Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp18.130, Harga Minyak Masih Jadi Sorotan

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan berikutnya.
Penguatan dolar AS, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta risiko gangguan pasokan minyak dunia menjadi sejumlah faktor yang membayangi pergerakan rupiah.
Pengamat ekonomi dan mata uang, Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp18.080 hingga Rp18.130 per USD pada perdagangan berikutnya.
Sementara itu, untuk perdagangan pekan depan, rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.250 per USD.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah, Dolar AS Dibanderol Rp18.060-Rp18.110
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp18.080-Rp18.130. Sedangkan dalam perdagangan minggu depan di rentang Rp17.900-Rp18.250," ujar Ibrahim dalam riset hariannya, Minggu (25/10/2026).
Tekanan terhadap rupiah, lanjut Ibrahim, salah satunya berasal dari meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Ketegangan di Timur Tengah, termasuk serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi, memicu kekhawatiran mengenai kelancaran produksi dan distribusi minyak mentah.
Harga minyak mentah melonjak pada Jumat (23/10/2026) seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan. Harga minyak Brent ditutup naik USD3,55 atau 3,14% menjadi USD116,72 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) naik USD3,80 atau 3,8% menjadi USD103,27 per barel.
Kenaikan harga minyak tersebut menambah risiko tekanan biaya energi bagi negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia.
Di Arab Saudi, Saudi Aramco dilaporkan memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran pada Kamis (22/10/2026), ketika pertempuran dengan kelompok Houthi meningkat.
Perkembangan tersebut turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan produksi maupun distribusi minyak di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp18.070/USD, Ini Biang Keroknya!
Gangguan pasokan juga dilaporkan terjadi di Libya. Penutupan katup pada pipa minyak yang menghubungkan ladang Hamada dan Tahara dengan pelabuhan Zawiya menyebabkan penurunan produksi dari kedua ladang tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil








