Akurat

Dana Pensiun Versi Orang Kaya di Indonesia: Berapa Angka yang Ideal?

Idham Nur Indrajaya | 15 September 2025, 18:39 WIB
Dana Pensiun Versi Orang Kaya di Indonesia: Berapa Angka yang Ideal?

 

AKURAT.CO Mempersiapkan masa pensiun bukan sekadar wacana, tapi sudah menjadi kebutuhan nyata bagi banyak kalangan, terutama mereka yang masuk kategori affluent atau orang kaya. Survei terbaru menunjukkan bahwa ekspektasi dana pensiun di Indonesia melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, meski ada kekhawatiran soal biaya hidup dan kondisi ekonomi, tingkat optimisme masyarakat untuk mencapai tujuan keuangan justru tetap tinggi.

Optimisme Tinggi di Tengah Kekhawatiran Ekonomi

Fakta menarik dari survei ini adalah 84% responden merasa puas dengan kualitas hidup mereka, meningkat dua poin persentase dari tahun lalu. Padahal, mayoritas juga mengaku khawatir dengan biaya hidup (84%) dan ketidakpastian ekonomi (79%). Meski begitu, rasa percaya diri untuk mencapai tujuan finansial tetap kuat, bahkan lebih tinggi dibanding rata-rata global.

Generasi muda seperti Gen Z dan milenial tercatat sebagai kelompok paling optimis. Mereka bukan hanya fokus pada kenyamanan hidup saat ini, tapi juga sudah memikirkan strategi jangka panjang untuk keamanan finansial, termasuk masa pensiun.

Lonjakan Ekspektasi Dana Pensiun: Dari Rp7 Miliar ke Rp10 Miliar

Salah satu temuan paling mencolok adalah pada tahun 2024, ekspektasi dana pensiun orang kaya di Indonesia mencapai US$446.000 (sekitar Rp7 miliar). Namun, pada tahun 2025, jumlah itu melonjak menjadi US$656.000 atau setara lebih dari Rp10 miliar.

Dalam sesi tanya jawab, Lanny Hendra, International Wealth and Personal Banking Director HSBC Indonesia, menjelaskan bahwa ada dua faktor utama di balik lonjakan ini. Pertama, inflasi yang terus berjalan, diperkirakan 5–10% per tahun. Kedua, meningkatnya aspirasi gaya hidup.

“Iya. Kalau dilihat, yang pasti adalah kita hidup di era of inflasi yang akan jalan terus. Jadi memang biaya hidup pasti minimum akan naik… Jadi dengan impian yang lebih tinggi dan juga inflasi, ya itu jadinya naik hampir 20%,” jelas Lanny saat ditemui di acara media briefing HSBC Indonesia, Senin, 15 September 2025.

Dengan kata lain, bukan hanya biaya kebutuhan pokok yang makin tinggi, tapi gaya hidup yang lebih aspiratif seperti traveling atau rekreasi juga ikut mendorong peningkatan angka dana pensiun.

Perbedaan Prioritas Keuangan Antar Generasi

Menariknya, prioritas finansial tiap generasi berbeda. Gen Z dan milenial lebih menekankan pada kewajiban mendukung keluarga, menabung untuk keamanan finansial, dan persiapan pensiun sejak dini. Mereka melihat stabilitas jangka panjang sebagai prioritas utama.

Sementara Gen X dan Baby Boomer, yang sudah berada di fase lebih matang, lebih fokus menikmati hasil kerja keras. Tabungan untuk liburan, menjaga aset, dan perlindungan kekayaan menjadi hal yang paling diperhatikan.

Instrumen Investasi Pilihan untuk Pensiun

Ketika ditanya soal instrumen investasi yang paling banyak digunakan untuk persiapan pensiun, Lanny menyebut obligasi sebagai salah satu yang utama. Alasannya sederhana: obligasi dianggap lebih stabil dan bisa memberikan pendapatan dividen yang rutin.

“Kalau pensiun menurut saya, aset klasesnya mungkin akan lebih banyak di obligasi, karena itu kan memberikan dividend, memberikan income dividend. Tapi kembali lagi, ada orang yang mungkin merasa risiko profilnya lebih tinggi… mungkin lima tahun lagi, saya mau taruh di aset klases yang mungkin bisa memberikan return yang lebih tinggi,” kata Lanny.

