10 Peristiwa Sejarah Yang Terjadi Di Bulan Safar, Muslim Wajib Tahu

AKURAT.CO Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijiriyah. Saat ini kalender Hijriyah sudah memasuki bulan Safar.
Terdapat peristiwa sejarah yang terjadi di bulan Safar ini. Sebagai orang muslim sebaiknya mengetahui untuk diteladani.
Kerap kali muncul mitos pada bulan Safar. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa bulan Safar adalah bulan sial. Anggapan ini bermula dari penduduk Arab ketika masa Jahiliyah. Namun hal ini dibantah oleh RAsulullah SAW dengan tegas.
Meski tidak seagung bulan Muharram, banyak peristiwa sejarah terjadi di bulan Safar.
Safar berasal dari kata Shifr yang berarti kosong. Dinamakan Safar karena pada bulan ini bangsa Arab mengosongkan rumah-rumah mereka yang beralih ke medan perang.
Dikutip dari beberapa sumber, Selasa (29/8/2023), berikut peristiwa sejarah yang terjadi di bulan Safar.
Peristiwa Sejarah yang Terjadi di Bulan Safar
1. Perang Al-Abwa
Peristiwa sejarah yang terjadi di bulan Safar pertama adalah terjadinya perang Al-Abwa. Dalam terminologi islam, terdapat dua macam jenis perang, yakni Ghazwah yang artinya dipimpin oleh Rasulullah SAW sendiri dan Sariyah yang artinya peperangan yang dipimpin oleh para sahabat.
Pada tahun pertama hijriyah bulan Safar, Rasulullah SAW ikut andil dalam perang Abwa. Secara langsung Rasulullah saw turut terjun dalam medan perang yang kadangkala disebut juga sebagai perang Buwath.
2. Perang Khaibar
Peristiwa sejarah yang terjadi di bulan safar selanjutnya adalah terjadi perang khaibar. Dikutip dari buku Sirah Nabawiyyah karya Abul Hasan Ali Al-Hasani An Nadwi, sekembalinya Rasulullah SAW dari Hudaibiyah pada bulan Zulhijah, beliau tinggal di Madinah selama beberapa hari pada bulan Muharram, lalu sisa hari dari bulan Muharram ke Safar itulah beliau pergi menuju Khaibar.
Dengan pasukannya yang berjumlah 1.400 orang disertai 200 pasukan berkuda itu Rasulullah SAW mampu menaklukan Khaibar yang meliputi benteng-benteng terkenal bernama Naim, Qumush, Syiq dan Nithah. Perang tersebut terjadi pada tahun ketujuh hijriah.
3. Peristiwa Mata Air Roji'
Ketika bulan Safar (tahun ketiga Hijriyah), kaum Adhal dan Qorah datang. Mereka menyebutkan di dalam (kaum) mereka ada yang masuk Islam sehingga meminta agar diutus bersama orang yang mengajarkan agama dan membacakan Al Qur'an.
Sehingga diutuslah bersama mereka enam orang (menurut pendapat Ibnu Ishaq, sementara Al-Bukhari mengatakan sepuluh sahabat). Diangkat jadi pemimpinnya adalah Martsad bin Abi Martsad Al-Gonawi. Di dalamnya juga ada Khubaib bin Ady. Mereka pergi bersamanya.
Ketika sampai di mata air Roji' yaitu mata air kepunyaan Huzail ke arah Hijaz, kaum Adhal dan Qorah berkhianat. Mereka minta tolong suku Huzail lalu mereka datang mengepungnya.
Maka para sahabat hampir semuanya dibunuh, sedangkan Khubaib bin Ady dan Zaid bin Datsinah ditawan. Keduanya dijual di Mekkah dan keduanya pernah membunuh pembesar (Mekkah) waktu perang Badar. (Zadul Ma’ad, 3/244).
4. Pengepungan Khats'am
Peristiwa sejarah yang terjadi di bulan Safar selanjutnya adalah terjadinya pengepungan Khats'am. Peristiwa ini terjadi di bulan Shafar tahun 9 Hijriyah. Rasulullah mengutus Qutbah bin Amir ke Khats'am pinggiran Tabbaalah bersama dua puluh orang.
Dia diperintahkan untuk menyerang dari segala penjuru. Mereka keluar dengan sepuluh unta yang dinaiki saling bergantian. Kemudian mereka menculik seseorang dan dinterogasi, akan tetapi dia membisu. Kemudian orang itu berteriak untuk memperingatkan masyarakatnya, sehingga dia dibunuh.
Mereka pun menunggu, lalu ketika penduduk itu tertidur, mereka menyerbu dari segala penjuru sehingga terjadi peperangan hebat sampai banyak yang terluka pada kedua belah pihak.
Qutbah bin Amir membunuh orang yang dapat dibunuh. Dan mereka merampas unta, wanita, dan kambing untuk dibawa ke Madinah. Dalam perang ini, kaum tersebut berkumpul untuk mengejar mereka, namun Allah mengirimkan kepada mereka banjir yang besar sehingga menghalangi mereka dari kaum muslimin. Alhasil umat Islam dapat membawa unta, kambing dan tawanan. Sementara mereka hanya dapat melihat tidak dapat menyeberangnya sampai tidak terlihat.” (Zadul Ma’ad, 3/514).
5. Ekspedisi Qutbah bin Amir bin Hadidah
Qutbah bin Amir adalah seorang dari Kaum Anshar. Pada Bulan Safar di tahun 9 hijriah, Rasulullah SAW mengutus Qutbah bin Amir menuju daerah yang dihuni Suku Khats'am, dekat dengan wilayah Bisah dekat Turabah. Qutbah pergi dengan membawa 20 tentara dan memerintahkannya untuk menyerang Suku Khas'am.
6. Perang Dzu'Amr
Peristiwa sejarah yang terjadi di bulan Safar selanjutnya adalah terjadinya perang Dzu'Amr. Sekembalinya Rosulullah SAW dari perang Sawiq, Nabi tinggal sementara di Madinah pada bulan Dzulhijjah dan Muharram dengan umatnya.
Kemudian, Rosulullah SAW bersama 450 orang sahabatnya kemudian menyambangi wilayah Najid untuk memerangi Kabilah Ghathfan. Perang tersebut dikenal sebagai perang Dzu'Amr.
Lalu Rasulullah SAW berdiam di wilayah Najid selama satu bulan Safar penuh.
7. Islamnya Amr bin Ash
Amr bin Ash dikenal sebagai salah satu dari pemuka Suku Quraisy. Ia adalah seorang yang memiliki kelihaian dalam bertempur, bahkan dalam suatu pertempuran ia dapat menaklukkan Mesir dari cengkeraman Imperium Romawi dan Persia, sampai para sejarawan menjulukinya sebagai "Pembebas Mesir".
Pada bulan Safar pula inilah Amr bin Ash menjemput hidayah Allah SWT dan mulai menjadi sahabat setia Rasulullah SAW yang gagah berani. Menurut Ibnu Ishaq, keislaman Amr bin Ash dipengaruhi oleh Raja Negus, seorang penguasa dari wilayah Habasyah, Ethiopia. Amr bin Ash memilih Islam sebagai pegangan dan jalan hidupnya tepat pada tahun kedelapan Hijriah.
8. Hijrah pertama Rasulullah SAW
Peristiwa sejarah yang terjadi di bulan Safar selanjutnya adalah hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah menuju Madinah. Rasulullah SAW berangkat dari Mekkah pada bulan Safar dan sampai di Madinah pada bulan Rabiul Awwal.
Dalam buku sejarah Sirah Nabawiyyah, peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dapat diambil pelajarannya sebagai kesimpulan bahwa dakwah dan akidah dapat melepaskan seseorang dari setiap yang dicintainya.
Begitu sebaliknya, segala sesuatu tidak akan dapat melepaskan dakwah dan akidah dari manusia.
9. Pernikahan Rasulullah SAW dengan Khadijah
Sebagaimana yang kita ketahui, Sayyidah Khadijah binti Khuwailid, seorang bangsawan Suku Quraisy yang terpandang, cerdas dan berakhlak mulia itu merupakan istri pertama Rasulullah SAW.
Menurut Ibnu Ishak, Rasulullah SAW menikahi perempuan yang disebut juga Ummul Mukminin itu tepat pada bulan Safar yakni ketika Rasulullah SAW berusia genap 26 tahun.
10. Penaklukan Perisa
Peristiwa sejarah yang terjadi di bulan Safar adalah ditaklukannya Persia. Peristiwa ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab radhiadllahu 'anhu pada bulan Safar tahun ke-16 Hijriyah. Kaum muslimin di bawah pimpinan Sa'ad bin Abi Waqash memperoleh kemenangan atas Persia.
Sebelumnya kaum muslimin berperang hebat di Qadisiyah (Irak) serta menduduki istananya. Saad Bin Abi Waqash sebelumnya sempat mengalami luka cukup parah akibat pertempuran. Namun pertempuran berhasil dimenangkan kaum muslimin.
Demikian penjelasan mengenai peristiwa sejarah yang terjadi di bulan Safar, semoga bermanfaat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









