Akurat

Waspada Rug Pull: Cara Kerja, Ciri-ciri dan Langkah Lindungi Dana Investor

Yosi Winosa | 14 November 2025, 07:09 WIB
Waspada Rug Pull: Cara Kerja, Ciri-ciri dan Langkah Lindungi Dana Investor

AKURAT.CO Seiring tumbuhnya minat publik terhadap aset kripto, praktik curang seperti rug pull kian menjadi ancaman serius. Modus ini meraup dana investor dengan cepat lalu menghilang, meninggalkan token yang nilainya runtuh menjadi nol.

Karena karakter industri kripto yang terdesentralisasi dan anonim, korban sering kali kesulitan menelusuri pelaku dan mendapatkan ganti rugi.

Dikutip dari beberapa sumber, Jumat (14/11/2025) Rug pull biasanya berjalan cepat dan terstruktur.
 
Pada tahap awal, pengembang memperkenalkan token atau proyek DeFi, membangun narasi dan hype lewat media sosial, di antaranya Telegram, X (Twitter), Discord, atau kanal YouTube, serta memanfaatkan influencer untuk menjaring investor. 
 
 
Setelah cukup banyak dana masuk, pelaku menjalankan aksi penipuan yang umum berbentuk tiga skenario, yaitu menarik seluruh likuiditas dari liquidity pool, menjual (dump) token mereka secara besar-besaran, atau menyusun smart contract yang membatasi hak jual bagi investor selain pembuat.
 
Hasilnya, harga ambruk dan investor tidak bisa menukar atau menjual token mereka.

Industri DeFi yang masih relatif muda dan fitur pseudonimitas blockchain membuka celah besar untuk skema semacam ini. Penipuan bisa berasal dari akun palsu, kampanye pemasaran yang menipu, atau kode kontrak pintar yang sengaja dibuat rentan. 
 
Laporan-laporan kriminalitas kripto menunjukkan bahwa kerugian miliaran dolar terjadi tiap tahun, dengan variasi penipuan mulai dari pump-and-dump hingga skema Ponzi yang disamarkan sebagai proyek inovatif.

Ciri-ciri Rug Pull

Mendeteksi potensi rug pull dapat dimulai dari beberapa indikator sederhana.
 
Pertama, tim pengembang yang anonim atau informasi latar belakang yang tidak dapat diverifikasi merupakan tanda bahaya utama.
 
Proyek yang serius lazimnya transparan soal tim, penasehat, dan jejak rekam profesional mereka. 
 
Kedua, pola interaksi komunitas yang terkesan artifisial, yaitu moderator yang menutup pertanyaan kritis, pengikut palsu, atau percakapan berulang tentang 'profit tinggi tanpa risiko' patut dicurigai.

Ketiga, ketiadaan audit kontrak pintar oleh pihak ketiga yang kredibel meningkatkan kemungkinan eksploitasi teknis. Audit independen tidak menjamin keamanan 100%, tetapi menjadi praktik standar bagi proyek yang ingin membangun kepercayaan. 
 
Keempat, tidak adanya time lock atau mekanisme penguncian likuiditas menandakan pembuat masih bisa menarik dana kapan saja. 
 
Kelima, distribusi token yang timpang ketika sebagian besar pasokan dikuasai oleh kelompok kecil memberi kemampuan kepada segelintir pihak untuk memanipulasi harga.

Sejumlah kasus besar menjadi pelajaran pahit. Dari OneCoin yang merupakan skema Ponzi raksasa hingga exit scam pada exchange dan proyek NFT seperti Thodex, Squid Game token, Frosties, dan lain-lain, para pelaku memanfaatkan euforia pasar dan celah regulasi untuk menguras dana investor. 
 
Kasus-kasus ini menegaskan bahwa rug pull tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap ekosistem kripto secara luas.

Tips Menghindari Rug Pull

Untuk meminimalkan risiko menjadi korban, investor disarankan menerapkan sikap skeptis sehat dan disiplin riset mandiri (DYOR).
 
Jangan terburu-buru menanamkan modal karena dorongan FOMO, beri waktu untuk mengamati proyek dalam beberapa hari atau minggu untuk melihat apakah klaim-klaimnya dapat dipertanggungjawabkan. 
 
Pelajari whitepaper, cek audit smart contract, verifikasi kepemilikan likuiditas, dan lihat distribusi token pada alamat publik. Selain itu, gunakan only-bet-what-you-can-afford-to-lose sebagai prinsip dasar dalam investasi kripto.

Langkah teknis lain yang membantu adalah memeriksa jejak on-chain, yakni apakah pengembang memindahkan token ke dompet pribadi, atau apakah likuiditas dikunci dalam kontrak yang transparan. 
 
Mengandalkan platform dan exchange yang berlisensi serta memiliki reputasi juga mengurangi risiko, karena entitas semacam itu biasanya menerapkan prosedur kepatuhan dan perlindungan pengguna yang lebih ketat.

Walaupun tidak ada jaminan mutlak untuk terhindar dari rug pull, kombinasi kewaspadaan, penelitian mendalam, dan penggunaan praktik keamanan yang baik akan mengurangi peluang menjadi korban. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa