Akurat

Menko Airlangga: Insentif Lebaran 2026 Capai Rp13 Triliun

Hefriday | 30 Januari 2026, 08:30 WIB
Menko Airlangga: Insentif Lebaran 2026 Capai Rp13 Triliun

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp13 triliun untuk program insentif selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Paket kebijakan ini diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi lonjakan mobilitas saat musim mudik Lebaran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, insentif Lebaran tahun ini mencakup diskon tarif transportasi, diskon tarif tol, serta bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng Minyakita.

“Kisarannya Rp13 triliun,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Malaysia Luncurkan Program Ganti Mobil Tua, Insentif hingga Rp13 Juta per Kendaraan

Airlangga menjelaskan, desain kebijakan tersebut mempertimbangkan dua faktor utama, yakni kebutuhan menjaga konsumsi rumah tangga dan peningkatan pergerakan masyarakat menjelang hari raya.

Menurutnya, skema dan besaran paket insentif Lebaran 2026 diproyeksikan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah juga masih menyiapkan sejumlah insentif tambahan yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Seperti sebelumnya. Kemudian mungkin jumlahnya (insentif) akan lebih banyak, akan lebih besar,” ujarnya.

Sebagai pembanding, pemerintah menilai kebijakan diskon transportasi pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 berhasil mendorong mobilitas dan menjaga momentum aktivitas ekonomi nasional. Realisasi di sejumlah moda bahkan melampaui target yang ditetapkan.

Di sektor kereta api, diskon 30% tiket kereta ekonomi komersial PT KAI yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 mencatat realisasi 1,7 juta penumpang, atau 112,6% dari target 1,5 juta penumpang.

Baca Juga: Indef: Penghentian Insentif Mobil Listrik Berisiko Tingkatkan Beban APBN dan Ketergantungan BBM

Sementara pada angkutan laut, PT PELNI memberikan diskon tarif 20% di 25 kapal penumpang seluruh trayek. Realisasi penumpang menembus lebih dari 406 ribu orang, setara 100% dari target.

Di sektor penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon jasa pelabuhan hingga 100% di 16 pelabuhan dan delapan lintasan. Hasilnya, tercatat sekitar 206 ribu penumpang atau 90,9% dari target, serta 465 ribu kendaraan atau 94,5% dari target.

Adapun di transportasi udara, pemerintah menerapkan skema PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk tiket kelas ekonomi, diskon fuel surcharge, pemangkasan biaya jasa kebandarudaraan, serta perpanjangan jam operasional bandara. Kebijakan ini menurunkan harga tiket pesawat sekitar 13–14% dan mendorong realisasi 3,7 juta penumpang, atau 104,2% dari target.

Pemerintah berharap, dengan insentif Lebaran 2026 yang lebih besar dan terukur, stabilitas daya beli masyarakat tetap terjaga, sekaligus memastikan arus mudik berjalan lebih terkendali dan merata di berbagai moda transportasi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi