Didorong Upgrade Jaringan, Proyeksi Harga ETH Melambung di 2026
Hefriday | 20 Desember 2025, 10:05 WIB

AKURAT.CO Ethereum kembali menjadi sorotan pelaku pasar aset kripto seiring proyeksi kenaikan harga Ether (ETH) dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut proyeksi Citi Bank, harga ETH pada 2026 diperkirakan dapat mencapai kisaran USD5.440, didorong oleh sejumlah katalis fundamental, mulai dari penguatan ekosistem Web3 hingga rangkaian upgrade besar pada jaringan Ethereum.
Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (20/12/2025) Ethereum merupakan blockchain open-source dan terdesentralisasi yang dirancang untuk menjalankan smart contract serta aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Berbeda dengan Bitcoin yang lebih dikenal sebagai alat pembayaran dan penyimpan nilai, Ethereum dikembangkan sebagai platform komputasi global berbasis blockchain.
Dalam ekosistem ini, Ether (ETH) berperan sebagai aset kripto native yang digunakan untuk membayar biaya transaksi atau gas fee, melakukan staking bagi validator jaringan, hingga menjadi alat tukar di berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Dengan kata lain, Ethereum adalah platformnya, sementara ETH adalah mata uang yang menggerakkan aktivitas di dalamnya.
Salah satu kekuatan utama Ethereum terletak pada besarnya ekosistem yang telah terbangun. Jaringan ini memiliki jumlah pengembang terbanyak di industri kripto, ribuan dApps aktif, serta dominasi pada sektor DeFi dan non-fungible token (NFT).
Salah satu kekuatan utama Ethereum terletak pada besarnya ekosistem yang telah terbangun. Jaringan ini memiliki jumlah pengembang terbanyak di industri kripto, ribuan dApps aktif, serta dominasi pada sektor DeFi dan non-fungible token (NFT).
Banyak inovasi Web3 global pertama kali lahir dan berkembang di atas blockchain Ethereum.
Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas smart contract yang memungkinkan kontrak digital berjalan otomatis tanpa perantara. Teknologi ini membuka peluang luas, mulai dari layanan keuangan tanpa bank, marketplace NFT, hingga organisasi otonom terdesentralisasi atau decentralized autonomous organization (DAO).
Dari sisi keamanan, Ethereum dinilai telah teruji waktu. Sejak diluncurkan pada 2015, jaringan ini beroperasi dengan ribuan node dan validator yang tersebar secara global.
Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas smart contract yang memungkinkan kontrak digital berjalan otomatis tanpa perantara. Teknologi ini membuka peluang luas, mulai dari layanan keuangan tanpa bank, marketplace NFT, hingga organisasi otonom terdesentralisasi atau decentralized autonomous organization (DAO).
Dari sisi keamanan, Ethereum dinilai telah teruji waktu. Sejak diluncurkan pada 2015, jaringan ini beroperasi dengan ribuan node dan validator yang tersebar secara global.
Peralihan mekanisme konsensus ke Proof of Stake (PoS) melalui The Merge pada 2022 juga berhasil memangkas konsumsi energi lebih dari 99 persen sekaligus meningkatkan efisiensi jaringan.
Meski demikian, Ethereum tidak lepas dari tantangan. Biaya transaksi di layer utama masih dapat melonjak saat jaringan padat, sementara skalabilitas menjadi isu yang terus dibenahi. Kompleksitas teknis bagi pemula dan persaingan dari blockchain alternatif juga menjadi perhatian pasar.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Ethereum secara konsisten melakukan pembaruan jaringan. Setelah Dencun Upgrade pada 2024 dan Pectra Upgrade pada 2025, Ethereum dijadwalkan meluncurkan upgrade besar Fusaka pada Desember 2025.
Meski demikian, Ethereum tidak lepas dari tantangan. Biaya transaksi di layer utama masih dapat melonjak saat jaringan padat, sementara skalabilitas menjadi isu yang terus dibenahi. Kompleksitas teknis bagi pemula dan persaingan dari blockchain alternatif juga menjadi perhatian pasar.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Ethereum secara konsisten melakukan pembaruan jaringan. Setelah Dencun Upgrade pada 2024 dan Pectra Upgrade pada 2025, Ethereum dijadwalkan meluncurkan upgrade besar Fusaka pada Desember 2025.
Pembaruan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas jaringan, menurunkan biaya transaksi di Layer 2, serta memperkuat fondasi teknis Ethereum untuk adopsi global.
Fusaka merupakan kombinasi pembaruan di consensus layer dan execution layer yang diharapkan mampu mendukung ratusan ribu transaksi per detik melalui solusi Layer 2, tanpa mengorbankan keamanan dan desentralisasi. Upgrade ini dinilai menjadi salah satu katalis penting bagi prospek jangka panjang Ethereum.
Dari sisi ekonomi token, Ethereum memang tidak memiliki batas suplai maksimum seperti Bitcoin. Namun, sejak diterapkannya EIP-1559, sebagian ETH dibakar pada setiap transaksi. Mekanisme ini membuat suplai ETH lebih terkendali dan berpotensi bersifat deflasi ketika aktivitas jaringan meningkat.
Dalam praktiknya, Ethereum telah digunakan secara nyata di berbagai sektor, mulai dari layanan DeFi seperti lending dan decentralized exchange (DEX), NFT untuk seni digital dan gim, stablecoin seperti USDC dan DAI, hingga tokenisasi aset dunia nyata. Adopsi institusional juga terus meningkat, seiring kehadiran produk ETF Ethereum spot di sejumlah negara.
Di Indonesia, minat terhadap investasi Ethereum turut meningkat. Investor disarankan menggunakan platform perdagangan aset kripto yang legal dan diawasi regulator. Salah satunya adalah Pluang, exchange resmi yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti, serta telah mengantongi sertifikasi keamanan ISO/IEC 27001.
Ethereum diproyeksikan tetap menjadi tulang punggung ekosistem Web3 global, didukung oleh inovasi teknologi berkelanjutan, pertumbuhan DeFi, serta meningkatnya adopsi institusi. Meski potensi pertumbuhan dinilai besar, investor tetap diimbau memahami risiko pasar, mengelola portofolio secara bijak, dan memulai investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Fusaka merupakan kombinasi pembaruan di consensus layer dan execution layer yang diharapkan mampu mendukung ratusan ribu transaksi per detik melalui solusi Layer 2, tanpa mengorbankan keamanan dan desentralisasi. Upgrade ini dinilai menjadi salah satu katalis penting bagi prospek jangka panjang Ethereum.
Dari sisi ekonomi token, Ethereum memang tidak memiliki batas suplai maksimum seperti Bitcoin. Namun, sejak diterapkannya EIP-1559, sebagian ETH dibakar pada setiap transaksi. Mekanisme ini membuat suplai ETH lebih terkendali dan berpotensi bersifat deflasi ketika aktivitas jaringan meningkat.
Dalam praktiknya, Ethereum telah digunakan secara nyata di berbagai sektor, mulai dari layanan DeFi seperti lending dan decentralized exchange (DEX), NFT untuk seni digital dan gim, stablecoin seperti USDC dan DAI, hingga tokenisasi aset dunia nyata. Adopsi institusional juga terus meningkat, seiring kehadiran produk ETF Ethereum spot di sejumlah negara.
Di Indonesia, minat terhadap investasi Ethereum turut meningkat. Investor disarankan menggunakan platform perdagangan aset kripto yang legal dan diawasi regulator. Salah satunya adalah Pluang, exchange resmi yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti, serta telah mengantongi sertifikasi keamanan ISO/IEC 27001.
Ethereum diproyeksikan tetap menjadi tulang punggung ekosistem Web3 global, didukung oleh inovasi teknologi berkelanjutan, pertumbuhan DeFi, serta meningkatnya adopsi institusi. Meski potensi pertumbuhan dinilai besar, investor tetap diimbau memahami risiko pasar, mengelola portofolio secara bijak, dan memulai investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









