Harga Emas Dunia Anjlok, Dolar AS Menguat Tajam

AKURAT.CO Harga emas dunia ditutup melemah tajam pada akhir pekan, mencerminkan pergeseran sentimen investor global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan penguatan dolar Amerika Serikat.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menyebutkan, harga emas dunia pada Sabtu pagi ditutup di level USD4.497,37 per troy ounce.
Penurunan ini diikuti harga logam mulia di dalam negeri yang turut terkoreksi ke Rp2.893.000 per gram.
“Penurunan emas ini terjadi karena investor mulai beralih ke dolar AS yang saat ini menunjukkan penguatan signifikan,” ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (22/3/2026).
Baca Juga: Update Harga Emas Pegadaian 22 Maret 2026: Turun untuk UBS dan Galeri24
Secara teknikal, ia memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan koreksi pada awal pekan. Level support pertama berada di USD4.423,06 per troy ounce, sementara support kedua di kisaran USD4.319. Jika tekanan berlanjut, harga logam mulia domestik diperkirakan bisa turun hingga Rp2.800.000 per gram.
Di sisi lain, indeks dolar AS diproyeksikan menguat menuju level 101,20 dari support di 98,73. Penguatan dolar ini menjadi faktor utama yang menekan harga emas, mengingat keduanya memiliki korelasi terbalik.
Tak hanya dolar, harga minyak mentah juga menunjukkan tren kenaikan. Crude oil diperkirakan bergerak di rentang 93,300 hingga 107,100, sementara Brent crude oil berpotensi menembus kisaran 110 hingga 116.
Kenaikan tajam Brent crude oil dinilai lebih dominan, terutama karena gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Iran dan Irak sebagai produsen utama menjadi faktor kunci dalam lonjakan harga energi global.
Baca Juga: Dipicu Utang AS hingga Konflik Timur Tengah, Harga Emas Dunia Bakal Tembus USD3.261
Kondisi ini berdampak langsung terhadap sektor transportasi, khususnya penerbangan, akibat kenaikan harga bahan bakar avtur. Efek lanjutannya adalah potensi tekanan inflasi global yang lebih tinggi.
Dengan kombinasi dolar menguat dan harga energi naik, pasar global saat ini cenderung menghindari aset safe haven seperti emas dalam jangka pendek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








