Akurat

Deretan Saham yang Dimiliki Lo Kheng Hong pada 2026: Dari Batu Bara hingga Perbankan

Idham Nur Indrajaya | 7 Januari 2026, 17:16 WIB
Deretan Saham yang Dimiliki Lo Kheng Hong pada 2026: Dari Batu Bara hingga Perbankan

AKURAT.CO Nama Lo Kheng Hong kembali mencuri perhatian pelaku pasar modal Indonesia di awal 2026. Investor legendaris yang kerap dijuluki Warren Buffett Indonesia ini tercatat masih menggenggam saham-saham bernilai fundamental kuat di berbagai sektor strategis. Berdasarkan data per 2 Januari 2026, Lo Kheng Hong tetap konsisten menjadi pemegang saham individu terbesar di sejumlah emiten, mulai dari perkebunan sawit, batu bara, properti, hingga perbankan.

Siapa Lo Kheng Hong, saham apa saja yang dimilikinya, dan mengapa portofolionya terus relevan hingga sekarang? Artikel ini mengulas secara lengkap daftar saham Lo Kheng Hong sekaligus strategi investasi jangka panjang yang membuatnya tetap jadi panutan investor ritel.

Lo Kheng Hong dan Strategi Investasi Jangka Panjang

Lo Kheng Hong dikenal sebagai investor yang mengedepankan analisis fundamental dan kesabaran ekstrem. Prinsipnya sederhana: membeli saham perusahaan bagus di harga wajar, lalu menyimpannya dalam jangka panjang. Pendekatan ini membuat portofolionya tersebar di lintas sektor, namun tetap selektif.

Memasuki 2026, strateginya tidak banyak berubah. Ia tetap fokus pada emiten yang memiliki kinerja keuangan solid, valuasi menarik, serta potensi pembagian dividen yang konsisten.

Daftar Saham Lo Kheng Hong di Berbagai Sektor Strategis

Dominasi di Sektor Perkebunan Sawit

Di sektor perkebunan, Lo Kheng Hong tercatat sebagai investor individu terbesar di PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Ia menggenggam sekitar 779,20 juta saham atau setara 5,03% dari total saham beredar.

Kepemilikan ini mencerminkan keyakinannya terhadap bisnis sawit sebagai sektor berbasis komoditas yang masih memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, terutama untuk kebutuhan pangan dan energi.

Saham Batu Bara yang Masih Jadi Andalan

Sektor batu bara juga menjadi salah satu pilar portofolio Lo Kheng Hong. Namanya tercatat mendominasi kepemilikan di PT ABM Investama Tbk (ABMM) dengan 151,01 juta saham atau sekitar 5,59%.

Menurut Lo Kheng Hong, sektor batu bara masih menarik dicermati sepanjang 2026. Meski sering dianggap siklikal, ia menilai valuasi dan kinerja keuangan beberapa emiten batu bara masih menawarkan peluang bagi investor jangka panjang.

Properti: Konsisten Meski Siklus Panjang

Di sektor properti, Lo Kheng Hong menggenggam 695,06 juta saham PT Intiland Development Tbk (DILD) atau sekitar 6,71%. Kepemilikan ini menegaskan konsistensinya dalam diversifikasi lintas sektor.

Properti dikenal sebagai sektor dengan siklus panjang, namun Lo Kheng Hong tetap melihat nilai pada perusahaan yang memiliki land bank kuat dan manajemen yang berpengalaman.

Emiten Lain dengan Kepemilikan di Atas 5%

Selain SIMP, ABMM, dan DILD, Lo Kheng Hong juga tercatat sebagai pemegang saham dengan porsi signifikan di beberapa emiten lain, di antaranya:

  • PT Global Mediacom Tbk (BMTR)

  • PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)

Khusus untuk GJTL, ia menilai valuasi sahamnya masih berada di level menarik. Sepanjang 2025, kepemilikannya di sejumlah saham tersebut meningkat secara bertahap melalui proses akumulasi.

Saham Perbankan dan Aliran Dividen Jumbo

Salah satu sorotan utama portofolio Lo Kheng Hong menjelang 2026 adalah sektor perbankan. Ia menilai penurunan suku bunga deposito berpotensi mendorong aliran dana ke pasar saham, khususnya bank-bank besar.

Hingga akhir Desember 2025, Lo Kheng Hong tercatat masih menggenggam sekitar 74,95 juta saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Jika kepemilikan ini tidak berubah, dividen interim yang berpotensi ia terima pada Januari 2026 diperkirakan mencapai Rp10,26 miliar.

Saham BBRI tersebut dikumpulkan sejak akhir 2024 hingga awal 2025, dengan harga beli di kisaran Rp3.390 per saham. Dividen dari sektor perbankan menjadi salah satu sumber pendapatan pasif terbesarnya.

Baca Juga: Ketahui Skandal Backdating Saham yang Mengguncang Apple dan Steve Jobs

Baca Juga: Saham Oracle Meroket Usai Pengumuman Joint Venture dengan TikTok

Dividen Miliaran Rupiah dari Berbagai Emiten

Tidak hanya dari BBRI, sepanjang 2025 Lo Kheng Hong menikmati aliran dividen miliaran rupiah dari sejumlah saham lain seperti PGAS, ABMM, dan NISP. Konsistensi dividen ini memperkuat ciri khas strateginya yang tidak hanya mengejar capital gain, tetapi juga arus kas rutin.

