Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Menkeu Purbaya: Fundamental Masih Kuat

AKURAT.CO Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, pemerintah Indonesia menegaskan fokus pada penguatan faktor domestik sebagai strategi utama menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 sebesar 5,61% (yoy) menunjukkan bahwa ekonomi domestik masih memiliki daya tahan yang kuat.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai Rp6.187,2 triliun (ADHB) pada periode tersebut, dengan kontribusi utama berasal dari aktivitas ekonomi dalam negeri.
Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa tantangan eksternal masih cukup besar. Ketegangan geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta ketidakpastian kebijakan global berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai langkah mitigasi yang berfokus pada penguatan sektor domestik. Salah satu strategi yang ditempuh adalah meningkatkan daya saing perusahaan berorientasi ekspor agar mampu bertahan di pasar global.
Selain itu, pemerintah juga mendorong investasi sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi. Investasi dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kapasitas produksi nasional.
“Jangan khawatir, saya akan monitor terus data setiap hari. Pemerintah nggak takut dan ragu berinvestasi untuk menjaga laju ekonomi yang lebih cepat,” katanya.
Baca Juga: Program MBG dan Kopdes Merah Putih Penopang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026
Di sisi lain, kebijakan fiskal tetap diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Stabilitas konsumsi rumah tangga menjadi kunci karena sektor ini memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia.
Purbaya menegaskan, pemerintah akan terus melakukan pemantauan terhadap indikator ekonomi secara berkala untuk memastikan pertumbuhan tetap berada dalam jalur yang diharapkan.
“Pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah intervensi untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Langkah tersebut mencerminkan pendekatan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika global. Dalam situasi ketidakpastian, fleksibilitas kebijakan menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Penguatan sektor domestik juga dinilai sebagai strategi jangka menengah untuk mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal.
Dengan basis ekonomi yang lebih kuat dari dalam negeri, Indonesia diharapkan mampu menghadapi berbagai guncangan global secara lebih resilien.
Capaian pertumbuhan triwulan I 2026 menjadi indikasi bahwa strategi tersebut mulai menunjukkan hasil.
Namun, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada konsistensi kebijakan serta kemampuan pemerintah dalam merespons dinamika global secara tepat waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









