Hadis-hadis tentang Keutamaan Menanam Pohon dalam Islam

AKURAT.CO Sebagai muslim penting bagi kita mengetahui keutamaan dari menanam pohon dan tanaman. Peran pohon dalam menjaga keberlangsungan hidup manusia dan keseimbangan bumi tidak dapat diabaikan
Islam menekankan nilai menanam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi, memberikan perhatian khusus pada aktivitas penanaman pohon.
Dikutip dari NU Online, Imam Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri dalam Kitab At-Targhib wat Tarhib minal Haditsisy Syarif mengumpulkan beragam hadis yang menggambarkan keutamaan dari menanam pohon.
Baca Juga: Jaga Lingkungan Dan Kurangi Emisi Karbon Lewat Penanaman 100 Pohon
Dalam kutipannya dari hadis-hadis tersebut, ia memotivasi umat Islam untuk melibatkan diri dalam aktivitas penanaman pohon karena mengakui manfaat besar yang ditawarkannya bagi manusia dan makhluk lainnya.
Berikut beberapa hadis tentang keutamaan menanam pohon dalam Islam.
Mendapat Pahala Sedekah Menanam Pohon
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَلاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
Artinya, "Dari sahabat Jabir ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon kecuali apa yang dimakan bernilai sedekah, apa yang dicuri juga bernilai sedekah. Tiada pula seseorang yang mengurangi buah (dari pohon-)nya melainkan akan bernilai sedekah bagi penanamnya sampai hari Kiamat,'" (Imam Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib minal Haditsisy Syarif, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 304)
Pahala Sedekah bagi Orang yang Hasil Tanamnya Dimakan Manusia, Ternak atau Burung
وفي رواية لاَ يَغْرِسُ المُسْلِمُ غَرْسًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَا دَابَّةٌ وَلَا طَيْرٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
Artinya, "Dari sahabat Jabir ra, Rasulullah SAW bersabda, 'Tiada seorang muslim yang menanam pohon, lalu buahnya dimakan oleh seseorang, hewan ternak atau burung, kecuali itu akan bernilai sedekah sampai hari Kiamat.'"
Baca Juga: 7 Tempat Wisata Yaman Yang Menarik, Destinasi Liburan Terbaik Melihat Keajaiban Pohon Darah Naga
Pahala bagi Mereka yang Membagikan Hasil Tanam
عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ، أَنَّ رَجُلاً مَرَّ بِهِ وَهُوَ يَغْرِسُ غَرْسًا بِدِمَشْقَ، فَقَالَ لَهُ: أَتَفْعَلُ هَذَا وَأَنْتَ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم؟ فَقَالَ: لاَ تَعْجَلْ عَلَىَّ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: مَنْ غَرَسَ غَرْسًا لَمْ يَأْكُلْ مِنْهُ آدَمِىٌّ، وَلاَ خَلْقٌ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ، إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ رواه أحمد
Artinya, "Dari sahabat Abu Darda ra, ia bercerita bahwa suatu hari seseorang melewatinya ketika ia sedang menanam pohon di Damaskus. 'Mengapa kamu melakukan ini (demi duniawi) padahal kamu adalah sahabat Rasulullah?' kata orang tersebut. 'Kamu jangan segera salah paham terhadapku. Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Siapa saja yang menanam pohon, tiadalah hasilnya dimakan oleh anak Adam atau makhluk Allah lainnya melainkan itu akan bernilai sedekah baginya,'" jawab Abu Darda." (HR Ahmad)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









