Ditopang Pajak, Cadangan Devisa Desember 2025 Naik ke USD156,5 Miliar
Yosi Winosa | 8 Januari 2026, 21:22 WIB

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 mencapai USD156,5 miliar. Angka ini meningkat signifikan sebesar USD6,4 miliar dibandingkan posisi November 2025 yang tercatat USD150,1 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kenaikan cadangan devisa tersebut mencerminkan ketahanan eksternal perekonomian nasional yang tetap terjaga di tengah dinamika global.
Menurut Ramdan, tambahan cadangan devisa terutama ditopang oleh sejumlah sumber penerimaan. Di antaranya berasal dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global oleh pemerintah, serta realisasi penarikan pinjaman pemerintah.
Dirinya menjelaskan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor. Selain itu, cadangan tersebut juga mampu menutup kebutuhan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah selama sekitar 6,3 bulan.
Capaian tersebut dinilai berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulan impor. Kondisi ini memberikan ruang yang memadai bagi otoritas moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Lebih lanjut, BI memandang posisi cadangan devisa yang kuat menjadi bantalan penting dalam menghadapi potensi gejolak pasar keuangan global. Cadangan devisa juga berperan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia akan tetap solid. Keyakinan tersebut didukung oleh kecukupan cadangan devisa serta prospek aliran masuk modal asing yang diperkirakan berlanjut.
Ramdan menambahkan, persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang masih menarik menjadi faktor pendorong masuknya aliran modal asing ke dalam negeri.
Dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi, BI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah. Sinergi kebijakan dinilai penting untuk memperkokoh ketahanan eksternal di tengah tantangan global.
“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Ramdan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










