Akurat Logo

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp18.130, Harga Minyak Masih Jadi Sorotan

Esha Tri Wahyuni | 26 Oktober 2026, 07:20 WIB
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp18.130, Harga Minyak Masih Jadi Sorotan
Ilustrasi rupiah melemah atas dolar AS

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan berikutnya.

Penguatan dolar AS, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta risiko gangguan pasokan minyak dunia menjadi sejumlah faktor yang membayangi pergerakan rupiah.

Pengamat ekonomi dan mata uang, Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp18.080 hingga Rp18.130 per USD pada perdagangan berikutnya.

Sementara itu, untuk perdagangan pekan depan, rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.250 per USD.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah, Dolar AS Dibanderol Rp18.060-Rp18.110

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp18.080-Rp18.130. Sedangkan dalam perdagangan minggu depan di rentang Rp17.900-Rp18.250," ujar Ibrahim dalam riset hariannya, Minggu (25/10/2026).

Tekanan terhadap rupiah, lanjut Ibrahim, salah satunya berasal dari meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Ketegangan di Timur Tengah, termasuk serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi, memicu kekhawatiran mengenai kelancaran produksi dan distribusi minyak mentah.

Harga minyak mentah melonjak pada Jumat (23/10/2026) seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan. Harga minyak Brent ditutup naik USD3,55 atau 3,14% menjadi USD116,72 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) naik USD3,80 atau 3,8% menjadi USD103,27 per barel.

Kenaikan harga minyak tersebut menambah risiko tekanan biaya energi bagi negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia.

Di Arab Saudi, Saudi Aramco dilaporkan memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran pada Kamis (22/10/2026), ketika pertempuran dengan kelompok Houthi meningkat.

Perkembangan tersebut turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan produksi maupun distribusi minyak di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp18.070/USD, Ini Biang Keroknya!

Gangguan pasokan juga dilaporkan terjadi di Libya. Penutupan katup pada pipa minyak yang menghubungkan ladang Hamada dan Tahara dengan pelabuhan Zawiya menyebabkan penurunan produksi dari kedua ladang tersebut.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.