Akurat

Investor Ritel Kian Dominan, IHSG Diproyeksi Melejit ke Level 9.000

Hefriday | 10 Desember 2025, 07:50 WIB
Investor Ritel Kian Dominan, IHSG Diproyeksi Melejit ke Level 9.000

AKURAT.CO Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang besar menembus level 9.000 dalam waktu dekat.

Dirinya menilai, kekuatan transaksi investor ritel menjadi motor penggerak penting yang mampu mendorong indeks menuju rekor baru tersebut.

Oki mengatakan, pergerakan IHSG dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan pola penguatan yang konsisten. Menurutnya, indeks sudah berulang kali menyentuh level tertinggi baru, sehingga kenaikan menuju 9.000 hanya menunggu momentum final.

Baca Juga: IHSG Tembus 8.600, Purbaya Klaim Pasar Kini Lebih Optimistis

“Kita lihat aja udah berapa kali touch peak-nya, sudah 20 kali. Jadi kalau bisa achieve 9.000, itu cuma soal waktu. Saya yakin dengan kekuatan investor ritel saat ini, kemungkinan itu sangat besar,” ujarnya dalam Media Gathering Mandiri Sekuritas di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Dirinya menjelaskan, kondisi pasar modal Indonesia saat ini berada dalam tren positif, ditopang valuasi saham yang dinilai masih atraktif.

Menjelang akhir tahun, menurutnya, sebagian besar saham berada pada level harga yang menawarkan potensi pertumbuhan menarik untuk tahun depan.

Oki menambahkan, proyeksi pertumbuhan kinerja emiten juga menjadi faktor pendorong keyakinannya. Ia menyebut, ekspektasi kenaikan Earnings Per Share (EPS) pada tahun depan berada di kisaran 12%, sementara imbal hasil obligasi (bond yield) menunjukkan tren penurunan.

“Valuasi sekarang masih murah, sementara tahun depan ekspektasi growth EPS itu 12 persen. Bond yield juga turun, jadi kondisi ini sangat baik untuk pasar modal,” katanya.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Uji Support 8.300 Imbas Tekanan Global dan Pelemahan Rupiah

Dalam momentum tersebut, Oki merekomendasikan investor untuk mulai menempatkan portofolio mereka sejak sekarang. Menurutnya, periode akhir tahun hingga memasuki 2026 adalah waktu yang ideal untuk mengoptimalkan potensi penguatan pasar.

“Ini momentum luar biasa. Pegang investasinya dari sekarang sampai tahun depan minimal. Potensinya besar,” ujarnya.

Meski demikian, Mandiri Sekuritas tetap mengimbau investor untuk berhati-hati dan memperhatikan prinsip dasar dalam berinvestasi.

Oki menekankan pentingnya mencermati fundamental emiten, analisis teknikal, kondisi likuiditas, serta rekam jejak perusahaan sebelum mengambil keputusan.

“Lihat fundamental-nya, lihat technical-nya, lihat liquidity-nya. Banyak saham yang bagus, tidak hanya blue-chip. Di luar blue-chip pun banyak yang fundamentalnya kuat dan punya cerita pertumbuhan menarik,” imbuhnya.

Di sisi lain, pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (9/12/2025) justru ditutup dalam zona merah. Indeks terkoreksi 53,51 poin atau 0,61% ke level 8.657,18. Koreksi ini terjadi di tengah tingginya aktivitas transaksi di pasar reguler.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total frekuensi perdagangan hari itu mencapai 3.115.997 kali transaksi. Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 54,21 miliar lembar dengan nilai transaksi harian sebesar Rp26,17 triliun.

Adapun dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 250 saham berhasil menguat, sementara 432 saham melemah dan 119 saham tercatat stagnan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih mencermati sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakan indeks menjelang penutupan tahun.

Kendati demikian, Oki meyakini volatilitas jangka pendek tidak akan mengubah arah besar IHSG yang masih berpotensi melaju ke level psikologis baru.

Dirinya berharap, konsistensi investor ritel dan perbaikan indikator ekonomi dapat menjadi katalis positif dalam beberapa bulan mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi