun, kedatangan Nabi Saleh pada saat itu tidak disambut dengan baik oleh sebagian dari mereka dan malah memperlakukan Nabi Saleh dengan kasar.
Melihat hal tersebut, Allah Swt memberikan azab yang pedih bagi kaum Tsamud. Sebelum itu, Allah memberikan tanda-tanda turunnya azab. Pada hari pertama, wajah kaum Tsamud menjadi kuning, hari kedua menjadi merah, dan hari ketiga berubah menghitam.
Mereka mengancam akam membunuh Nabi Saleh. Namun, petir, gempa bumi dan batu-batu besar turun dan menjatuhi kepala mereka.
Peristiwa ini termaktub dalam surah Fussilat ayat 17, “Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.”
Kini, meski kaum Tsamud sudah menerima azab dari Allah Swt, namun peninggalannya masih ada hingga kini. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersama mereka singgah di Hijr dekat bekas pemukiman kaum Tsamud.
Hijr atau kini disebut Hegra telah didaftarkan sebagai warisan dunia oleh Pemerintah Arab Saudi dengan nama Al-Hijr Archaeological Site (Mada’in Salih). Al-Hijr diakui sebagai World Heritage oleh UNESCO pada 2008 lalu. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai


