Pengertian Break Even Point (BEP) dan Cara Menghitungnya dalam Bisnis

AKURAT.CO Dalam menjalankan usaha, pelaku bisnis perlu mengetahui kapan bisnis mulai menghasilkan keuntungan.
Salah satu konsep yang digunakan untuk mengukur hal tersebut adalah Break Even Point atau BEP.
Karena itu, banyak pelaku usaha mencari informasi mengenai pengertian Break Even Point (BEP) dan bagaimana penerapannya dalam pengelolaan bisnis.
Baca Juga: Cara Cepat Hitung BEP untuk Bisnis UMKM, Dijamin Untung!
Pengertian Break Even Point (BEP)
Break Even Point (BEP) adalah titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya yang dikeluarkan perusahaan.
Pada kondisi ini, bisnis belum memperoleh keuntungan maupun mengalami kerugian karena seluruh biaya telah tertutupi oleh pendapatan.
Mengapa BEP Penting dalam Bisnis?
1. Menentukan Target Penjualan
BEP membantu pelaku usaha mengetahui jumlah minimum penjualan yang harus dicapai.
2. Mengukur Kelayakan Usaha
Perhitungan BEP dapat digunakan untuk menilai apakah suatu usaha layak dijalankan.
3. Membantu Perencanaan Keuangan
Pelaku usaha dapat menyusun strategi harga dan biaya berdasarkan hasil perhitungan BEP.
Cara Menghitung Break Even Point (BEP)
Rumus BEP Unit
BEP = Total Biaya Tetap ÷ (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)
Contoh Perhitungan
Misalnya:
● Biaya tetap: Rp5.000.000
● Harga jual per produk: Rp50.000
● Biaya variabel per produk: Rp30.0
Maka:
BEP = Rp5.000.000 ÷ (Rp50.000 – Rp30.000)
BEP = Rp5.000.000 ÷ Rp20.000
BEP = 250 unit
Artinya, perusahaan harus menjual minimal 250 unit produk untuk mencapai titik impas.
Baca Juga: Peran Apindo bagi Perusahaan di Indonesia
Faktor yang Memengaruhi BEP
1. Biaya Tetap
Semakin besar biaya tetap, semakin tinggi target penjualan untuk mencapai BEP.
2. Harga Jual Produk
Harga jual yang lebih tinggi dapat mempercepat tercapainya titik impas.
3. Biaya Variabel
Biaya produksi yang efisien dapat menurunkan nilai BEP.
Memahami pengertian Break Even Point (BEP) sangat penting bagi pelaku usaha untuk mengelola bisnis secara efektif. Dengan mengetahui titik impas, perusahaan dapat menyusun strategi penjualan dan keuangan yang lebih tepat untuk mencapai keuntungan.
Reiviena Bellia Agitha (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah







