Akurat

Apa Itu Bundling? Pengertian, Manfaat, dan Jenis-Jenis yang Perlu Kamu Tahu!

Eko Krisyanto | 26 Agustus 2025, 10:53 WIB
Apa Itu Bundling? Pengertian, Manfaat, dan Jenis-Jenis yang Perlu Kamu Tahu!
 
AKURAT.CO Dalam dunia pemasaran modern, istilah bundling menjadi salah satu strategi yang cukup populer. Metode ini dianggap mampu meningkatkan penjualan sekaligus memberikan keuntungan bagi konsumen.
 
Tak hanya digunakan oleh perusahaan teknologi, bundling juga marak diterapkan dalam industri makanan cepat saji, layanan digital, hingga ritel besar.
 
Bundling artinya penggabungan beberapa produk atau layanan dalam satu paket penawaran dengan harga khusus. Strategi ini memberikan nilai lebih kepada konsumen sekaligus mendorong perusahaan untuk meningkatkan efisiensi pemasaran.
 
Dilansir dari Investopedia, bundling adalah strategi di mana beberapa produk ditawarkan bersama dalam satu paket dengan harga lebih rendah dibandingkan bila dibeli secara terpisah.
 
 
Perusahaan-perusahaan besar di sektor teknologi, makanan, dan e-commerce sering memanfaatkan bundling.
 
Microsoft misalnya, menggabungkan aplikasi Word, Excel, dan PowerPoint dalam paket Office 365.
 
Di industri makanan cepat saji, restoran menawarkan paket value meal yang lebih hemat dibandingkan membeli item satu per satu.
 
Sementara itu, e-commerce seperti Amazon Prime menggabungkan layanan streaming, pengiriman gratis, hingga diskon produk.
 
Penerapan bundling juga semakin relevan di era digital, terutama dengan meningkatnya model berlangganan.
 
Konsumen mendapatkan kemudahan sekaligus harga lebih terjangkau, sementara perusahaan memperoleh loyalitas pelanggan yang lebih tinggi. Strategi ini terbukti tidak hanya menguntungkan, tetapi juga mampu menjadi diferensiasi di tengah persaingan bisnis yang ketat.
 
Untuk memahami lebih jauh, berikut jenis-jenis bundling yang banyak digunakan.

Jenis-Jenis Bundling

1. Pure Bundling
 
Produk hanya bisa didapatkan dalam satu paket dan tidak dijual secara terpisah. Contohnya, Office 365 yang menawarkan paket aplikasi lengkap.
 
2. Mixed Bundling
 
Produk dalam paket bisa dibeli secara terpisah. Misalnya, restoran cepat saji menawarkan paket hemat sekaligus opsi membeli menu satuan.
 
3. Captive Bundling
 
Produk utama dipasangkan dengan produk pendukung yang wajib digunakan bersamaan, seperti printer dan tinta asli.
 
4. Cross-Sell Bundling
 
Produk utama ditawarkan bersama produk tambahan untuk meningkatkan nilai transaksi, contohnya pembelian laptop disertai dengan tas pelindung.
 
5. Seasonal Bundling
 
Paket produk atau layanan yang ditawarkan hanya pada momen tertentu, misalnya bundling khusus Ramadan atau Natal.
 
Strategi bundling tidak hanya untuk memberikan keuntungan dalam harga, tetapi juga menciptakan pengalaman belanja yang lebih praktis.
 
Baik perusahaan maupun konsumen sama-sama mendapatkan nilai tambah.
 
 
Dengan memahami jenis-jenis bundling, kita bisa lebih bijak dalam memanfaatkan penawaran dan melihat bagaimana strategi ini terus berkembang di berbagai industri.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R