AKURAT.CO Pembagian warisan dalam Islam sering menjadi topik yang dipertanyakan, terutama soal kenapa bagian laki-laki biasanya dua kali lebih besar dibandingkan perempuan.
Meski sekilas terlihat tidak adil, sebenarnya aturan ini memiliki pertimbangan tanggung jawab sosial dan ekonomi dalam ajaran Islam.
Penting untuk memahami konteksnya secara utuh agar tidak terjadi salah persepsi.
Baca Juga: Habis Dapat Warisan Ibunda, Triyono Uji Kelayakan di DPR Dengan Bernostalgia
Tanggung Jawab Finansial Laki-laki Lebih Besar
Dalam Islam, laki-laki memiliki kewajiban ekonomi yang jelas, antara lain:
1. Menafkahi keluarga
Laki-laki bertanggung jawab atas kebutuhan istri, anak, tempat tinggal, dan seluruh pengeluaran rumah tangga.
2. Mahar (mas kawin) saat menikah
Islam mewajibkan laki-laki memberi mahar sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan.
3. Tanggung jawab terhadap orang tua & saudara perempuan
Jika orang tua atau saudara perempuan belum mampu, laki-laki berkewajiban membantu.
Karena tanggung jawab finansial ini lebih besar, bagian warisan laki-laki dibuat lebih besar agar tetap seimbang dengan kewajiban yang harus ia penuhi.
Baca Juga: Begini Cara Mengurus Sertifikat Tanah Warisan Orang Tua yang Sudah Meninggal
Warisan Perempuan untuk dirinya sendiri
Sementara itu, perempuan dalam Islam tidak diwajibkan menafkahi siapa pun, termasuk suami atau anak. Warisan yang diterima perempuan sepenuhnya menjadi hak miliknya untuk digunakan sesuai kebutuhan tanpa tuntutan finansial.
Dengan kata lain, meskipun jumlahnya lebih kecil, perempuan tidak memiliki beban ekonomi seperti laki-laki, sehingga apa yang dia dapatkan isinya benar-benar untuk dirinya.
Tidak Semua Warisan Laki-Laki Lebih Besar
Perlu dipahami juga bahwa tidak semua kasus warisan Islam membagi lebih banyak untuk laki-laki.
Ada situasi tertentu di mana perempuan bisa mendapatkan bagian yang sama, bahkan lebih besar, tergantung hubungan kekerabatan dan struktur ahli waris.
Kesimpulan
Alasan laki-laki mendapat warisan lebih besar dalam Islam bukan karena nilai perempuan lebih rendah, tetapi karena adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban finansial.
Islam menetapkan sistem yang mempertimbangkan keadilan sosial sesuai tanggung jawab masing-masing.
Dinda NS (Magang)