Keutamaan Menanam Pohon Dalam Islam, Tidak Hanya Bermanfaat Di Dunia Namun Juga Di Akhirat

AKURAT.CO Keberadaan kawasan hijau dan pepohonan di daerah perkotaan yang semakin jarang ditemui menjadi salah satu sebab terjadinya bencana alam, seperti banjir serta kenaikan suhu bumi.
Maka dari itu, penghijauan serta pelestarian pohon sangat penting dilakukan, sebagaimana hal ini juga tertera dalam dalil-dalil Al-Quran dan hadis sebagai perintah bagi manusia untuk menjaga kelestarian bumi.
Baca Juga: Jaga Lingkungan Dan Kurangi Emisi Karbon Lewat Penanaman 100 Pohon
Dilansir dari NU Online, Allah SWT menjelaskan dalam Al-Quran surat Yasin ayat 34-35 bahwasannya tumbuhnya pepohonan dan tanaman hasil perkebunan dimuka bumi merupakan bagian dari tugas manusia:
وَجَعَلْنَا فِيْهَا جَنّٰتٍ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍ وَّفَجَّرْنَا فِيْهَا مِنَ الْعُيُوْنِۙ . لِيَأْكُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖۙ وَمَا عَمِلَتْهُ اَيْدِيْهِمْۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ
Wa ja‘alnâ fîhâ jannâtim min nakhîliw wa a‘nâbiw wa fajjarnâ fîhâ minal-‘uyûn. Liya'kulû min tsamarihî wa mâ ‘amilat-hu aidîhim, a fa lâ yasykurûn
Artinya: “(34) Kami (juga) menjadikan padanya (bumi) kebun-kebun kurma dan anggur serta Kami memancarkan padanya beberapa mata air. (35) Agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Mengapa mereka tidak bersyukur?” (QS. Yasin: 34-35).
Keutamaan dari adanya pohon bagi manusia sangatlah besar. Hal ini dinilai dari kebermanfaatan pohon bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya, baik sebagai sumber makanan, pembersih udara, penjaga suhu, pelestari alam, dan lain-lain.
Dalam sebuah hadis yang dikutip dari Kitab At-Targhib wat Tarhib Minal Haditsisy Syarif oleh Imam Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri, dijelaskan bahwa salah satu manfaat pohon yakni dapat mendatangkan pahala sedekah bagi manusia:
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَلاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
Artinya: “Dari sahabat Jabir RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tiada seorang muslim yang menanam pohon kecuali apa yang dimakan bernilai sedekah, apa yang dicuri juga bernilai sedekah. Tiada pula seseorang yang mengurangi buah (dari pohon)-nya melainkan akan bernilai sedekah bagi penanamnya sampai hari Kiamat,’” (Imam Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib minal Haditsisy Syarif, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 304).
وفي رواية له لاَ يَغْرِسُ مُسْلِمٌ غَرْسًا وَلَا يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَادَابَّةٌ وَلَا شَيْءٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ رواه مسلم
Artinya: “Dari sahabat Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau tumbuhan lalu dimakan oleh seseorang, hewan ternak, atau apapun itu, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya,’” (HR. Muslim).
Baca Juga: Mengenal Pohon Gharqad Tempat Sembunyi Kaum Yahudi Di Akhir Zaman
Berdasarkan dalil-dalil diatas, menanam pohon sangat dianjurkan bagi manusia karena banyaknya keutamaan bagi manusia di dalamya. Tak hanya manfaat bagi kehidupan di dunia, pohon dan hasil tanam lainnya juga dapat mendatangkan kebaikan dari sisi Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







