Akurat

Rupiah Menguat, Pasar Optimistis Jelang Pertemuan Trump–Xi

Hefriday | 21 Oktober 2025, 12:22 WIB
Rupiah Menguat, Pasar Optimistis Jelang Pertemuan Trump–Xi

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring meningkatnya optimisme pasar menjelang pertemuan antara delegasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Pertemuan tersebut diyakini dapat meredakan ketegangan perdagangan yang telah lama membayangi ekonomi global.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa ekspektasi positif terhadap pertemuan kedua pemimpin dunia itu mendorong sentimen pasar ke arah stabilitas.

Investor menilai peluang kesepakatan baru, meski kecil, tetap menjadi sinyal positif bagi aset-aset negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Juga: Oknum ASN Kemenag Ditangkap karena Janjikan “Jalur Cepat Haji, Tipu Calon Jamaah hingga Puluhan Juta Rupiah

“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS di tengah harapan investor akan meredanya tensi China-AS, dengan kedua delegasi akan segera bertemu dan Trump akan bertemu Xi,” ujar Lukman di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Mengutip laporan Anadolu, Presiden Donald Trump menyatakan dirinya akan bertemu Presiden Xi Jinping di Korea Selatan dalam waktu dekat.

Trump mengungkapkan harapan untuk mencapai kesepakatan yang adil dengan Beijing setelah pertemuan tersebut, serta menegaskan keyakinannya bahwa hubungan antara Washington dan Beijing akan tetap baik.

Trump juga mengatakan bahwa ia telah menerima undangan resmi untuk berkunjung ke China dan berencana melakukan perjalanan tersebut pada awal tahun depan.

Rencana ini disebut-sebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi dan mengurangi ketegangan perdagangan antarnegara.

Menurut Lukman, pernyataan Trump memberikan ketenangan bagi pelaku pasar yang selama ini khawatir terhadap potensi eskalasi perang dagang.

Baca Juga: Rupiah Turun 30 Poin ke Rp16.603

Meski kecil kemungkinan tercapainya kesepakatan besar dalam waktu dekat, pelaku pasar menilai kondisi tanpa peningkatan ketegangan sudah cukup untuk menopang penguatan aset berisiko.

“Trump memastikan investor bahwa semua akan baik-baik saja. Pembahasan akan luas, terutama terkait mineral langka. Jadi, kecil kemungkinan akan ada terobosan besar, namun investor cukup puas jika tidak terjadi eskalasi,” jelas Lukman.

Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/10/2025).

Rapat tersebut akan menjadi perhatian utama pasar karena dapat memberikan sinyal arah kebijakan moneter BI di tengah tekanan global.

Investor juga mencermati data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pada akhir pekan ini. Data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang turut memengaruhi pergerakan mata uang di pasar global.

Dengan mempertimbangkan faktor global dan domestik, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.500 hingga Rp16.600 per USD dalam jangka pendek.

Kisaran ini menunjukkan adanya potensi penguatan terbatas, seiring dengan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang berbagai rilis data ekonomi penting.

Pada pembukaan perdagangan hari Selasa di Jakarta, nilai tukar rupiah tercatat menguat 7 poin atau 0,04% ke posisi Rp16.568 per USD, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.575 per USD. Penguatan tipis ini menjadi sinyal awal optimisme pasar terhadap perkembangan hubungan dagang dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi