Bidik 153,5 Juta Pelanggan Telkomsel, FLOQ Jajaki Integrasi Layanan Aset Digital

AKURAT.CO Besarnya basis pelanggan operator telekomunikasi bisa menjadi pintu masuk bagi perusahaan teknologi finansial untuk memperluas pasar. Peluang inilah yang dijajaki FLOQ melalui kolaborasi dengan Telkomsel, yang melayani lebih dari 153,5 juta pelanggan hingga Semester I 2026.
FLOQ dan Telkomsel menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada 22 Oktober 2026 di Jakarta. Kerja sama ini membuka penjajakan integrasi layanan aset digital FLOQ ke dalam ekosistem aplikasi Telkomsel, termasuk pengembangan konsep Mini Trade, kemungkinan pemanfaatan Telkomsel POIN, serta pemasaran bersama. Namun, seluruh inisiatif tersebut masih dalam tahap penjajakan dan belum menandai peluncuran layanan.
Mengapa FLOQ Membidik Ekosistem 153,5 Juta Pelanggan Telkomsel?
Kolaborasi FLOQ dan Telkomsel menawarkan peluang perluasan distribusi layanan aset digital melalui ekosistem digital yang telah memiliki jangkauan luas. Bagi FLOQ, kemitraan ini berpotensi membuka jalur untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat melalui layanan yang sudah menjadi bagian dari aktivitas digital sehari-hari.
Berdasarkan informasi perusahaan, Telkomsel memiliki lebih dari 153,5 juta pelanggan hingga Semester I 2026. Sementara itu, FLOQ mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, 2 juta unduhan aplikasi, serta akses ke lebih dari 100 aset digital.
Perbedaan skala tersebut memberikan gambaran mengenai peluang yang sedang dijajaki. Telkomsel memiliki basis pelanggan yang luas, sedangkan FLOQ membawa infrastruktur dan kapabilitas perdagangan aset digital. Jika integrasi dapat direalisasikan, ekosistem Telkomsel berpotensi menjadi salah satu saluran distribusi untuk memperkenalkan layanan FLOQ kepada pengguna baru.
Meski demikian, jumlah pelanggan Telkomsel tidak bisa langsung disamakan dengan potensi pengguna FLOQ yang siap bertransaksi. Pelanggan layanan telekomunikasi memiliki kebutuhan, kemampuan finansial, dan tingkat pemahaman aset digital yang berbeda-beda.
Dengan demikian, tantangan FLOQ bukan sekadar memperoleh akses ke ekosistem yang besar, melainkan menemukan cara agar layanan tersebut relevan bagi pelanggan yang memang membutuhkannya.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk mendekatkan akses aset digital kepada masyarakat melalui ekosistem yang telah mereka kenal.
“Kolaborasi ini bertujuan menjajaki bagaimana akses aset digital yang teregulasi dapat semakin terhubung dengan layanan digital yang digunakan masyarakat Indonesia setiap hari. Telkomsel memiliki jangkauan yang luar biasa dan ekosistem yang kuat, sementara FLOQ menghadirkan infrastruktur, kapabilitas produk, serta edukasi yang dibutuhkan agar aset digital lebih mudah diakses dan dipahami,” kata Yudhono melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Jumat, 23 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut menempatkan kemudahan akses dan edukasi sebagai bagian dari arah kolaborasi. Perluasan jangkauan melalui mitra dengan basis pelanggan besar dapat membantu memperkenalkan layanan, tetapi keputusan untuk menggunakan produk tetap bergantung pada kebutuhan dan pertimbangan masing-masing konsumen.
Baca Juga: OJK: 22,93 Juta Pengguna Aset Digital Rentan Penipuan, Kok Bisa?
Baca Juga: Indodax Gandeng Bank INA, Hadirkan Kartu Co-Brand untuk Pengguna Aset Digital
Layanan Apa Saja yang Dijajaki FLOQ dan Telkomsel?
Penjajakan FLOQ dan Telkomsel mencakup sejumlah peluang integrasi layanan. Kerja sama ini tidak terbatas pada kemungkinan menghadirkan akses ke platform aset digital, tetapi juga menyentuh pengalaman pengguna, program loyalitas, dan strategi pemasaran.
Berikut beberapa inisiatif yang masuk dalam ruang lingkup penjajakan kedua perusahaan.