Bagi Lo Kheng Hong, dividen adalah bukti nyata kualitas fundamental perusahaan yang ia pilih.

Optimisme Pasar Saham Indonesia di 2026

Memasuki 2026, Lo Kheng Hong memandang pasar saham Indonesia masih memiliki prospek positif. Selain faktor suku bunga, ia menilai saham perbankan berkapitalisasi besar masih berada pada level valuasi yang relatif menarik.

Di luar perbankan, sektor batu bara dan perkebunan juga tetap masuk radar investasinya. Pandangan ini sejalan dengan komposisi portofolio yang ia bangun selama bertahun-tahun.

Perjalanan Lo Kheng Hong, dari seorang klerek bank bergaji puluhan ribu rupiah hingga menjadi investor ritel terbesar di berbagai emiten, kembali menjadi pengingat bahwa kesabaran, disiplin, dan fokus pada fundamental tetap relevan di pasar saham.

Kesimpulan

Daftar saham Lo Kheng Hong pada 2026 menunjukkan satu benang merah: konsistensi. Portofolionya tersebar di berbagai sektor, namun tetap berangkat dari prinsip yang sama—mencari perusahaan dengan fundamental kuat dan valuasi masuk akal.

Bagi investor yang ingin memahami pola investasi jangka panjang, portofolio Lo Kheng Hong bisa menjadi referensi menarik untuk dipelajari, bukan ditiru mentah-mentah. Jika kamu tertarik mengikuti perkembangan saham-saham yang ia miliki, pantau terus update pasar modal dan analisis lanjutan di AKURAT.CO.

Baca Juga: Purbaya Siap Beri Insentif ke Bursa Jika Saham Gorengan Diberantas

Baca Juga: Mengenal Order Book dan Cara Membacanya agar Trading Saham Lebih Efektif

FAQ

Siapa Lo Kheng Hong?

Lo Kheng Hong adalah investor legendaris Indonesia yang dikenal dengan strategi investasi jangka panjang berbasis fundamental. Ia kerap dijuluki Warren Buffett Indonesia karena konsistensinya membeli saham undervalued dan menyimpannya dalam waktu lama.

Saham apa saja yang dimiliki Lo Kheng Hong pada 2026?

Berdasarkan data per 2 Januari 2026, Lo Kheng Hong tercatat memiliki saham di berbagai sektor, antara lain:

  • PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)

  • PT ABM Investama Tbk (ABMM)

  • PT Intiland Development Tbk (DILD)

  • PT Global Mediacom Tbk (BMTR)

  • PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Apa sektor favorit Lo Kheng Hong dalam berinvestasi?

Portofolio Lo Kheng Hong tersebar di beberapa sektor utama seperti perkebunan sawit, batu bara, properti, dan perbankan. Diversifikasi ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan risiko sekaligus memanfaatkan peluang dari sektor-sektor strategis.

Mengapa Lo Kheng Hong masih tertarik pada saham batu bara?

Lo Kheng Hong menilai sektor batu bara masih memiliki potensi menarik, terutama dari sisi valuasi dan kinerja keuangan perusahaan. Meski bersifat siklikal, ia melihat beberapa emiten batu bara masih layak dikoleksi untuk jangka menengah hingga panjang.

Apakah Lo Kheng Hong masih memegang saham perbankan?

Ya. Hingga akhir Desember 2025, Lo Kheng Hong tercatat masih menggenggam sekitar 74,95 juta saham BBRI. Kepemilikan ini berpotensi memberinya dividen interim sekitar Rp10,26 miliar pada Januari 2026.

Dari mana Lo Kheng Hong memperoleh dividen terbesar?

Sepanjang 2025, Lo Kheng Hong menerima dividen miliaran rupiah dari beberapa emiten, antara lain PGAS, ABMM, dan NISP. Dividen dari saham perbankan juga menjadi salah satu sumber pendapatan pasif terbesarnya.

Apa pandangan Lo Kheng Hong terhadap pasar saham Indonesia di 2026?

Lo Kheng Hong memandang pasar saham Indonesia masih prospektif pada 2026. Ia menilai penurunan suku bunga deposito dapat mendorong aliran dana ke saham, khususnya saham perbankan berkapitalisasi besar.

Apakah strategi investasi Lo Kheng Hong cocok untuk investor pemula?

Strategi Lo Kheng Hong menekankan kesabaran, analisis fundamental, dan jangka panjang. Meski prinsipnya bisa dipelajari, investor tetap disarankan menyesuaikan strategi dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.

Apakah Lo Kheng Hong sering melakukan jual beli saham?

Tidak. Ia dikenal jarang melakukan transaksi jangka pendek. Sebagian besar saham dalam portofolionya dikumpulkan melalui proses akumulasi bertahap dan disimpan dalam waktu lama.

Mengapa saham yang dimiliki Lo Kheng Hong sering jadi perhatian investor?

Karena rekam jejaknya yang konsisten, saham-saham yang dimiliki Lo Kheng Hong sering dijadikan referensi oleh investor ritel. Namun, keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada analisis pribadi, bukan sekadar mengikuti tokoh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.