Akurat

Skenario Bearish Bitcoin di 2026: Bisa Sentuh USD60.000 di Akhir Tahun

Hefriday | 3 Januari 2026, 22:51 WIB
Skenario Bearish Bitcoin di 2026: Bisa Sentuh USD60.000 di Akhir Tahun

AKURAT.CO Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan menjelang proyeksi penghujung tahun atau kuartal IV-2026. Di tengah pergerakan pasar kripto yang volatil, investor kripto awal Michael Terpin melontarkan pandangan bearish terkait potensi level harga terendah Bitcoin. 

Pernyataan ini memicu diskusi luas di kalangan pelaku pasar mengenai arah jangka panjang aset kripto terbesar di dunia tersebut. Dikutip dari BeinCrypto, Sabtu (3/1/2026) berdasarkan data pasar terbaru, harga Bitcoin saat ini berada di kisaran Rp1,5 miliar per unit dengan kapitalisasi pasar mendekati Rp29.775 triliun. 
 
Volume perdagangan tercatat mencapai ratusan triliun rupiah, mencerminkan likuiditas yang masih kuat di pasar kripto global. Meski demikian, prediksi koreksi tajam tetap membayangi pergerakan harga ke depan.

Michael Terpin, sebagaimana dikutip media kripto internasional U.Today, memperkirakan Bitcoin berpotensi menyentuh level terendah di sekitar USD60.000 pada kuartal IV-2026. 
 
 
Jika dikonversi dengan asumsi kurs Rp16.708 per USD, level tersebut setara dengan sekitar Rp1 triliun. Proyeksi ini dinilai cukup ekstrem karena mencerminkan penurunan signifikan dibandingkan harga historis Bitcoin saat ini.

Menurut Terpin, potensi koreksi tersebut tidak terlepas dari siklus pasar kripto yang cenderung berulang, di mana fase kenaikan tajam kerap diikuti oleh periode penurunan yang dalam. Volatilitas tinggi dinilai masih menjadi karakter utama pasar Bitcoin, terutama ketika sentimen global dan kebijakan moneter belum sepenuhnya stabil.

Meski menyampaikan pandangan bearish dalam jangka menengah, Terpin menegaskan bahwa skenario tersebut bukan berarti berakhirnya prospek Bitcoin. Ia menilai penurunan harga justru dapat menjadi momentum akumulasi yang menarik bagi investor jangka panjang yang memiliki toleransi risiko lebih tinggi.

Prospek jangka panjang Bitcoin dinilai masih ditopang oleh sejumlah faktor fundamental. Di antaranya adalah meningkatnya adopsi global, keterbatasan suplai Bitcoin yang semakin ketat, serta potensi pertumbuhan permintaan dari investor institusional. Faktor-faktor ini diyakini dapat menopang pemulihan harga setelah fase koreksi berlalu.

Terpin juga memproyeksikan bahwa periode 2026 hingga 2027 berpotensi menjadi fase akumulasi sebelum memasuki siklus bull berikutnya. Dalam pandangannya, lonjakan harga signifikan baru berpeluang terjadi pada rentang 2028 hingga 2029, seiring dengan matangnya siklus pasar dan meningkatnya partisipasi investor besar.

Fase akumulasi umumnya ditandai dengan harga yang relatif rendah dan meningkatnya minat beli dari pelaku pasar strategis. Dalam konteks ini, Bitcoin dinilai masih menarik sebagai aset lindung nilai jangka panjang meskipun menghadapi tekanan harga dalam jangka pendek.

Di sisi lain, prediksi penurunan ke level USD60.000 juga mencerminkan tantangan likuiditas dan dinamika volatilitas pasar kripto. Tekanan jual yang meningkat secara tiba-tiba dapat menguji level-level psikologis penting, sehingga menuntut kehati-hatian lebih dari investor dan trader dalam menyusun strategi.

Namun demikian, pemulihan harga tetap diharapkan terjadi setelah fase koreksi. Terpin menilai akumulasi oleh investor besar, termasuk melalui instrumen seperti exchange-traded fund (ETF) Bitcoin, berpotensi menyerap pasokan di pasar dan memperketat likuiditas.

Dengan kombinasi antara koreksi jangka menengah dan optimisme jangka panjang, pergerakan Bitcoin menuju Q4 2026 diperkirakan akan tetap dinamis. Bagi investor, kondisi ini menegaskan pentingnya manajemen risiko serta pemahaman terhadap siklus pasar dalam mengambil keputusan investasi di aset kripto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa