Gadai Emas Naik Usai Lebaran, Transaksi Pegadaian Bima Melonjak

AKURAT.CO Periode pasca Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam menata kembali kondisi keuangan setelah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran.
Di wilayah Nusa Tenggara Barat, Pegadaian Cabang Bima mencatat lonjakan signifikan transaksi gadai, terutama di unit layanan Pegadaian UPC Ambalawi.
Data internal hingga akhir April 2026 menunjukkan peningkatan transaksi gadai dibandingkan periode sebelum Lebaran. Mayoritas transaksi didominasi oleh gadai emas perhiasan.
Baca Juga: Cek Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 24 April 2026: Harga Kompak Turun!
Aset tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan pasca Lebaran, mulai dari biaya pendidikan, tambahan modal usaha, hingga kebutuhan rumah tangga.
Deputy Bisnis Area Pegadaian Bima dan Sumbawa, Mustofa, mengatakan tren ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan.
“Pasca Lebaran, kebutuhan likuiditas masyarakat meningkat. Namun, yang menarik, masyarakat kini lebih memilih menggadaikan emas dibandingkan menjualnya. Ini menunjukkan kesadaran bahwa emas tetap dipertahankan sebagai aset jangka panjang,” ujar Mustofa.
Ia menyebut, pertumbuhan transaksi di Pegadaian UPC Ambalawi mencapai 21,65 persen secara year to date (YtD). Sementara itu, secara keseluruhan wilayah Bima dan Pulau Sumbawa mencatat pertumbuhan sebesar 23,68 persen.
Menurutnya, tren ini menunjukkan bahwa emas tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai aset likuid yang fleksibel dimanfaatkan saat dibutuhkan.
Baca Juga: Pegadaian Borong 2 Penghargaan di WOW Brand 2026
Pegadaian menghadirkan berbagai produk gadai dengan proses cepat, aman, dan transparan. Kemudahan pencairan dana menjadi salah satu alasan utama masyarakat memilih layanan ini.
Selain itu, program gadai bebas bunga yang diperpanjang hingga akhir April 2026 juga menjadi daya tarik tersendiri.
Melalui program tersebut, nasabah dapat memperoleh pinjaman dengan biaya sewa modal nol persen, sehingga membantu meringankan beban keuangan di masa pemulihan pasca Lebaran.
“Program ini kami hadirkan agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan tanpa harus kehilangan aset berharganya,” kata Mustofa.
Peningkatan transaksi gadai juga diamati di tingkat regional.
Pemimpin Wilayah Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, menyebut aktivitas gadai di wilayah NTB, khususnya Kota dan Kabupaten Bima, mengalami pertumbuhan signifikan setelah Lebaran.
“Kami melihat adanya peningkatan transaksi yang cukup tinggi. Ini menunjukkan masyarakat semakin memahami fungsi gadai sebagai solusi keuangan yang bijak dan terencana,” ujar Edy.
Dengan tren tersebut, Pegadaian optimistis pemanfaatan gadai akan terus berkembang, tidak hanya sebagai solusi darurat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









