Akurat

Stablecoin Buka Jalan bagi Industri DeFi Senilai USD2 Triliun

Hefriday | 31 Oktober 2025, 15:42 WIB
Stablecoin Buka Jalan bagi Industri DeFi Senilai USD2 Triliun

AKURAT.CO Di tengah perkembangan pesat dunia aset digital, laporan terbaru dari Standard Chartered menyoroti potensi besar stablecoin sebagai motor penggerak revolusi keuangan terdesentralisasi atau Decentralized Finance (DeFi). 

Menurut bank internasional tersebut, pertumbuhan stablecoin pada 2025 tidak hanya mengubah lanskap keuangan tradisional (Traditional Finance atau TradFi), tetapi juga menyiapkan fondasi untuk era baru ekonomi digital senilai triliunan dolar.

Head of FX and Digital Assets Research di Standard Chartered, Geoff Kendrick, menilai ledakan penggunaan stablecoin pada tahun ini telah mengganggu sistem pembayaran tradisional dan mulai mengambil peran penting dalam ekosistem keuangan global. 
 
Dikutip Jumat (31/10/2025) dalam catatan terbarunya kepada klien, Kendrick menyebut bahwa keberhasilan stablecoin mendorong tiga prasyarat penting bagi pertumbuhan berkelanjutan DeFi.

Menurutnya, ada tiga faktor utama yang sedang terbentuk, yaitu meningkatnya kesadaran publik di pasar negara maju, bertambahnya likuiditas di jaringan blockchain (on-chain liquidity), serta berkembangnya kegiatan pinjam-meminjam digital (on-chain lending and borrowing). 
 
 
Ketiganya dianggap sebagai katalis untuk mempercepat transisi dunia ke sistem keuangan berbasis blockchain.

Kendrick memprediksi, konvergensi antara stablecoin dan DeFi akan memicu ekspansi masif pada sektor tokenized real-world assets (RWAs) atau aset dunia nyata yang ditokenisasi.
 
Ia memperkirakan nilai pasar sektor tersebut akan melonjak dari sekitar USD35 miliar saat ini menjadi USD2 triliun pada akhir 2028. 
 
Lonjakan ini menandakan bahwa aset dunia nyata, seperti obligasi, surat berharga, dan properti yang akan semakin banyak direpresentasikan dalam bentuk digital di jaringan blockchain.

Prediksi dari Standard Chartered ini sejalan dengan proyeksi Treasury Borrowing Advisory Committee (TBAC) di Amerika Serikat, yang juga melihat potensi peningkatan adopsi aset digital oleh institusi keuangan besar. 
 
Tren ini memperkuat pandangan bahwa stablecoin akan menjadi jembatan antara sistem keuangan tradisional dengan ekosistem blockchain yang lebih terbuka dan efisien.

Lebih lanjut, Kendrick menilai kapitalisasi pasar stablecoin akan melonjak drastis dari USD230 miliar saat ini menjadi sekitar USD2 triliun pada akhir 2028. Ia menjelaskan, pertumbuhan tersebut akan membutuhkan tambahan cadangan sebesar USD1,6 triliun dalam bentuk surat utang pemerintah AS (US Treasury bills). 
 
Artinya, perkembangan stablecoin berpotensi beriringan dengan kebijakan fiskal Amerika Serikat, karena kebutuhan cadangan tersebut akan menyesuaikan dengan penerbitan obligasi negara yang baru.

Di sisi lain, Ethereum muncul sebagai elemen kunci dalam transformasi keuangan global. Blockchain yang dikenal sebagai rumah bagi sebagian besar proyek DeFi ini semakin menarik perhatian institusi keuangan besar. 
 
Ethereum Foundation bahkan baru-baru ini meluncurkan halaman “Institutional Use Case” yang dirancang khusus untuk membantu lembaga keuangan tradisional memahami infrastruktur dan nilai ekonomis yang ditawarkan ekosistem DeFi.

Kendrick menilai langkah tersebut sebagai bukti nyata bahwa Traditional Finance kini mulai beralih ke platform seperti Ethereum untuk memanfaatkan keunggulan sistem terbuka, transparan, dan efisien. 
 
Dirinya menambahkan, protokol-protokol DeFi besar seperti Aave berpotensi menjadi pemenang di masa depan karena menyediakan layanan pinjam-meminjam tanpa perantara yang dapat diakses siapa pun di seluruh dunia.

Standard Chartered sendiri termasuk sedikit dari kelompok bank global yang konsisten bersikap optimistis terhadap integrasi aset digital. 
 
Sebelumnya, bank ini sempat memprediksi Bitcoin akan mencetak rekor harga baru seiring dengan normalisasi kebijakan moneter global dan semakin jelasnya arah regulasi terhadap aset kripto. Kini, fokus mereka bergeser ke DeFi sebagai frontier baru dari adopsi blockchain oleh lembaga keuangan.

Jika prediksi ini terbukti benar, maka dalam beberapa tahun mendatang institusi keuangan tradisional tidak lagi sekadar menguji coba DeFi, tetapi benar-benar menjadikannya bagian inti dari arsitektur ekonomi global. 
 
Sistem keuangan masa depan akan lebih terbuka, efisien, dan terintegrasi dengan teknologi blockchain yakni sebuah transformasi yang bisa menandai berakhirnya dominasi sistem keuangan tradisional yang selama ini berpusat pada perantara.

Dengan fondasi yang semakin kuat, DeFi diperkirakan akan berkembang menjadi sektor senilai triliunan dolar, membuka peluang baru bagi investor, pengembang, dan masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam ekosistem keuangan digital global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa