Akurat

Mengenal Lebih Dekat Yield Obligasi dan Cara Kerjanya

Eko Krisyanto | 18 Agustus 2025, 09:30 WIB
Mengenal Lebih Dekat Yield Obligasi dan Cara Kerjanya

 
AKURAT.CO Banyak investor, baik pemula maupun berpengalaman, sering kali mendengar istilah yield obligasi dalam dunia investasi.

Namun, apa sebenarnya pengertian yield obligasi? Secara sederhana, yield obligasi adalah tingkat pengembalian yang diperoleh investor dari sebuah instrumen utang atau obligasi.

Pemahaman yang tepat mengenai yield obligasi sangat krusial karena ia menjadi indikator utama untuk menilai keuntungan dan risiko dari investasi obligasi.

Baca Juga: Tahukah Kamu Perbedaan Saham dan Obligasi? Simak Penjelasan Berikut Ini!

Yield obligasi memiliki hubungan yang berbanding terbalik dengan harga obligasi. Jika harga obligasi naik, maka yield akan turun dan sebaliknya.

Yield adalah total pendapatan yang diterima dari suatu investasi dalam bentuk persentase, yang dihitung berdasarkan biaya pokok investasi tersebut.

Pergerakan yield obligasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi makro, kebijakan moneter bank sentral hingga sentimen pasar.

Baca Juga: Apa Itu Obligasi? Pengertian, Jenis, dan Cara Investasinya

Dengan memahami cara kerja yield obligasi, investor dapat membuat keputusan yang lebih cerdas.

Jenis-jenis Yield Obligasi yang Perlu Anda Ketahui

Secara umum, terdapat beberapa jenis yield obligasi yang perlu dipahami oleh investor:

1. Coupon Yield

Ini adalah tingkat bunga nominal yang dijanjikan oleh penerbit obligasi kepada investor. Sering juga disebut coupon rate. Angka ini tetap dan tercantum di surat obligasi.

2. Current Yield

Dihitung dari hasil bunga tahunan dibagi dengan harga pasar obligasi saat ini. Jenis yield ini memberikan gambaran tentang pengembalian yang didapat investor berdasarkan harga obligasi di pasar sekunder.

Baca Juga: Pegadaian Cetak Sejarah: Raih Dana Rp 8,14 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk, Oversubscribed!

3. Yield to Maturity (YTM)

Ini merupakan total tingkat pengembalian yang diharapkan dari obligasi jika investor memegangnya hingga jatuh tempo.

YTM memperhitungkan semua pembayaran kupon serta selisih antara harga beli dan nilai nominal obligasi.

Memahami jenis-jenis yield obligasi membantu investor dalam menganalisis potensi keuntungan dari setiap instrumen yang ditawarkan.

Faktor Penting yang Memengaruhi Yield Obligasi

Pergerakan yield obligasi tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor fundamental yang berperan besar dalam fluktuasinya:

Baca Juga: Obligasi untuk Pendidikan Anak: Masa Depan Cerah Dimulai dari Sini

1. Suku Bunga Acuan

Salah satu faktor paling dominan adalah kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral. Saat suku bunga naik, yield obligasi baru cenderung akan naik untuk menarik investor, yang pada akhirnya menekan harga obligasi lama.

Sebaliknya, saat suku bunga turun, yield akan ikut turun.

2. Inflasi

Tingkat inflasi yang tinggi dapat mengikis daya beli kupon obligasi. Oleh karena itu, investor menuntut yield yang lebih tinggi untuk mengompensasi risiko tersebut.

3. Kondisi Ekonomi

Perekonomian yang kuat cenderung membuat investor beralih ke instrumen investasi yang lebih berisiko seperti saham. Ini dapat menekan permintaan obligasi dan mendorong yield naik.

Secara ringkas, yield obligasi adalah indikator penting bagi investor untuk mengukur potensi keuntungan dan risiko dari sebuah investasi obligasi.

Dengan memahami cara kerja yield obligasi dan faktor-faktor yang memengaruhinya, Anda akan lebih siap dalam mengambil keputusan investasi yang menguntungkan.

Baca Juga: Luncurkan Obligasi dan Sukuk, Pegadaian Ajak Sahabat Cuan Investasi hingga Rp400 Miliar

Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK