Harga di Bawah Buku, Lo Kheng Hong Kembali Borong Saham ABMM

AKURAT.CO Investor kawakan, Lo Kheng Hong, kembali menunjukkan keyakinannya terhadap saham PT ABM Investama Tbk (ABMM).
Di tengah pergerakan pasar saham yang fluktuatif, Lo Kheng Hong terpantau menambah kepemilikan saham ABMM, emiten batu bara yang dinilai masih memiliki valuasi menarik.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (11/1/2026) aksi ini menjadi sorotan pelaku pasar karena dilakukan saat harga saham ABMM masih berada di level Rp 2.000-an, jauh di bawah nilai bukunya.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), langkah ini mempertegas strategi investasi jangka panjang Lo Kheng Hong yang konsisten memburu saham undervalued dengan fundamental kuat.
Baca Juga: Deretan Saham yang Dimiliki Lo Kheng Hong pada 2026: Dari Batu Bara hingga Perbankan
Tak hanya valuasi murah, penguatan struktur pendanaan ABMM melalui kredit sindikasi jumbo juga menjadi faktor pendukung prospek saham ini ke depan.
Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan Saham ABMM
Berdasarkan data KSEI per 8 Januari 2026, Lo Kheng Hong tercatat menambah kepemilikan 100.000 saham ABMM. Dengan tambahan tersebut, ia kini menggenggam 154.115.300 saham, setara 5,6% dari total saham beredar.
Sebelumnya, Lo Kheng Hong memiliki 154.015.300 saham atau sekitar 5,59%. Aksi akumulasi ini memperlihatkan konsistensi sang investor legendaris dalam membangun posisi secara bertahap.
Salah satu alasan utama akumulasi ini adalah valuasi ABMM yang masih tergolong diskon. Rasio price to book value (PBV) saham ABMM tercatat hanya 0,54 kali.
Baca Juga: Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP, Sinyal Positif untuk Sektor Sawit
Mengacu pada harga saham per 9 Januari 2026 di level Rp 2.820, nilai buku atau book value ABMM per saham mencapai sekitar Rp 5.200. Artinya, saham ABMM diperdagangkan jauh di bawah nilai wajarnya secara fundamental.
PER Rendah, Fundamental Masih Menarik
Tak hanya PBV, rasio price earnings ratio (PER) ABMM juga tergolong rendah. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, PER ABMM berada di level 8,37 kali (annualized).
Rasio ini mengindikasikan bahwa saham ABMM masih relatif murah dibandingkan potensi laba yang dihasilkan, sehingga menarik bagi investor dengan pendekatan value investing.
Sedangkan dari sisi korporasi, ABMM juga memperkuat fundamental keuangannya. Pada 12 Desember 2025, ABMM bersama entitas usahanya PT Cipta Kridatama resmi menandatangani perjanjian kredit sindikasi dengan sejumlah bank nasional.
Melalui kesepakatan ini, perseroan memperoleh fasilitas kredit sebesar Rp 4,2 triliun, ditambah opsi accordion loan hingga Rp 1 triliun.
Struktur Pendanaan Lebih Kuat untuk Ekspansi
Sekretaris Perusahaan ABMM, Boogee Garystho Priyono, menjelaskan bahwa nilai fasilitas kredit tersebut setara dengan 36,03% dari total ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025.
Opsi akordeon dapat dimanfaatkan paling lambat dua tahun sejak penandatanganan perjanjian, dengan catatan seluruh persyaratan tambahan telah dipenuhi dan disetujui oleh kreditur.
Boogee menambahkan, fasilitas pembiayaan ini berasal dari perbankan dalam negeri sehingga dikecualikan dari kewajiban penggunaan penilai independen untuk transaksi material. Selain itu, transaksi tersebut juga tidak memerlukan persetujuan RUPS, sesuai ketentuan POJK 17/2020 Pasal 11 huruf b.
Prospek ABMM di Mata Investor
Dengan tambahan fasilitas pembiayaan ini, ABMM dinilai memiliki ruang pendanaan yang lebih solid untuk mendukung proyek pertambangan, operasional jasa kontraktor, serta strategi pertumbuhan jangka panjang.
Aksi akumulasi Lo Kheng Hong pun memperkuat persepsi pasar bahwa saham ABMM masih menyimpan potensi, terutama bagi investor yang mencari saham batu bara berfundamental kuat dengan valuasi relatif murah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