Meski obligasi menjadi pilihan populer, sebagian orang tetap menaruh dana pada aset berisiko lebih tinggi seperti saham demi potensi keuntungan yang lebih besar.

Pentingnya Mengetahui Angka Kebutuhan Pensiun

Sumirat Gandapraja, Head of Networks Sales and Distribution HSBC Indonesia, menekankan pentingnya setiap orang mengetahui terlebih dahulu berapa sebenarnya kebutuhan pensiun mereka.

“Seringkali kalau saya ketemu nasabah, Pak, Bapak sudah siapkan pensiun? Sudah, perlu berapa? Nggak tahu. Itu tugas advisor adalah mengingatkan nasabah bahwa berapakah sebenarnya kebutuhan pensiun nasabah sesuai dengan bagaimana kehidupannya,” ujarnya.

Ia mencontohkan, jika seseorang di usia 30–35 tahun ingin pensiun di umur 55 dan berharap bisa menghabiskan Rp50 juta per bulan, maka ia harus menghitung berapa total dana yang diperlukan sejak sekarang. Angka inilah yang sering kali membuat banyak orang terkejut karena ternyata jumlahnya jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

Kesimpulan

Kenaikan ekspektasi dana pensiun di kalangan affluent Indonesia menunjukkan bahwa inflasi dan perubahan gaya hidup punya dampak besar pada perencanaan keuangan jangka panjang. Generasi muda kini lebih sadar pentingnya mempersiapkan masa depan sejak dini, sementara generasi lebih tua berfokus menjaga kekayaan yang sudah dimiliki.

Yang pasti, persiapan pensiun bukan sekadar menabung, tetapi juga perlu strategi investasi yang tepat sesuai profil risiko. Mengetahui angka kebutuhan pensiun sejak awal adalah langkah pertama yang krusial.

Kalau kamu ingin terus mengikuti perkembangan tren keuangan dan strategi investasi untuk masa depan, jangan lewatkan update terbaru di Akurat.co.

Baca Juga: Kuy Simak! Rahasia Sukses Persiapkan Pensiun Sejak Dini Demi Masa Tua Tenang

Baca Juga: Pengen Pensiun Dini, Kenali Dulu Konsep FIRE Movement

FAQ

1. Berapa dana pensiun ideal menurut survei terbaru?
Survei menunjukkan bahwa dana pensiun ideal bagi kalangan affluent di Indonesia kini mencapai US$656.000 atau lebih dari Rp10 miliar. Angka ini naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar US$446.000 (sekitar Rp7 miliar).

2. Mengapa kebutuhan dana pensiun meningkat drastis?
Ada dua faktor utama, yaitu inflasi yang terus berjalan (5–10% per tahun) dan meningkatnya aspirasi gaya hidup, seperti keinginan traveling lebih sering atau hidup lebih nyaman di masa pensiun.

3. Generasi mana yang paling optimis soal persiapan pensiun?
Generasi muda, yaitu Gen Z dan milenial, tercatat paling optimis. Mereka sudah memikirkan keamanan finansial dan tanggung jawab keluarga sejak dini, bahkan lebih tinggi dibanding rata-rata global.

4. Apa perbedaan prioritas finansial antar generasi?

  • Gen Z & Milenial: fokus mendukung keluarga, menabung untuk keamanan finansial, dan mempersiapkan pensiun sejak awal.

  • Gen X & Baby Boomer: lebih banyak memprioritaskan menjaga kekayaan yang sudah ada, menabung untuk rekreasi, dan menikmati hasil kerja keras.

5. Instrumen investasi apa yang paling populer untuk dana pensiun?
Obligasi menjadi pilihan utama karena lebih stabil dan memberikan dividen rutin. Namun, sebagian orang tetap memilih saham atau aset berisiko lain untuk potensi keuntungan lebih besar, tergantung profil risiko masing-masing.

6. Bagaimana cara mengetahui kebutuhan dana pensiun pribadi?
Langkah pertama adalah menentukan gaya hidup yang diinginkan setelah pensiun. Misalnya, jika ingin menghabiskan Rp50 juta per bulan setelah pensiun di usia 55, maka harus dihitung berapa total dana yang perlu disiapkan sejak usia produktif. Konsultasi dengan penasihat keuangan juga sangat disarankan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.