Akurat

Serial Konglomerat VII: Mu’min Ali Gunawan, Sang Perfeksionis di Balik Panin Group

Hefriday | 28 Oktober 2025, 09:50 WIB
Serial Konglomerat VII: Mu’min Ali Gunawan, Sang Perfeksionis di Balik Panin Group

AKURAT.CO Mu’min Ali Gunawan, yang lahir dengan nama Lie Mo Ming pada 13 Maret 1939 di Jember, Jawa Timur, adalah salah satu tokoh legendaris perbankan dan konglomerasi di Indonesia.

Dirinya menempuh pendidikan di Akademi Bisnis Jakarta (1973) dan memulai kariernya sejak era 1960-an, pertama sebagai direktur di perusahaan pelayaran, kemudian bergeser ke perbankan.

Mu’min dikenal sebagai pendiri dan pucuk pimpinan utama Grup Panin (Panin Group) yang melalui entitas seperti PT Bank Panin Tbk (PNBN) telah tumbuh menjadi pemain besar di sektor keuangan Indonesia.

Filosofi bisnisnya sering disampaikan sebagai kombinasi antara “kerja keras”, “ketelitian”, dan “perfectionism”. Ia pernah menyatakan, orang bekerja itu harus detail. Ketika kita mengerjakan sesuatu, apapun, dengan detail, hasilnya akan perfect, sempurna. Dan, semua itu butuh kerja keras.

Baca Juga: Serial Konglomerat VI: Prajogo Pangestu, dari Sopir Angkot Jadi Raja Petrokimia Tanah Air

Selain itu, ia dikenal berprinsip untuk menjaga integritas industri keuangan yang dibangunnya, salah satu legacy yang disorot adalah bahwa Panin Bank “tidak pernah memakai dana BLBI dan Obligasi Rekap”.

Hal ini menunjukkan bahwa ia membangun bukan sekadar untuk tumbuh besar, tetapi juga untuk mempertahankan reputasi dan keberlanjutan bisnis. Dalam konteks kekinian, gaya kepemimpinan Mu’min cenderung low-profile, jarang tampil di media, namun dikenal sangat teliti, perfeksionis, dan memastikan semua rantai bisnis berjalan dengan rapi.

Gurita Bisnis Mu'min Ali Gunawan

Bisnis Mu’min Ali Gunawan terpusat pada sektor keuangan, namun juga merambah ke sektor-sektor pendukung lainnya. Berikut adalah uraian lebih rinci mengenai pilar utama bisnisnya.

Bisnis pertama dari sektor Perbankan. Sektor perbankan merupakan inti dari kekuatan bisnis Mu’min. Bank Panin merupakan entitas yang dibangun dari penggabungan beberapa bank kecil (antara lain Bank Kemakmuran, Bank Industri Djaja, dan Bank Industri & Perdagangan Indonesia) pada tahun ‎1971.

Baca Juga: Serial Konglomerat V: Kiprah Aguan, Nama Besar di Balik Agung Sedayu Group

Melalui Panin Group, Mu’min menguasai sekitar 46% kepemilikan di PT Panin Financial Tbk (PNLF) pada Maret 2022. Kinerja Bank Panin juga menunjukkan pertumbuhan yang solid. Sebagai contoh, pada 2023 dilaporkan bahwa aset PNBN naik menjadi sekitar Rp222,01 triliun, dan penyaluran kredit tumbuh 8,4%.

Bank Panin juga menjadi target investor global, seperti kabar dari Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. (MUFG) dan Sumitomo Mitsui Financial Group yang tertarik mengakuisisi. Ini menunjukkan nilai strategis dari posisi bisnis Mu’min di sektor keuangan.

Bisnis yang kedua yaitu Pembiayaan & Asuransi. Selain perbankan, Mu’min juga mengendalikan entitas pembiayaan dan asuransi melalui grup Panin. Contohnya, PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), yang merupakan perusahaan pembiayaan di bawah Panin Group. Pada Agustus 2023, Mu’min mengundurkan diri dari posisi komisaris CFIN dan digantikan oleh putrinya.

Selain itu, grup Panin juga memiliki bisnis asuransi seperti Panin Dai-ichi Life, Asuransi Multi Artha Guna, dan lainnya, yang memperkuat ekosistem keuangan terpadu dari bank hingga pembiayaan dan asuransi.

Ketiga yaitu bisnis Investasi & Pasar Modal. Lewat PT Panin Securities Tbk dan entitas pasar modal lainnya, Mu’min juga merambah ke bisnis broker/dealer efek dan investasi. Ini memungkinkan grup Panin bukan hanya menjadi penyedia layanan keuangan konvensional, tetapi juga menjadi pemain dalam ekosistem keuangan yang lebih luas.

Investasi serta pengembangan ke arah merger-akuisisi juga menjadi bagian strategi, misalnya penggabungan bank atau akuisisi strategis oleh investor asing yang menargetkan bank Panin.

Terakhir ada “Legacy” yang Mendasar. Mu’min membangun tiga legacy penting dalam bisnisnya yakni, IPO bank nasional, ide merger bank kecil dan bank papan atas yang bebas dari dana BLBI/Rekap.

Ini menunjukkan bahwa ia memilih strategi pertumbuhan yang tidak hanya agresif, tetapi juga mempertahankan standar tata kelola (governance) yang baik. Dalam keseluruhan, bisnis Mu’min bisa digambarkan sebagai gurita keuangan, yakni dari bank, pembiayaan, kemudian asuransi hingga pasar modal. Pilar utama tetap perbankan, dengan bisnis pendukung yang memperluas ekosistem grup.

Generasi Penerus

Generasi penerus dari Mu’min Ali Gunawan mulai muncul dalam struktur Grup Panin. Pada RUPSLB PT Clipan Finance (CFIN) tanggal 25 Agustus 2023, Mu’min resmi mengundurkan diri sebagai Komisaris dan digantikan oleh putrinya, Bhindawati Gunawan.

Bhindawati lahir di Jember pada 1961, lulusan University of San Francisco dengan gelar Bachelor of Science jurusan Business Economic (1983). Ia telah menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Panin Financial sejak 2015 dan menjadi Penasihat Strategi Panin Group di Asuransi Multi Artha Guna.

Keterlibatan generasi berikut ini menandakan bahwa Panin Group tengah melakukan transisi kepemimpinan. Namun, gaya low-profile Mu’min dan jarangnya komunikasi publik menunjukkan bahwa perubahan ini dilakukan dengan hati-hati dan bertahap.

Dari sisi tantangan, generasi penerus harus menjaga reputasi yang sudah dibangun, terutama aspek tata kelola dan kualitas bisnis sekaligus beradaptasi ke era digital keuangan yang semakin cepat berubah. Dengan pengunduran diri langsung Mu’min dari beberapa posisi, generasi baru punya ruang untuk memperkuat peran mereka.

Business Wisdom

Dari profil dan perjalanan bisnis Mu’min Ali Gunawan dapat diambil beberapa pelajaran dan tips yang relevan bagi pelaku usaha maupun investor.

Pertama yaitu Detail dan kerja keras. Mu’min menekankan bahwa detail bukan persoalan kecil. Karena ketika kita mengerjakan sesuatu, apapun, dengan detail, hasilnya akan perfect. Sikap perfeksionis ini tampak dalam bagaimana ia mengelola Panin Group dari akar hingga puncak.

Kedua, Integritas dalam bisnis keuangan. Legacy Panin yang “tidak pernah memakai dana BLBI dan Obligasi Rekap” menunjukkan bahwa menjaga reputasi adalah salah satu pilar strategi. Dengan reputasi yang kuat, kesempatan seperti akuisisi global menjadi lebih mudah.

Ketiga, Diversifikasi dalam batas yang masuk akal. Meskipun inti bisnisnya adalah bank, Mu’min tidak hanya bertumpu di bank saja, ia memperluas ke pembiayaan, asuransi, pasar modal. Namun, semuanya masih dalam ekosistem keuangan. Prinsipnya adalah jangan terlalu melebar ke bidang yang kamu tidak kenal betul.

Keempat, Kesiapan generasi penerus dan pengalihan kepemimpinan. Dengan memperkenalkan Bhindawati sebagai penerus, Mu’min menunjukkan pentingnya persiapan pengalihan kepemimpinan. Tipsnya, siapkan penerus dari jauh hari, beri pengalaman, dan langkah transisi harus dilakukan dengan tertib.

Terakhir, Jaga rendah hati, tetap fokus. Meski memiliki kekayaan besar dan posisi strategis, Mu’min dikenal low-profile dan tidak mencari sorotan. Ini menandakan bahwa dalam bisnis besar pun, kerendahan hati tetap menjadi kekuatan. Fokuslah pada kualitas, bukan hanya publisitas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi