Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp18.070/USD, Ini Biang Keroknya!

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diprediksi kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (22/10/2026).
Penguatan indeks dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ketidakpastian arah suku bunga bank sentral AS menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati pelaku pasar.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan berikutnya. Dia memproyeksikan rupiah berada di rentang Rp18.020 hingga Rp18.070 per USD.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp18.020-Rp18.070," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Modal Asing USD9,9 Miliar Masuk ke RI pada Juni-20 Oktober 2026, Rupiah Masih Melemah 0,61 Persen
Pada perdagangan Rabu (21/10/2026), rupiah ditutup melemah 30 poin ke level Rp18.022 per USD, dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.992 per USD. Sepanjang perdagangan, rupiah sempat menguat 20 poin sebelum kembali tertekan.
Untuk perdagangan pekan ini, Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.200 per USD. Proyeksi tersebut menunjukkan pergerakan rupiah masih berpotensi berfluktuasi mengikuti perkembangan sentimen global maupun domestik.
Dari sisi eksternal, penguatan dolar AS berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Laporan mengenai serangan terhadap kapal di sekitar Selat Hormuz serta serangan yang diklaim kelompok Houthi terhadap sejumlah fasilitas di Arab Saudi menambah perhatian pasar terhadap risiko keamanan di kawasan tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global. Gangguan keamanan di kawasan ini berpotensi memengaruhi persepsi risiko investor dan pergerakan harga minyak dunia.
Baca Juga: Rupiah Berpotensi Melemah, Pasar Cermati Harga Minyak Dunia
Namun, dampaknya terhadap rupiah tetap bergantung pada perkembangan konflik, respons pasar, serta perubahan harga komoditas dan aset keuangan global.
Selain geopolitik, arah kebijakan moneter Amerika Serikat turut menjadi perhatian. Data Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP) AS untuk September dilaporkan lebih tinggi dari perkiraan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 720 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








