Akurat

Proof of Reserve Jadi Standar Baru Bursa Kripto, Ini Dampaknya ke Investor

Yosi Winosa | 16 Januari 2026, 20:55 WIB
Proof of Reserve Jadi Standar Baru Bursa Kripto, Ini Dampaknya ke Investor

AKURAT.CO Di tengah pesatnya pertumbuhan adopsi aset kripto di Indonesia, isu transparansi dan keamanan dana nasabah kembali menjadi perhatian utama publik.

Salah satu mekanisme yang kini mendapat sorotan adalah Proof of Reserves (PoR), sebuah sistem verifikasi cadangan aset yang memastikan dana pengguna benar-benar tersedia dan tidak disalahgunakan oleh bursa kripto.

Bagi investor muda, PoR menjadi indikator penting dalam menilai kredibilitas exchange. Tidak lagi sekadar fitur teknis, PoR kini dipandang sebagai pilar tata kelola bursa kripto sekaligus instrumen perlindungan konsumen di tengah volatilitas pasar global dan meningkatnya risiko sistemik industri aset digital.

Proof of Reserves (PoR), Pilar Transparansi Bursa Kripto

Pengamat pasar mata uang dan aset digital, Ibrahim Assuaibi, menegaskan bahwa Proof of Reserves merupakan instrumen krusial untuk memulihkan dan menjaga kepercayaan publik terhadap industri kripto.

Baca Juga: Tokocrypto Rilis Proof Of Reserves Perkuat Transparansi

Menurut Ibrahim, melalui mekanisme PoR, bursa memberikan akses kepada publik dan regulator untuk memverifikasi bahwa aset nasabah tersedia secara 1:1 dan tidak digunakan untuk aktivitas berisiko.

“Proof of Reserves adalah standar transparansi baru yang sudah mulai diinisiasi oleh dua exchange besar di Indonesia. Ini adalah fondasi utama bagi ekosistem kripto yang sehat, bukan sekadar kewajiban teknis,” ujar Ibrahim, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Dirinya menilai, tanpa transparansi cadangan aset, kepercayaan investor—khususnya generasi muda akan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Sinkronisasi PoR dan Regulasi UU P2SK Dinilai Mendesak

Lebih lanjut, Ibrahim menyoroti pentingnya sinkronisasi antara inisiatif industri seperti Proof of Reserves dengan regulasi formal. Kehadiran Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) dinilai menjadi payung hukum strategis dalam memperkuat kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi industri kripto.

Ia mendorong agar aspek transparansi seperti PoR diintegrasikan ke dalam revisi UU P2SK. Langkah ini dinilai penting untuk menekan potensi penyalahgunaan dana nasabah, khususnya praktik penggunaan dana pengguna untuk kepentingan operasional bursa.

Manfaat PoR bagi Pengawasan dan Stabilitas Pasar

Integrasi PoR dalam regulasi juga dinilai mampu meningkatkan akuntabilitas industri kripto. Melalui mekanisme ini, regulator memiliki wewenang pelacakan (tracking) yang lebih kuat, serupa dengan sistem audit di sektor perpajakan.

Selain itu, PoR berperan sebagai alat mitigasi risiko gagal bayar. Dengan cadangan aset yang terverifikasi, likuiditas bursa dapat tetap terjaga bahkan dalam kondisi pasar ekstrem, sehingga meminimalkan dampak sistemik bagi investor ritel.

Indodax Jadi Exchange Indonesia dengan PoR Terverifikasi Global

Di Indonesia, Indodax tercatat sebagai satu-satunya exchange resmi yang telah menerapkan Proof of Reserve terverifikasi di sistem blockchain global. Hingga pertengahan Januari 2026, total nilai PoR Indodax mencapai Rp13,5 triliun.

Indodax mengumumkan data Proof of Reserves melalui fitur khusus di CoinMarketCap, yang memungkinkan publik memverifikasi cadangan aset secara on-chain. Pencapaian ini menegaskan komitmen Indodax dalam menjaga cadangan aset 1:1 sekaligus mendorong transparansi yang dapat diaudit secara independen.

DPR Tegaskan Perlindungan Konsumen Jadi Fokus Revisi UU P2SK

Sebelumnya Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa fokus utama revisi UU P2SK adalah perlindungan konsumen dan penguatan pengawasan yang transparan.

Menurutnya, industri aset kripto wajib mengedepankan tata kelola yang prudent seiring pengakuan kripto sebagai bagian dari aset keuangan.

“Semangat revisi UU P2SK adalah melindungi konsumen dan memastikan pengawasan yang transparan. Setiap penyelenggara wajib menjalankan kegiatan dengan tata kelola yang kuat,” ujar Misbakhun.

Dirinya menambahkan, transparansi transaksi merupakan harga mati. Ke depan, setiap aktivitas perdagangan kripto harus dapat diidentifikasi secara jelas, mulai dari profil pelaku, sumber pendanaan, hingga pihak yang bertanggung jawab atas transaksi tersebut.

Bagaimana Proof of Reserves Bekerja?

Secara teknis, Proof of Reserves menggunakan metode kriptografis untuk membuktikan cadangan aset tanpa mengungkap data sensitif atau saldo individu pengguna. Melalui audit independen berkala, bursa membuktikan bahwa total aset yang disimpan secara on-chain setara atau melebihi total kewajiban kepada pengguna (liabilities).

Meski PoR bukan solusi tunggal atas seluruh risiko keamanan siber, mekanisme ini dinilai sebagai langkah revolusioner dalam membangun ekosistem kripto yang transparan dan berkelanjutan di Indonesia.

Integrasi inovasi teknologi seperti Proof of Reserves dengan ketegasan regulasi melalui UU P2SK menjadi kunci utama daya saing industri kripto nasional. Bagi investor, khususnya generasi muda, memilih exchange dengan PoR terverifikasi bukan lagi opsi tambahan, melainkan kebutuhan fundamental untuk menjaga keamanan aset di tengah dinamika pasar digital.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa