Cara Menghitung Laba Bersih dengan Tepat dan Akurat agar Bisnis Semakin Untung

AKURAT.CO Salah satu cara untuk mengetahui apakah sebuah bisnis berjalan dengan baik adalah dengan melihat laba bersih yang dihasilkannya. Laba bersih atau net profit mencerminkan jumlah uang yang tersisa setelah semua pengeluaran dibayarkan. Istilah ini sering juga disebut pendapatan bersih karena menunjukkan keuntungan sesungguhnya dari sebuah perusahaan.
Dalam dunia bisnis, terutama sektor ritel dan e-commerce, laba bersih menjadi indikator penting. Alasannya sederhana: peningkatan pendapatan tidak selalu berarti peningkatan keuntungan. Sebuah toko online bisa mencatat penjualan besar, tapi jika biaya operasionalnya tinggi, profit yang tersisa bisa saja kecil.
Apa yang Dimaksud dengan Laba Bersih?
Secara sederhana, laba bersih adalah keuntungan perusahaan selama satu periode akuntansi setelah semua biaya dikurangkan dari pendapatan. Posisi laba bersih berada di bagian bawah laporan laba rugi, sehingga sering disebut juga sebagai bottom line.
Meskipun setiap perusahaan memiliki format laporan laba rugi yang berbeda, prinsip perhitungannya tetap sama: laba bersih diperoleh dengan mengurangkan seluruh pengeluaran dari total pendapatan. Pengeluaran ini mencakup berbagai komponen seperti:
-
Biaya operasional
-
Bunga atas hutang dan pinjaman
-
Biaya overhead (pengeluaran di luar produksi)
-
Pajak penghasilan
-
Biaya penjualan, administrasi, dan umum
-
Penyusutan aset tetap seperti mesin atau peralatan
Selain itu, pendapatan tambahan seperti hasil investasi jangka pendek atau penjualan aset juga termasuk ke dalam perhitungan laba bersih. Jadi, bukan hanya dari penjualan produk utama saja, tapi juga dari aktivitas keuangan lain yang menghasilkan pendapatan.
Laba bersih yang tinggi menandakan efisiensi dan kinerja bisnis yang sehat. Sebaliknya, jika laba bersih rendah atau negatif, hal ini bisa menjadi sinyal adanya masalah, misalnya strategi pemasaran yang kurang efektif, pengeluaran yang membengkak, atau harga jual yang tidak sesuai pasar.
Fungsi dan Pentingnya Laba Bersih dalam Bisnis
Laba bersih menggambarkan keuntungan riil yang dimiliki sebuah bisnis. Inilah “uang sisa” yang benar-benar bisa digunakan setelah semua kewajiban terpenuhi. Untuk bisnis yang sedang tumbuh, laba bersih adalah sumber utama untuk:
-
Melunasi utang dan kewajiban keuangan
-
Membiayai ekspansi bisnis atau membuka cabang baru
-
Menginvestasikan kembali dalam proyek, produk, atau perekrutan staf baru
-
Memberikan dividen kepada investor
Bisnis dengan laba bersih stabil menandakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Artinya, perusahaan memiliki arus kas yang sehat dan mampu berkembang secara konsisten dari waktu ke waktu.
Faktor Biaya yang Mempengaruhi Laba Bersih
Laba bersih dipengaruhi oleh dua jenis biaya utama: biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost).
Biaya variabel dikenal juga sebagai harga pokok penjualan (cost of goods sold). Biaya ini berubah tergantung pada jumlah produk yang dibuat atau dijual, misalnya:
-
Bahan baku dan kemasan
-
Biaya pengiriman
-
Upah pekerja produksi
-
Penyusutan peralatan dan utilitas pabrik
Sementara itu, biaya tetap relatif stabil dari waktu ke waktu. Komponen biaya tetap biasanya meliputi:
-
Gaji karyawan non-produksi
-
Biaya kantor dan sewa tempat
-
Pajak
-
Asuransi dan tunjangan karyawan
Mengelola kedua jenis biaya ini dengan efisien sangat penting. Sebab, meskipun pendapatan meningkat, kenaikan biaya operasional bisa menggerus laba bersih secara signifikan.
Perbedaan antara Laba Kotor dan Laba Bersih
Banyak yang masih bingung membedakan antara laba kotor dan laba bersih. Padahal keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam laporan keuangan.
-
Laba kotor adalah pendapatan yang tersisa setelah dikurangi harga pokok penjualan (HPP).
-
Laba bersih adalah hasil akhir setelah laba kotor dikurangi seluruh biaya operasional, pajak, bunga, dan beban lainnya.
Dengan kata lain, laba kotor hanya menunjukkan seberapa besar keuntungan dari aktivitas penjualan, sementara laba bersih menunjukkan berapa banyak uang yang benar-benar tersisa setelah semua kewajiban dibayar.
Rumus Laba Bersih dan Cara Menghitungnya
Secara umum, cara menghitung laba bersih cukup sederhana. Kamu hanya perlu mengetahui total pendapatan dan total pengeluaran dalam periode tertentu. Berikut rumus dasarnya:
Laba Bersih = Total Pendapatan – Total Pengeluaran
Alternatifnya, bisa juga menggunakan:
Laba Bersih = Laba Kotor – Beban
Jika kamu ingin menghitung margin laba bersih dalam bentuk persentase, gunakan rumus berikut:
Margin Laba Bersih = (Laba Bersih / Total Pendapatan) x 100
Contoh Perhitungan
Perusahaan A dan Perusahaan B sama-sama memiliki pendapatan sebesar Rp150.000.000. Margin laba bersih masing-masing adalah 15% dan 18%.
Berarti:
-
Laba bersih Perusahaan A = 15% × Rp150.000.000 = Rp22.500.000
-
Laba bersih Perusahaan B = 18% × Rp150.000.000 = Rp27.000.000
Contoh ini menunjukkan bahwa margin laba bersih yang lebih besar menghasilkan keuntungan lebih tinggi meskipun pendapatannya sama.
Langkah-langkah Menghitung Laba Bersih Perusahaan
Untuk mempermudah, berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti saat menghitung laba bersih:
-
Hitung total pemasukan
Catat seluruh pendapatan dari penjualan produk atau jasa dalam periode tertentu, misalnya bulanan atau tahunan. -
Hitung total pengeluaran
Masukkan semua biaya yang dikeluarkan perusahaan, mulai dari biaya produksi, operasional, hingga pengeluaran non-operasional seperti bunga pinjaman atau kerugian dari aset. -
Tambahkan komponen pajak
Hitung beban pajak sesuai tarif dan periode yang berlaku. Pajak merupakan salah satu komponen penting yang mempengaruhi laba bersih. -
Kurangkan seluruh pengeluaran dari pemasukan
Hasil dari perhitungan ini adalah laba bersih perusahaan.
Rumus sederhananya:
Laba Bersih = Total Pemasukan – (Biaya Produksi + Biaya Operasional + Biaya Non-operasional + Pajak)
Perusahaan besar biasanya menggunakan software akuntansi untuk menghitung laba bersih secara otomatis agar hasilnya lebih cepat dan akurat. Namun, dengan pemahaman dasar ini, pelaku usaha kecil pun bisa menghitungnya secara manual.
Kenapa Laba Bersih Penting untuk Pertumbuhan Bisnis?
Laba bersih bukan hanya angka di laporan keuangan. Angka ini mencerminkan stabilitas dan kesehatan finansial perusahaan. Dengan mengetahui nilai laba bersih, kamu bisa menilai apakah bisnis berjalan efisien atau justru ada pemborosan yang perlu dikendalikan.
Investor juga melihat laba bersih sebagai indikator kelayakan investasi. Semakin besar laba bersih, semakin tinggi kepercayaan investor terhadap prospek bisnis. Begitu pula dengan lembaga keuangan yang mempertimbangkan laba bersih sebelum memberikan pinjaman usaha.
Selain itu, laba bersih membantu pemilik bisnis menyusun strategi pertumbuhan. Uang yang tersisa bisa digunakan untuk ekspansi, meningkatkan anggaran promosi, hingga merekrut lebih banyak tenaga kerja.
Kesimpulan
Mengetahui cara menghitung laba bersih adalah langkah penting untuk memahami posisi keuangan bisnis. Dengan mengetahui berapa banyak keuntungan bersih yang dihasilkan, kamu bisa menilai efisiensi operasional, menentukan strategi pengembangan, dan menarik minat investor.
Semakin tinggi laba bersih, semakin besar pula peluang bisnis untuk berkembang secara berkelanjutan. Maka dari itu, pastikan kamu mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran dengan rapi agar hasil perhitungan lebih akurat.
Kalau kamu ingin terus mendapatkan panduan bisnis dan keuangan yang bermanfaat, pantau terus update terbaru di AKURAT.CO.
Baca Juga: Laba Ancol Anjlok 41 Persen, DPRD Jakarta Desak Audit Total Direksi dan Manajemen
Baca Juga: Pegadaian Catat Laba Rp5,67 Triliun, Aset Tembus Rp129 Triliun di Kuartal III
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan laba bersih?
Laba bersih adalah jumlah keuntungan yang tersisa setelah semua biaya dan pengeluaran perusahaan dikurangkan dari total pendapatan. Komponen ini mencakup biaya operasional, pajak, bunga, dan beban lain yang memengaruhi keuangan bisnis.
2. Apa perbedaan antara laba kotor dan laba bersih?
Laba kotor menunjukkan selisih antara pendapatan dan harga pokok penjualan (HPP), sedangkan laba bersih adalah laba kotor yang sudah dikurangi semua biaya lain seperti operasional, pajak, dan beban non-produksi.
3. Mengapa laba bersih penting untuk bisnis?
Laba bersih menggambarkan kesehatan keuangan perusahaan dan menjadi acuan utama untuk menilai efisiensi bisnis. Nilai laba bersih juga membantu menentukan langkah pengembangan usaha, menarik investor, dan mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi utang.
4. Apa saja faktor yang dapat memengaruhi besar kecilnya laba bersih?
Faktor utama yang memengaruhi laba bersih antara lain biaya produksi, biaya operasional, beban pajak, bunga pinjaman, serta strategi pemasaran. Semakin efisien perusahaan mengelola biaya tersebut, semakin besar laba bersih yang diperoleh.
5. Bagaimana rumus menghitung laba bersih?
Rumus dasar laba bersih adalah:
Laba Bersih = Total Pendapatan – Total Pengeluaran
Atau dapat juga ditulis:
Laba Bersih = Laba Kotor – Beban
Untuk menghitung margin laba bersih dalam persen:
Margin Laba Bersih = (Laba Bersih / Total Pendapatan) × 100
6. Apa contoh sederhana perhitungan laba bersih?
Misalnya, sebuah perusahaan memiliki pendapatan Rp150.000.000 dengan margin laba bersih 15%. Maka laba bersihnya adalah:
15% × Rp150.000.000 = Rp22.500.000.
7. Bagaimana cara menghitung laba bersih secara manual?
Langkah-langkahnya:
-
Hitung total pemasukan dari penjualan.
-
Hitung seluruh pengeluaran, termasuk biaya produksi, operasional, dan non-operasional.
-
Tambahkan beban pajak.
-
Kurangkan seluruh pengeluaran dari pemasukan.
Hasil akhirnya adalah laba bersih perusahaan.
8. Apa yang terjadi jika laba bersih negatif?
Laba bersih negatif menunjukkan perusahaan mengalami kerugian. Hal ini bisa disebabkan penjualan yang rendah, biaya operasional yang terlalu besar, atau strategi bisnis yang kurang efektif.
9. Bagaimana cara meningkatkan laba bersih perusahaan?
Perusahaan bisa meningkatkan laba bersih dengan memangkas biaya yang tidak produktif, memperbaiki strategi harga, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas pasar, dan mengoptimalkan strategi pemasaran digital.
10. Apakah laba bersih sama dengan uang tunai yang dimiliki perusahaan?
Tidak selalu. Laba bersih juga memperhitungkan komponen non-tunai seperti penyusutan dan amortisasi, sehingga jumlahnya bisa berbeda dengan saldo kas perusahaan yang sebenarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









