Akurat

Bos BI Sebut QRIS Sudah Dipakai 60 Juta Pengguna

Esha Tri Wahyuni | 23 Februari 2026, 22:45 WIB
Bos BI Sebut QRIS Sudah Dipakai 60 Juta Pengguna
QRIS jadi sistem pembayaran yang kian digandrungi

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan transformasi sistem pembayaran nasional telah memasuki fase matang dengan capaian 60 juta pengguna QRIS dan 1,8 miliar transaksi fast payment melalui BI-FAST.

“Semua legasi akan berawal dari mimpi. Never stop dreaming,” kata Perry dalam acara Soft Launching Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Jakarta, Selasa (23/2/2026).

Data Resmi dan Pernyataan BI

Perry menjelaskan, transformasi tersebut berangkat dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) yang diluncurkan sejak 2019 sebagai peta jalan lima tahunan digitalisasi pembayaran.

Baca Juga: Cara Membuat QRIS untuk UMKM dan Pebisnis: Panduan Lengkap dari Registrasi hingga Siap Digunakan

Salah satu implementasinya adalah Bank Indonesia meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 17 Agustus 2019. QRIS dirancang sebagai standar tunggal kode QR nasional untuk menyatukan berbagai kanal pembayaran digital.

Saat ini, jumlah pengguna QRIS telah mencapai sekitar 60 juta. Sistem ini juga telah terkoneksi lintas negara, termasuk Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang melalui skema pembayaran QR cross-border. “Dari mimpi menjadi visi, menjadi aksi, dengan sinergi dan kolaborasi. Akhirnya menjadi reality,” ujar Perry.

Selain QRIS, BI juga mengoperasikan BI-FAST, infrastruktur pembayaran ritel 24 jam yang memungkinkan transfer antarbank secara real-time dengan biaya rendah. Hingga kini, transaksi fast payment tercatat mencapai sekitar 1,8 miliar transaksi.

Di sisi integrasi sistem, BI mengembangkan Standar Nasional Open API (SNAP) yang telah diadopsi lebih dari 30 bank nasional untuk memperkuat interoperabilitas ekosistem perbankan digital.

Konteks dan Latar Belakang

Digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu mandat utama BI dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong inklusi keuangan nasional. BSPI 2019 diluncurkan sebagai respons terhadap pesatnya pertumbuhan fintech dan perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi non-tunai.

Secara historis, pembayaran digital di Indonesia meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir, terutama sejak pandemi COVID-19 yang mempercepat adopsi transaksi daring dan contactless payment.

QRIS sendiri awalnya ditujukan untuk menyatukan berbagai kode QR dari bank dan penyedia jasa pembayaran agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak perlu menyediakan banyak kanal berbeda.

Dampak terhadap Publik dan Pasar

Dengan 60 juta pengguna, QRIS kini menjadi salah satu infrastruktur utama pembayaran ritel nasional. Sistem ini mendukung UMKM dalam menerima pembayaran digital dengan biaya merchant discount rate (MDR) yang relatif rendah.

Sementara itu, BI-FAST mempercepat transaksi antarbank dengan biaya transfer yang lebih efisien dibandingkan skema sebelumnya, sehingga meningkatkan efisiensi sistem pembayaran nasional.

Interkoneksi lintas negara juga memperluas akses pembayaran bagi wisatawan dan pelaku usaha, sekaligus mendukung transaksi ekonomi regional ASEAN.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.