Akurat

Tips Mengelola Keuangan Keluarga Muda agar Tetap Stabil

Eko Krisyanto | 7 Februari 2026, 21:31 WIB
Tips Mengelola Keuangan Keluarga Muda agar Tetap Stabil

AKURAT.CO Saat ini, tantangan ekonomi seperti kenaikan harga kebutuhan pokok, inflasi, dan biaya hidup terus meningkat yang membuat perencanaan keuangan keluarga menjadi sangat penting.

Tidak hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga menyusun strategi realistis yang bisa membantu keluarga menyusun tujuan finansial jangka pendek sampai panjang, serta tetap aman dari risiko tak terduga.

Baca Juga: 7 Cara Mengatur Keuangan Keluarga Menurut Islam agar Rezeki Tetap Berkah

Tetapkan Tujuan Keuangan Keluarga yang Jelas

Tujuan ini bisa bersifat jangka pendek seperti dana liburan atau dana darurat, maupun jangka panjang seperti pendidikan anak, rumah impian, atau dana pensiun.

Evaluasi dan Pahami Kondisi Keuangan Saat Ini

1. Catat semua sumber pendapatan.
2. Klasifikasikan pengeluaran rutin dan tidak rutin.
3. Hitung total tabungan, aset, dan utang yang dimiliki.

Susun Anggaran Realistis dan Fleksibel

  • Kebutuhan pokok
  • Dana darurat
  • Tabungan dan investasi
  • Hiburan & rekreasi
  • Cicilan/pembayaran utang

Catat dan Lacak Pengeluaran Setiap Bulan

Buat catatan rutin setiap kali ada pengeluaran, mulai dari belanja kebutuhan, bayar listrik, hingga pengeluaran tak terduga.

Baca Juga: Baru Menikah? Simak 4 Tips Kelola Keuangan Keluarga

Perkuat Dana Darurat

Dana darurat sangat penting untuk menghadapi kejadian tak terduga seperti sakit, kecelakaan, atau kehilangan pekerjaan. Simpan dana ini di instrumen yang likuid dan mudah diakses, seperti tabungan atau deposito jangka pendek.

Kelola Utang dengan Bijak

1. Melunasi utang dengan bunga tinggi lebih cepat.
2. Mengatur prioritas cicilan dalam anggaran.
3. Menghindari utang baru jika kondisi belum stabil.

Mulai Investasi untuk Masa Depan

  • Reksa dana
  • Properti
  • Saham

Komunikasi Terbuka dengan Pasangan

Pengelolaan keuangan keluarga tidak bisa dilakukan sendiri. Diskusikan kondisi keuangan, anggaran, dan tujuan finansial secara berkala bersama pasangan. Komunikasi yang terbuka membantu menyamakan visi dan membuat keputusan lebih bijak.

Mengatur keuangan keluarga bukan sekadar membuat anggaran, tetapi juga membangun strategi finansial yang realistis dan bertahap terhadap perubahan ekonomi.

Mulai dari menetapkan tujuan jelas, evaluasi kondisi finansial saat ini, menyusun anggaran, hingga memperkuat dana darurat.

Dengan disiplin, komunikasi yang baik, dan perencanaan matang, keuangan keluarga bisa lebih stabil, aman, dan terarah menuju masa depan yang lebih baik.

Marina Yeremin Sindika Sari (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R