Akurat

Menggali Perspektif Islam Dalam Pelestarian Alam

Eko Krisyanto | 20 September 2023, 17:43 WIB
Menggali Perspektif Islam Dalam Pelestarian Alam

AKURAT.CO Pelestarian alam adalah isu yang semakin mendapatkan perhatian. Upaya untuk melestarikan ekosistem bumi menjadi penting seiring dengan adanya perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati dan kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

Dalam hal ini, agama Islam memiliki pandangan yang kaya dan mendalam tentang pelestarian alam yang sangat relevan dalam konteks lingkungan dan keberlanjutan.

Di dalam Al-Qur'an sendiri secara jelas mengajarkan bahwa alam semesta dan segala isinya merupakan tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta. Dan sebagai umat Islam harus ambil bagian dalam upaya melestarikan alam serta menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga: Lubuk Larangan Persaudaraan Lumut, Geliat Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Alam

Konsep Utama dalam Islam

Dengan konsep utama dalam Islam dapat membentuk dasar pemahaman tentang tanggung jawab manusia terhadap alam.

1. Amanah: Tanggung jawab dalam merawat alam

Salah satunya adalah dengan konsep amanah, yang berarti tanggung jawab. Karena manusia sendiri dianggap sebagai khalifah di bumi oleh Allah SWT. Dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman:

"Dan Dia telah menjadikan kamu (manusia) khalifah di bumi…" (QS. al-Fussilat: 10)

Dapat diartikan manusia diberikan tanggung jawab oleh Allah untuk menjaga bumi ini. Salah satu usahanya bisa berbentuk kesadaran yang tinggi bahwa alam adalah sebuah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga.

2. Tauhid (keesaan Allah SWT): Keterkaitan antar-semua makhluk

Pandangan Islam tentang tauhid, yaitu keyakinan akan keesaan Allah SWT, juga menciptakan pemahaman tentang keterkaitan antara semua makhluk hidup dan alam semesta. Semua ciptaan Allah SWT saling terhubung, dan manusia dianggap sebagai bagian dari alam yang Allah SWT ciptakan. Keesaan Allah SWT memperkuat pentingnya menjaga keharmonisan alam sebagai tanda penghormatan terhadap Sang Pencipta.

3. Hukum ekologi: pandangan terhadap lingkungan hidup

Dalam Islam ada cabang ilmu yang disebut fiqh al-bi'ah atau hukum ekologi yang mencakup panduan tentang bagaimana berperilaku terhadap alam dan makhluk hidup. Prinsip-prinsip ini mencakup larangan merusak alam, pemeliharaan sumber daya alam dan perlindungan terhadap hewan serta makhluk lainnya.

4. Larangan pemborosan dan keadilan dalam pengelolaan alam

"Wahai cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah tetapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan" (QS. al-Araf: 31)

Baca Juga: Ini Cara Yonif 631 Kampanyekan Pelestarian Alam

Dapat dipahami, Islam secara tegas melarang pemborosan dalam hal apapun termasuk penggunan sumber daya alam. Maka gunakanlah sumber daya alam secara bijak dan adil sebagai bentuk dari tanggung jawab.

Selain hal-hal tersebut, dikutip dari beberapa sumber, Rabu (20/9/2023), terdapat enam prinsip dari Rasulullah SAW untuk pelestarian lingkungan:

- Melarang pencemaran Lingkungan
- Menghilangkan segala bahaya yang ada di dalan dan melarang duduk di pinggir jalan
- Menjaga kebersihan Lingkungan
- Melarang melakukan pencemaran Lingkungan
- Mengajarkan uman manusia untuk menghidupkan lahan mati dan ditanami dengan pepohan, hal ini mendorong umatnya untuk memikirkan masa depan dan mewariskan bumi yang baik kepada generasi berikutnya.
- Melakukan penghematan energi, dengan menghindari pemborosan, konsumsi berlebihan dan perilaku yang merusak alam.

Perspektif agama Islam mengajarkan tanggung jawab manusia untuk merawat alam dan menjaga keseimbangan dalam ekosistem. Dengan menghormati alam merupakan bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT maka berperanlah secara aktif dalam menjaga lingkungan hidup di bumi ini. (Ami Fatimatuz Zahro')

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK