Mengenal Dua Jenis Saham, Growth Stock dan Value Stock

AKURAT.CO Sebelum memutuskan membeli saham, penting bagi investor memahami karakteristik tiap jenis saham karena masing-masing menawarkan peluang dan risiko berbeda.
Maka itu, memahami perbedaan antara growth stock dan value stock menjadi langkah penting untuk melihat strategi dan potensi keuntungan dari masing-masing jenis saham.
Growth stock dikenal sebagai jenis saham dengan potensi pertumbuhan harga yang cepat, sedangkan value stock menawarkan kesempatan membeli saham dengan harga lebih rendah dari nilai sebenarnya.
Lebih jelas, artikel ini akan mengupas karakteristik masing-masing jenis saham, yaitu growth stock dan value stock termasuk kelebihan, risiko dan strategi investasi yang umum diterapkan oleh investor.
Baca Juga: Mengenal IPO: Cara Kerja, Tujuan dan Risiko Investasi Saham
Apa Itu Growth Stock?
Growth stock merupakan jenis saham yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan penjualan yang tinggi, bahkan sering kali melebihi rata-rata pertumbuhan industri atau ekonomi secara keseluruhan. Perusahaan dengan saham ini biasanya agresif dalam mengembangkan usahanya, melakukan inovasi, dan memperluas jangkauan bisnis untuk memperkuat posisi di pasar.
Meski fokus pada ekspansi membuat dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham biasanya minim atau tidak ada, namun investor masih berpeluang meraih keuntungan dari kenaikan nilai saham di masa depan. Saham jenis ini umumnya dimiliki oleh perusahaan berskala kecil hingga menengah yang sedang berkembang. Walaupun beberapa perusahaan masih mencatat kerugian saat ini, prospek pertumbuhan pendapatan dan laba jangka panjangnya tetap sangat menjanjikan dibandingkan perusahaan lain di sektor yang sama.
Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Ini Cara Cek dan Prediksi Saham IPO Paling Panas September 2025
Ciri-ciri Growth Stock
● Rasio P/E tinggi: investor membeli saham ini lebih untuk potensi kenaikan harga (capital gain) daripada dividen.
● Dividen minim atau tidak ada: Laba perusahaan lebih banyak dialokasikan untuk ekspansi dan pengembangan bisnis.
● Keunggulan kompetitif: Memiliki keunikan atau kelebihan dibanding perusahaan lain di industri yang sama, sehingga mendorong pertumbuhan perusahaan.
● Fokus pada pertumbuhan: Menarik bagi investor yang mengutamakan kenaikan nilai saham jangka panjang dan loyal terhadap perkembangan perusahaan.
Baca Juga: Daftar Saham Incaran Miliarder Saat Ini, Peluang Investasi dari Para Investor
Apa Itu Value Stock?
Value stocks adalah jenis saham perusahaan yang diperdagangkan dengan harga lebih rendah dibandingkan nilai sebenarnya atau nilai intrinsik perusahaan. Nilai intrinsik ini dihitung melalui analisis menyeluruh terhadap laporan keuangan, termasuk pendapatan, aset, arus kas, biaya operasional, dan indikator keuangan lainnya. Saham-saham ini dianggap memiliki potensi pertumbuhan harga yang lebih besar di masa depan karena pasar belum sepenuhnya mencerminkan nilai sesungguhnya perusahaan.
Strategi yang fokus pada pembelian saham-saham jenis ini dikenal sebagai value investing. Investor yang menerapkan strategi value investing berusaha membeli saham undervalued dengan harapan harga saham akan naik seiring waktu, menyesuaikan dengan nilai intrinsiknya. Dengan demikian, value investing menjadi cara untuk memanfaatkan potensi keuntungan dari value stocks.
Baca Juga: Timothy Ronald Beli 11 Juta Saham BBCA, Disebut sebagai The Next Warren Buffett-nya Indonesia
Ciri-ciri Value Stock
● Rasio P/E rendah atau sebanding dengan pasar: Menunjukkan harga saham relatif murah dibandingkan kinerja perusahaan.
● Harga saham terjangkau: Harga saham value stock lebih terjangkau dibandingkan saham lain di sektor atau industri yang sama.
● Pertumbuhan pendapatan stabil: Laju kenaikan pendapatan lebih lambat dibanding saham lain di pasar.
● Risiko kinerja: Nilai saham bisa terpengaruh jika kondisi keuangan perusahaan memburuk.
Baca Juga: Trump Umumkan Ambil 10 Persen Saham Intel
Pahami Perbedaan Growth dan Value Stock
Banyak investor awal sering mengira semua jenis saham itu menawarkan peluang dan risiko yang sama. Padahal setiap jenis saham memiliki karakteristik, peluang, dan risiko yang berbeda.
Growth stock dan value stock memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi cara investor memilih dan menilai saham. Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting, agar keputusan investasi lebih tepat dan peluang keuntungan dapat dimaksimalkan.
Beberapa poin berikut menjelaskan perbedaan antara growth stock dan value stock, yaitu:
1. Harga Saham
Saham value stock biasanya diperdagangkan dengan harga yang lebih rendah dibanding nilai sebenarnya atau nilai intrinsik perusahaan. Saham ini sering kali dianggap “murah” jika dilihat dari kinerja dan laporan keuangan perusahaan. Sebaliknya, growth stock cenderung memiliki harga lebih tinggi dari nilai intrinsiknya karena investor menilai perusahaan memiliki prospek pertumbuhan yang besar, baik melalui ekspansi bisnis maupun peningkatan pendapatan di masa depan.
2. Rasio Price to Earning (PE)
Perbedaan lain juga terlihat pada rasio PE. Saham value stock biasanya memiliki rasio PE yang rendah atau sebanding dengan rata-rata pasar. Kondisi ini menunjukkan pendapatan yang stabil. Sementara itu, growth stock cenderung memiliki rasio PE lebih tinggi karena investor bersedia membayar lebih untuk potensi pertumbuhan pendapatan di masa depan.
3. Pembagian Dividen
Perusahaan dengan saham value stock cenderung membagikan dividen yang lebih besar kepada investor, karena fokus perusahaan lebih pada kestabilan dan distribusi keuntungan. Sedangkan, growth stock biasanya membayar dividen sedikit atau bahkan tidak sama sekali, karena laba perusahaan lebih banyak digunakan untuk mendanai ekspansi dan pengembangan bisnis.
4. Risiko Investasi
Dari sisi risiko, value stock umumnya lebih aman karena perusahaan yang menerbitkannya biasanya sudah mapan dan memiliki kinerja yang terukur. Sementara, growth stock memiliki risiko lebih tinggi karena sering kali berasal dari perusahaan kecil atau menengah yang masih dalam tahap pengembangan. Meski begitu, potensi keuntungan growth stock juga bisa jauh lebih besar dibanding value stocks, sesuai dengan tingkat pertumbuhan yang dijanjikan.
Baca Juga: Mengenal 10 Saham Termahal di BEI, dari DCII hingga DSSA
Strategi Memilih Growth atau Value Stock
Memilih antara growth stock dan value stock sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi, profil risiko, serta kondisi pasar.
Beberapa strategi yang bisa diterapkan antara lain:
● Tujuan Investasi: Value stock cocok untuk investor yang menginginkan stabilitas dan dividen rutin, sehingga cocok untuk keuntungan jangka pendek. Growth stock lebih tepat bagi mereka yang fokus pada kenaikan nilai saham jangka panjang, karena perusahaan berpotensi tumbuh pesat.
● Toleransi Risiko: Investor yang ingin meminimalkan risiko cenderung memilih value stock karena fluktuasinya lebih rendah. Growth stock menarik bagi investor yang bersedia menghadapi risiko lebih tinggi demi peluang keuntungan yang lebih besar.
● Kondisi Ekonomi dan Siklus Pasar: Growth stock biasanya berkinerja baik saat ekonomi kuat atau pasar optimis (bull market), karena pertumbuhan perusahaan lebih cepat. Sementara value stock lebih stabil saat ekonomi melambat atau pasar turun (bear market), sehingga risiko kerugian lebih rendah.
● Profil Investor: Investor yang fokus pada pendapatan rutin dan kestabilan modal lebih cocok dengan value stock. Investor yang mengutamakan pertumbuhan modal dan bersedia menanggung risiko lebih tinggi biasanya memilih growth stock.
Dengan memahami faktor-faktor ini, investor bisa menentukan strategi investasi yang lebih tepat, memaksimalkan potensi keuntungan dan menyesuaikan pilihan saham dengan profil risiko masing-masing.
Baca Juga: Tahukah Kamu Perbedaan Saham dan Obligasi? Simak Penjelasan Berikut Ini!
Kesimpulan
Growth stock dan value stock merupakan dua jenis saham dengan karakteristik, peluang, dan risiko yang berbeda. Growth stock menawarkan potensi kenaikan harga yang tinggi dan cocok bagi investor yang mengutamakan pertumbuhan modal jangka panjang, meski biasanya dividen minim dan risikonya lebih besar.
Sebaliknya, value stock cenderung lebih stabil, dengan harga saham lebih terjangkau dan dividen lebih konsisten, sehingga cocok bagi investor yang menginginkan kestabilan dan pendapatan rutin.
Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting sebelum berinvestasi. Faktor seperti tujuan investasi, toleransi risiko, kondisi ekonomi, dan profil investor harus dijadikan pertimbangan dalam memilih jenis saham.
Dengan strategi yang tepat, investor dapat memaksimalkan potensi keuntungan sekaligus menyesuaikan investasi dengan profil risiko masing-masing.
Baca Juga: Perbandingan Investasi Emas vs Deposito vs Saham: Mana yang Paling Untung?
Laporan: Lilis Anggraeni/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









