Akurat

Kenali Ghuluw: Sikap Berlebihan yang Dibenci Allah SWT

Fahri Hilmi | 9 Desember 2023, 20:55 WIB
Kenali Ghuluw: Sikap Berlebihan yang Dibenci Allah SWT

AKURAT.CO Ghuluw merupakan sebutan atas sikap berlebih-lebihan dalam beragama yang termasuk ke dalam sifat tercela dan dibenci Allah SWT. Di sisi lain, sikap apa saja yang termasuk sebagai sikap ghuluw?

Dilansir dari berbagai sumber, ghuluw merupakan perilaku seseorang yang melakukan hal-hal melampaui batas normal dalam beragama yang justru menimbulkan kesia-siaan, bahaya, hingga kerugian baik bagi diri sendiri atau pun orang lain.

Baca Juga: Seniman Dilarang Bicara Politik, PDIP: Tindakan Berlebihan dan Tak Perlu

Selain disebut dengan istilah ghuluw, ungkapan lain dari sikap berlebih-lebihan, diantaranya disebut takalluf (memaksakan diri), i’tida (melampaui ketentuan syariat), tasyaddud (memberat-beratkan diri), serta tanaththu (ekstrim atau berlebih-lebihan).

Sikap ghuluw yang kerap dilakukan manusia dalam kehidupannya sehari-hari, antara lain:

1. Ghuluw dalam keyakinan

Sifat ghuluw terhadap keyakinan yang kita anut kerap terjadi dalam urusan agama dan beribadah kepada Allah SWT. Dalam hal ini, ghuluw dalam keyakinan dapat berupa sikap mengagungkan malaikat, nabi, para sahabat, tokoh agama, dan lain sebagainya secara berlebihan, seakan-akan mereka setara dengan Tuhan.

Larangan ghuluw terhadap agama ini dijelaskan dalam surat Al-Maidah ayat 77, berikut:

 قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوْٓا اَهْوَاۤءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوْا مِنْ قَبْلُ وَاَضَلُّوْا كَثِيْرًا وَّضَلُّوْا عَنْ سَوَاۤءِ السَّبِيْلِࣖ

Qul yâ ahlal-kitâbi lâ taghlû fî dînikum ghairal-ḫaqqi wa lâ tattabi‘û ahwâ'a qauming qad dlallû ming qablu wa adlallû katsîraw wa dlallû ‘an sawâ'is-sabîl

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (urusan) agamamu tanpa hak. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kaum yang benar-benar tersesat sebelum kamu dan telah menyesatkan banyak (manusia) serta mereka sendiri pun tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al-Maidah: 77).

2. Ghuluw dalam perkataan

Ghuluw dalam berkata-kata dan menggunakkan lisan dapat terjadi ketika memberikan pujian secara berlebihan. Selain itu, berzikir dan berdoa yang melampaui batas hingga menyalahi syariat dan menimbulkan bid'ah juga termasuk didalamnya.

Ghuluw dalam perkataan ini tertera dalam surat Ali Imran ayat 188, dimana pujian berlebihan justru sering kali berisi kebohongan hanya untuk menyenangkan orang lain, sebagai berikut:

ا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَفْرَحُوْنَ بِمَآ اَتَوْا وَّيُحِبُّوْنَ اَنْ يُّحْمَدُوْا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوْا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

Lâ taḫsabannalladzîna yafraḫûna bimâ ataw wa yuḫibbûna ay yuḫmadû bimâ lam yaf‘alû fa lâ taḫsabannahum bimafâzatim minal-‘adzâb, wa lahum ‘adzâbun alîm

Artinya: “Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa (perbuatan buruk) yang telah mereka kerjakan dan suka dipuji atas perbuatan (yang mereka anggap baik) yang tidak mereka lakukan, kamu jangan sekali-kali mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.” (QS. Ali Imran: 188).

3. Ghuluw dalam perbuatan

Sikap berlebihan dalam berbuat dan beramal yang juga termasuk dalam ghuluw salah satunya ketika berwudu dilakukan berlebihan, dilakukan berulang kali dengan tujuan memastikan sahnya wudu, namun justru membuat air terbuang secara sia-sia untuk hal yang tidak diperlukan.

Baca Juga: Social E-Commerce Ternyata Jadi Penyebab Utama Konsumsi Berlebihan

Salah satu perintah tidak berlebihan dalam perbuatan terdapat pada ayat ke 190 surat Al-Baqarah, mengenai larangan berlebihan ketika melakukan perang kepada musuh-musuh Islam:

وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ

Wa qâtilû fî sabîlillâhilladzîna yuqâtilûnakum wa lâ ta‘tadû, innallâha lâ yuḫibbul-mu‘tadîn

Artinya: “Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 190).

Maka dari itu, seorang muslim harus mampu mengenali dan menghindari sikap ghuluw, baik dalam keyakinan, perbuatan, maupun perkataan dalam urusan-urusan agama. Sikap ghuluw ini dapat dihindari dengan senantiasa memerdalam ilmu agama dan mengamalkannya dengan tidak melampaui batas. 

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Fahri Hilmi
R