Akurat Logo

Social E-Commerce Ternyata Jadi Penyebab Utama Konsumsi Berlebihan

Sunarimo Darmaji | 2 November 2023, 19:38 WIB
Social E-Commerce Ternyata Jadi Penyebab Utama Konsumsi Berlebihan

AKURAT.CO Overconsumption atau konsumsi berlebihan adalah masalah yang semakin meresahkan.

Penyebab utama dari overconsumption memang beragam. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan pesat dari social e-commerce telah menjadi salah satu faktor utama yang bisa meningkatkan overconsumption.

Apalagi di setiap platform media sosial selalu hadir iklan-iklan produk tertentu yang bisa menarik pengguna untuk melakukan pembelian.

Baca Juga: Bos TikTok Menyampaikan Pesan Ingin Bertemu Presiden Jokowi Secara Langsung, Mau Buka E-Commerce Baru?

Faktor Penyebabnya

Banyak faktor yang menjadikan individu mempunyai perilaku overconsumption.

Berikut adalah beberapa penyebab overconsumption dari social e-commerce:

1. Kemudahan akses

Social e-commerce memungkinkan pengguna untuk dengan mudah menemukan produk dan layanan melalui platform sosial mereka.

Media sosial dan aplikasi e-commerce memberikan fitur-fitur pembelian yang memungkinkan pengguna untuk berbelanja secara impulsif.

Seiring meningkatnya waktu yang dihabiskan di platform sosial, konsumen cenderung terdistraksi oleh iklan dan produk yang ditawarkan, memicu dorongan untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.

2. Pengaruh endorsement

Selebriti, influencer dan pengguna sosial media sering kali menjadi pihak yang mendukung produk dan layanan melalui endorsement.

Kehadiran mereka di platform media sosial membantu menciptakan tren dan dorongan untuk mengikuti gaya hidup tertentu.

Pengguna yang terpengaruh oleh iklan dan rekomendasi ini seringkali berbelanja berlebihan, terutama untuk produk yang dianggap kekinian pada masanya.

Baca Juga: Bukan E-Commerce, Ini Penyebab Pasar Tanah Abang Tetap Sepi

3. Kompetisi sosial

Social e-commerce juga menciptakan kompetisi sosial di antara pengguna. Pameran barang-barang mewah atau unik di media sosial dapat memicu dorongan untuk menunjukkan status dan gaya hidup yang lebih baik daripada yang sebenarnya.

Hal ini mendorong orang untuk membeli lebih banyak, terutama dalam upaya untuk memenuhi ekspektasi sosial yang tercipta melalui platform tersebut.

4. Pola konsumsi sekali pakai

Kemudahan berbelanja online dan pengiriman cepat sering kali menghasilkan produk yang digunakan sekali atau hanya beberapa kali sebelum dibuang. Ini menciptakan lebih banyak sampah dan memperburuk masalah lingkungan.

Pengguna social e-commerce cenderung membeli barang-barang dengan cepat tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.

Untuk mengatasi overconsumption yang dipicu oleh social e-commerce, dibutuhkan regulasi yang lebih ketat.

Platform-platform sosial dan perusahaan e-commerce perlu mempertimbangkan tanggung jawab sosial mereka dalam mempromosikan konsumsi berkelanjutan.

Selain itu, pendidikan konsumen tentang dampak lingkungan dan sosial dari overconsumption juga diperlukan.

Sebab, social e-commerce telah menjadi salah satu penyebab utama overconsumption di masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
W
Editor
Wahyu SK