Integrasi layanan FLOQ: Kedua perusahaan menjajaki kemungkinan menghubungkan layanan FLOQ dengan ekosistem aplikasi yang dikembangkan Telkomsel untuk pelanggan.
Konsep Mini Trade: FLOQ dan Telkomsel mengeksplorasi konsep Mini Trade yang ditujukan bagi pengguna pemula.
Pemanfaatan Telkomsel POIN: Penjajakan mencakup kemungkinan penggunaan POIN untuk saldo atau voucher terkait layanan FLOQ.
Pemasaran bersama: Kedua perusahaan berpeluang mengeksplorasi kegiatan pemasaran untuk memperkenalkan layanan kepada masyarakat.
Pemanfaatan jaringan distribusi: Ekosistem dan jaringan distribusi Telkomsel menjadi bagian dari peluang pengembangan jangkauan layanan digital.
Edukasi aset digital: Kolaborasi juga mencakup penjajakan inisiatif literasi untuk membantu masyarakat memahami karakteristik dan risiko aset digital.
Masing-masing inisiatif tersebut memiliki fungsi berbeda. Integrasi aplikasi berkaitan dengan jalur akses, Mini Trade menyentuh konsep pengalaman pengguna pemula, sedangkan Telkomsel POIN berpotensi menghubungkan program loyalitas dengan layanan digital lain.
Namun, bahan kerja sama belum menjelaskan aplikasi mana yang akan menjadi saluran integrasi, bagaimana mekanisme Mini Trade akan bekerja, atau bagaimana POIN dapat dimanfaatkan jika rencana tersebut diterapkan.
Karena itu, belum tepat menyimpulkan bahwa pelanggan sudah bisa membeli aset digital melalui aplikasi Telkomsel atau menukar POIN menjadi saldo perdagangan aset digital. Realisasi fitur-fitur tersebut masih bergantung pada pembahasan lanjutan dan kesiapan implementasi.
Bagaimana Integrasi Ini Bisa Memperluas Akses Aset Digital?
Integrasi dengan ekosistem digital yang telah dikenal masyarakat berpotensi mengurangi hambatan awal ketika seseorang ingin mengenal layanan baru. Pengguna mungkin lebih mudah menemukan informasi tentang suatu produk apabila pengenalannya terhubung dengan layanan digital yang biasa mereka gunakan.
Dalam konteks FLOQ dan Telkomsel, peluang tersebut dapat dilihat melalui tiga tahapan.
Pertama, memperkenalkan layanan kepada pengguna. Ekosistem aplikasi dan jaringan distribusi Telkomsel berpotensi menjadi saluran untuk menyampaikan informasi tentang layanan FLOQ.
Kedua, membantu pengguna memahami produk. Informasi mengenai mekanisme perdagangan, biaya, karakteristik aset, dan risiko perlu disampaikan secara jelas agar masyarakat tidak sekadar mengenal nama layanan.
Ketiga, mendorong penggunaan berdasarkan kebutuhan. Setelah memperoleh informasi yang memadai, pengguna dapat menilai apakah layanan tersebut sesuai dengan tujuan dan kemampuan finansialnya.
Ketiga tahapan tersebut tidak selalu berlangsung otomatis. Jangkauan pemasaran yang besar bisa menghasilkan banyak orang yang mengetahui suatu produk, tetapi belum tentu menghasilkan jumlah pendaftar atau pengguna aktif yang sebanding.
Sebagai ilustrasi, seorang pelanggan Telkomsel menemukan informasi mengenai FLOQ melalui saluran digital yang nantinya mungkin dikembangkan dari kerja sama kedua perusahaan. Ia tertarik untuk mengetahui cara kerja aset digital, lalu mencari informasi mengenai risiko, biaya transaksi, dan ketentuan penggunaan layanan.
Setelah memahami informasi tersebut, pelanggan bisa memilih mendaftar atau memutuskan tidak menggunakan layanan karena merasa produk itu belum sesuai dengan kebutuhannya. Ilustrasi ini bukan gambaran fitur yang telah tersedia, melainkan contoh mengapa edukasi dan transparansi tetap penting meskipun akses layanan semakin mudah.
Bagi FLOQ, ukuran keberhasilan kerja sama pada akhirnya tidak cukup dilihat dari banyaknya orang yang terpapar informasi. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan kualitas pengalaman pengguna, tingkat pemahaman produk, serta keberlanjutan penggunaan layanan jika integrasi benar-benar terealisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya







