Akurat

BEI Luncurkan Pasar Modal Oranye, Bidik Penghimpunan Dana USD5 Miliar

Hefriday | 12 Agustus 2025, 20:09 WIB
BEI Luncurkan Pasar Modal Oranye, Bidik Penghimpunan Dana USD5 Miliar

AKURAT.CO Impact Investment Exchange (IIX) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan inisiatif Orange Capital Markets atau Pasar Modal Oranye Indonesia dengan target menghimpun modal sebesar USD5 miliar atau setara sekitar Rp81,3 triliun hingga 2030.

Pendanaan tersebut akan diarahkan melalui instrumen keuangan inovatif seperti Orange Bonds dan Orange Sukuk, yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa 2030.
 
Pendiri sekaligus CEO IIX, Durreen Shahnaz, menyebut komitmen ini sebagai tonggak transformasional, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi gerakan global Orange Movement.
 
Menurutnya, Indonesia menunjukkan bahwa pasar modal dapat menjadi sarana untuk mendukung perempuan, komunitas, dan kelestarian lingkungan, sekaligus mendorong pencapaian Agenda SDGs 2030.
 
“Sebagai salah satu pasar penting di sektor keuangan berkelanjutan dan keuangan syariah, peran Indonesia sangat strategis untuk membuka masa depan yang lebih inklusif bagi semua,” ujar Durreen dalam keterangannya, Selasa (12/8/2025).
 
 
Wakil Direktur Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI, Listyorini Dian Pratiwi, mengungkapkan bahwa minat perusahaan terhadap penerbitan instrumen utang berkelanjutan terus meningkat.
 
BEI, kata dia, aktif mendorong korporasi untuk mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam strategi pembiayaan mereka.
 
“Penerbitan instrumen seperti ini mencerminkan komitmen kolektif Pasar Modal Indonesia untuk memitigasi perubahan iklim sekaligus membangun pembiayaan perusahaan yang berkelanjutan,” jelasnya.
 
Dalam peluncuran ini, dua kerangka kerja nasional turut diperkenalkan. Pertama, Kerangka Kerja Orange Bond Indonesia yang memberikan panduan lengkap mulai dari perancangan, penerbitan, hingga verifikasi obligasi berperspektif gender. 
 
Prinsip utamanya meliputi alokasi modal positif gender, kepemimpinan berwawasan gender, dan transparansi pelaporan.
 
Kedua, Kerangka Kerja Orange Sukuk Indonesia yang mengadopsi prinsip serupa namun disesuaikan dengan pembiayaan berbasis syariah.
 
Kerangka ini mematuhi Maqasid al-Shariah, prinsip asset-backing, dan regulasi keuangan syariah nasional, sambil mengintegrasikan tujuan kesetaraan gender serta inklusi sosial ke dalam struktur dan tata kelola sukuk.
 
Listyorini menambahkan, kedua kerangka kerja ini bersifat melengkapi instrumen hijau, sosial, dan berkelanjutan yang telah ada, serta selaras dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Orange Bonds dan Orange Sukuk mampu memperkuat dampak tanpa menambah kompleksitas proses,” ujarnya.
 
Sebagai langkah lanjutan, akan digelar Orange Bond Ecosystem Readiness Training yang dirancang untuk membekali pelaku pasar modal dengan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam memimpin investasi iklim dan berkelanjutan yang peka gender.
 
Program pelatihan yang didukung oleh Ford Foundation Indonesia dan IIX ini akan mencakup tata kelola, strukturisasi, pengukuran dampak, hingga strategi penempatan investor.
 
Seluruh materi disesuaikan dengan lanskap keuangan berkelanjutan dan regulasi di Indonesia, sehingga diharapkan mampu menerjemahkan kerangka kerja tersebut menjadi aliran modal yang inklusif dan berdampak nyata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa