Optimisme Pasar Modal Menguat, Asing Kembali Serbu Saham RI

AKURAT.CO Optimisme di pasar modal Indonesia terus menguat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp12,96 triliun di pasar saham domestik sepanjang Oktober 2025.
Capaian ini menandai berlanjutnya tren positif pasar modal di tengah membaiknya sentimen global dan stabilnya ekonomi nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengungkapkan bahwa sepanjang Oktober, investor asing melakukan aksi beli senilai Rp179,61 triliun dan aksi jual senilai Rp166,63 triliun. Dari selisih tersebut, terbentuk net buy sebesar Rp12,96 triliun.
Baca Juga: Tak Hambat Kredit, Bos OJK Sebut SLIK Bersifat Netral
“Kinerja pasar modal domestik pada Oktober 2025 melanjutkan tren positif, didukung oleh membaiknya sentimen global dan terjaganya kinerja perekonomian domestik,” ujar Inarno dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Jumat (7/11/2025).
Meski demikian, secara year to date (ytd) atau sepanjang tahun 2025, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp41,79 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa arus keluar modal asing masih terjadi secara kumulatif, meskipun dalam jangka pendek mulai terjadi pembalikan arah menuju tren beli.
Kinerja pasar saham Indonesia sendiri menunjukkan pencapaian bersejarah. Pada Oktober 2025, kapitalisasi pasar (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) sebesar Rp15.560 triliun. Capaian ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Sejalan dengan itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) juga mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni Rp25,06 triliun per hari. Aktivitas perdagangan yang tinggi ini menandakan pasar yang semakin likuid, dengan peran signifikan dari investor ritel dalam negeri.
“Peningkatan nilai RNTH tersebut turut dikontribusikan oleh investor individu domestik, yang semakin aktif bertransaksi dan berpartisipasi di pasar saham,” jelas Inarno.
Baca Juga: KPK Sita Ambulans Bantuan BPKH, Satori Diduga Tidak Hanya Terima Dana CSR BI dan OJK
Dari sisi jumlah pelaku pasar, pertumbuhan investor juga mencatatkan lonjakan signifikan. Selama Oktober 2025, OJK mencatat penambahan sebanyak 520 ribu investor baru.
Secara total, sepanjang tahun berjalan, terdapat 4,31 juta penambahan investor baru, menjadikan total investor pasar modal mencapai 19,18 juta orang per akhir Oktober 2025.
“Di tahun 2025 ini, jumlah investor di pasar modal meningkat sebanyak 4,31 juta atau naik sebesar 29,01 persen (year on year) per Oktober 2025,” ujar Inarno menambahkan.
Kinerja positif tersebut turut tercermin dari data penutupan perdagangan di BEI pada Jumat (7/11/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 57,53 poin atau 0,69% ke posisi 8.394,59. Sementara, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga naik 5,85 poin atau 0,69% ke posisi 853,50.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









