Pemerintah Padankan Data Kampus dan Industri untuk Magang Bergaji

AKURAT.CO Program magang nasional bergaji yang digagas pemerintah tak hanya menjadi solusi sementara bagi pengangguran muda, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu menjelaskan, pemerintah menyiapkan mekanisme pemadanan data antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memastikan peserta magang sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Melalui pemadanan data ini, kami ingin memastikan setiap posisi magang benar-benar relevan dengan bidang keilmuan peserta dan kebutuhan industri,” ujar Febrio di Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga: Pendaftaran Program Magang Nasional Dibuka Hingga 12 Oktober 2025, Menaker: Tak Perlu Buru-buru
Program magang nasional tahap pertama menyasar 20 ribu lulusan baru perguruan tinggi, dengan masa magang selama enam bulan. Bila hasil evaluasi menunjukkan dampak positif, pemerintah siap memperluas hingga 100 ribu posisi magang.
Pemerintah menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam menyediakan posisi magang yang berorientasi pembelajaran, bukan sekadar pemenuhan tenaga kerja murah.
“Program ini adalah investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Dunia usaha memiliki peran penting untuk membimbing peserta agar siap masuk ke dunia kerja,” kata Febrio.
Peserta magang akan menerima upah setara UMP di daerah masing-masing. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pengalaman praktis yang menjadi nilai tambah ketika melamar kerja setelah program berakhir.
Program ini diluncurkan sebagai bagian dari Paket Ekonomi 8+4+5 tahun 2025 yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
Seluruh proses pendaftaran dan seleksi dilakukan melalui platform SIAPKerja di situs maganghub.kemnaker.go.id, dengan jadwal pelaksanaan hingga 15 April 2026.
Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembelajaran kerja yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja muda Indonesia di tingkat nasional dan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








