AKURAT.CO KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama.
Salah satu humor Gus Dur yang cukup menarik tentang si tukang cukur dan Pak Presiden. Simak baik-baik humor berikut ini.
Gus Dur pernah berkata bahwa pada suatu hari, ada seorang tukang cukur yang bekerja di istana. Menurut Gus Dur, kisah ini terjadi di negara lain. Begitu cerita ini dimulai, gelak tawa dari penonton terdengar.
Kata Gus Dur, saat itu sedang ramai-ramainya soal isi suksesi seorang pemimpin. Tukang cukur istana itu lalu bertanya kepada presiden yang sudah lama menjabat sebagai pemimpin.
"Pak, kapan Anda akan suksesi kepemimpinan? Bukannya sedang ramai dengan suksesi?" tanya tukang cukur itu serius.
"Nanti saja lah. Belum waktunya juga. Intinya tunggu saja sewaktu itu akan datang pada waktu yang tepat." kata sang presiden meyakinkan.
Jika dilihat dari geliat jawabannya, sang presiden itu terlihat tak mau menjawab. Dirinya hanya menjawab singkat yang seolah-olah enggan mau disuksesi kepemimpinannya.
Hingga dalam sebuah kesempatan yang lain, si tukang cukur itu bertanya kembali.
"Pak, kapan suksesinya? Apakah Anda sudah menyiapkan pengganti Anda?" tanya tukang cukur itu lagi terlihat sedikit usil.
"Belum ada. Tenang saja. Karena memang belum waktunya juga." kata Presiden itu kembali meyakinkan.
Usut punya usut, sang presiden pun merasa heran dengan pertanyaan tukang cukur itu. Mengapa juga ada seorang tukang cukur yang selalu bertanya tentang suksesi kepemimpinannya. Berangkat dari rasa penasaran itu, sang presiden pun lalu bertanya kepada tukang cukur.
"Mas, kenapa akhir-akhir ini sering nanya soal suksesi?" tanya Presiden itu penasaran.
"Iya, pak. Soalnya Bapak kalau ditanya kapan suksesi bulu kuduk bapak selau berdiri. Sehingga saya mudah untuk memotong rambut bapak," kata si tukang cukur itu sambil tertawa terbahak-bahak.
Itulah humor Gus Dur tentang si tukang cukur dan pak Presiden. Ternyata humor Gus Dur ini disampaikan tidak lain karena mengkritik pemerintah Soeharto yang sudah lama memimpin dan sudah waktunya disuksesi dan diganti dengan presiden yang baru. Wallahu A'lam Bishawab. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar





