Bank Aladin Syariah Yakini Digitalisasi Dongkrak Inklusi Keuangan Syariah

AKURAT.CO Bank Aladin Syariah optimistis perbankan digital dapat menjadi katalis utama dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah di Indonesia, terutama di tengah tantangan geografis sebagai negara kepulauan dan masih rendahnya tingkat inklusi keuangan syariah nasional.
Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko T Rachmadi, menilai karakteristik geografis Indonesia membuat akses layanan keuangan belum merata. Menurutnya, digitalisasi membuka peluang besar untuk menjangkau masyarakat yang selama ini sulit dilayani oleh perbankan konvensional berbasis jaringan kantor fisik.
“Indonesia itu negara kepulauan dengan tantangan akses yang luar biasa. Digitalisasi menjadi salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat yang selama ini sulit dilayani,” ujar Koko saat berbincang dengan media di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Digital Banking Jadi Pintu Masuk Inklusi Syariah
Koko menilai, perbankan digital memungkinkan masyarakat mengakses layanan keuangan syariah secara lebih mudah, cepat, dan efisien, sekaligus berpotensi mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Baca Juga: Bank Aladin Syariah Tebar Sembako untuk Sapa Nasabah Ala Pensiun Lebih Dekat
Hal ini relevan dengan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, yang mencatat tingkat literasi keuangan syariah mencapai 43,42%, sementara tingkat inklusinya masih relatif rendah, yakni 13,41%.
Menurut Koko, salah satu tantangan utama adalah definisi inklusi keuangan syariah yang masih terlalu sempit. Ia mendontohkan, sekitar 300.000 karyawan Alfamart menggunakan layanan payroll dari Bank Aladin Syariah. Namun tidak semua karyawan tersebut menyadari bahwa mereka sejatinya sudah terinklusi keuangan syariah.
“Inklusi syariah tidak seharusnya hanya diukur dari kepemilikan rekening bank syariah. Pengguna layanan pegadaian syariah atau multifinance syariah juga seharusnya masuk dalam cakupan inklusi,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, kemudahan pembukaan rekening melalui kanal digital dinilai dapat menjadi entry point bagi masyarakat untuk mulai terhubung dengan ekosistem keuangan syariah. “Dengan sistem digital, masyarakat bisa membuka rekening dengan lebih sederhana,” kata Koko.
Kinerja 2025: Nasabah Tumbuh, Aset Tembus Rp14 Triliun
Optimisme tersebut ditopang oleh kinerja Bank Aladin sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan nasabah aktif lebih dari 30% secara tahunan (year on year/yoy), yang turut mendorong peningkatan aset secara signifikan.
Hingga November 2025, total aset Bank Aladin Syariah tercatat mencapai Rp14,2 triliun, melampaui level Rp10 triliun yang menjadi milestone penting bagi bank digital syariah.
Koko menilai capaian ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan perbankan digital berbasis syariah, sekaligus mengindikasikan mulai menguatnya model bank syariah berbasis teknologi di pasar domestik.
Meski demikian, ia menegaskan fokus utama perseroan tetap pada penguatan fundamental bisnis. “Tahun 2025 ini kita tutup dengan performa yang Alhamdulillah menggembirakan. Kita cukup sehat sebagai bank dan masih bisa bertumbuh,” ujarnya.
Strategi 2026: Kedekatan Nasabah dan Efisiensi Digital
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Bank Aladin mengembangkan sejumlah program yang diarahkan pada kedekatan jangka panjang dengan nasabah. Salah satunya adalah program Ala Pensiun, yang menyasar kebutuhan persiapan masa tua sekaligus memperkuat loyalitas pengguna layanan.
Selain itu, Bank Aladin terus memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas jangkauan layanan tanpa ketergantungan pada jaringan kantor fisik. Pendekatan ini dinilai tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memungkinkan ekspansi layanan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Target Dua Digit dan Peran di Ekosistem Haji
Ke depan, Bank Aladin menargetkan pertumbuhan dua digit pada 2026, dengan tetap mencermati dinamika ekonomi global. Perseroan juga telah ditunjuk sebagai bank penerima setoran dana haji, yang semakin memperkuat peran Bank Aladin dalam ekosistem keuangan syariah nasional.
Dengan kombinasi digitalisasi, penguatan fundamental, dan fokus pada inklusi, Bank Aladin Syariah memposisikan diri sebagai salah satu pemain kunci dalam transformasi industri perbankan syariah Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










