Akurat

Pembiayaan Emas Oleh Multifinance Nanjak 62 Persen di Agustus 2025

Hefriday | 14 Oktober 2025, 17:49 WIB
Pembiayaan Emas Oleh Multifinance Nanjak 62 Persen di Agustus 2025

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lonjakan signifikan dalam pembiayaan emas yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan (multifinance). 

Hingga Agustus 2025, total pembiayaan emas meningkat 62,63% secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai Rp8,08 miliar.
 
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan tren pembiayaan emas ini diperkirakan masih akan terus meningkat seiring tingginya minat masyarakat terhadap instrumen logam mulia tersebut.
 
“Ke depan, pembiayaan segmen ini terus meningkat, seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan emas,” ujar Agusman di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
 
Selain di sektor multifinance, Agusman juga mencatat peningkatan yang signifikan dalam pembiayaan gadai emas oleh industri pergadaian. Hingga Agustus 2025, total pembiayaan gadai emas tumbuh 33,43% yoy, mencapai Rp90,08 triliun.
 
 
Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis emas, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang masih berfluktuasi.
 
Agusman menilai, tingginya harga emas global turut menjadi faktor pendorong utama kenaikan pembiayaan dan gadai emas. 
 
Menurutnya, masyarakat cenderung memilih emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi. 
 
“Harga emas yang terus naik juga akan mendukung pertumbuhan kinerja layanan gadai emas,” jelasnya.
 
Dalam upaya memperkuat ekosistem industri emas dan bulion nasional, OJK terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian terkait, asosiasi industri, dan pelaku usaha. 
 
Fokus utama diarahkan pada penyusunan regulasi baru, peningkatan transparansi, serta keamanan kegiatan usaha di sektor emas. 
 
“Saat ini pendalaman terhadap pengembangan ekosistem terus dilakukan,” tambah Agusman.
 
Secara keseluruhan, OJK juga mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance tumbuh stabil sebesar 1,26% yoy pada Agustus 2025, mencapai Rp505,59 triliun. 
 
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pembiayaan modal kerja yang naik 7,62% yoy. Dari sisi kesehatan industri, profil risiko perusahaan pembiayaan masih terjaga dengan baik. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 2,51% (gross) dan 0,85% (net). 
 
Sementara itu, gearing ratio berada pada level aman, yaitu 2,17 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali yang ditetapkan OJK.
 
Tak hanya di segmen emas, sektor pembiayaan lainnya juga menunjukkan kinerja positif. Pembiayaan modal ventura tumbuh 0,90% yoy dengan total nilai pembiayaan Rp16,33 triliun. 
 
Sedangkan industri pinjaman daring (Pindar) mencatat pertumbuhan outstanding pembiayaan sebesar 21,62% yoy menjadi Rp87,61 triliun, dengan tingkat risiko kredit (TWP90) di level 2,60%.
 
Di sisi lain, industri pergadaian juga menunjukkan perkembangan positif dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp108,30 triliun, atau naik 28,67% yoy. 
 
Dari total tersebut, pembiayaan berbasis produk gadai masih mendominasi dengan porsi 83,17% atau setara Rp90,08 triliun.
 
Sementara itu, skema pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan mengalami lonjakan tajam hingga 79,91% yoy pada Agustus 2025. 
 
Nilai pembiayaan BNPL kini mencapai Rp9,97 triliun, dengan rasio NPF gross sebesar 2,92%.
 
Dengan tren pertumbuhan di berbagai sektor tersebut, OJK optimistis industri pembiayaan nasional akan terus berkembang secara sehat. 
 
“Kinerja multifinance dan pergadaian menunjukkan daya tahan yang kuat. OJK akan terus memperkuat pengawasan dan koordinasi agar pertumbuhan ini tetap berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tukas Agusman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa