Akurat Logo

Rupiah Diprediksi Melemah, Dolar AS Dibanderol Rp18.060-Rp18.110

Esha Tri Wahyuni | 23 Oktober 2026, 07:30 WIB
Rupiah Diprediksi Melemah, Dolar AS Dibanderol Rp18.060-Rp18.110
Ilustrasi Mata Uang Rupiah

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diprediksi masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (23/10/2026). Tekanan terhadap rupiah datang di tengah ketidakpastian geopolitik global dan perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter AS.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah bergerak melemah pada perdagangan berikutnya. Proyeksi tersebut muncul setelah rupiah ditutup melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026).

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp18.060-Rp18.110,” kata Ibrahim dalam riset hariannya, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp18.070/USD, Ini Biang Keroknya!

Pada perdagangan Kamis, rupiah ditutup melemah 38 poin ke level Rp18.060 per USD. Mata uang Garuda sebelumnya ditutup di level Rp18.022 per USD dan sempat melemah hingga 40 poin selama perdagangan.

Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang pekan ini berada pada kisaran Rp17.850-Rp18.200 per USD. Rentang tersebut menunjukkan pasar masih menghadapi ketidakpastian dalam menentukan arah pergerakan mata uang domestik.

Dari sisi eksternal, perkembangan konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar. Peningkatan serangan kelompok Houthi di Arab Saudi turut memperbesar kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan.

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Melemah, Pasar Cermati Harga Minyak Dunia

Serangan pada Rabu (21/10/2026) dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan korban luka di Arab Saudi. Di sisi lain, muncul laporan ledakan di wilayah selatan Iran, meskipun penyebab maupun asal ledakan tersebut belum diketahui.

Ketegangan juga terlihat dari pernyataan pejabat Iran yang menegaskan kesiapan negara tersebut untuk mempertahankan diri. Situasi ini berlangsung ketika hubungan Iran dan Amerika Serikat masih diwarnai perselisihan mengenai blokade dan ancaman militer.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.