Studi FWD Insurance Ungkap Mayoritas Nasabah Puas dengan Program Loyalitas
Hefriday | 12 Agustus 2025, 17:45 WIB

AKURAT.CO Kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan diri terus menunjukkan tren positif. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, indeks literasi sektor perasuransian mencapai 45,45%, meningkat 8,55% dibanding tahun sebelumnya.
Seiring meningkatnya ragam produk asuransi, ekspektasi masyarakat terhadap layanan pun berkembang, termasuk terkait program loyalitas nasabah.
Hal ini menjadi fokus studi Customer Program Research yang dilakukan PT FWD Insurance Indonesia bersama PT Kadence International untuk menggali program-program yang dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan keterlibatan nasabah.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, menjelaskan belum ada formula baku dalam industri asuransi untuk menjaga loyalitas nasabah.
“Melalui studi ini, kami ingin memahami program seperti apa yang diinginkan masyarakat agar mereka tetap terlibat dan loyal, sekaligus menarik calon nasabah baru sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya di Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Riset tersebut menargetkan dua kelompok responden, yakni pemilik asuransi jiwa untuk mengetahui jenis program yang mampu mendorong partisipasi dan loyalitas, serta non-pemilik asuransi jiwa untuk memetakan program yang berpotensi menarik mereka membeli produk asuransi.
Hasil studi menunjukkan mayoritas masyarakat menempatkan keamanan dan stabilitas keuangan sebagai prioritas utama hidup. Sebanyak 93% responden menyatakan aspek ini menjadi tujuan keuangan terpenting, sementara 55% memprioritaskan kepemilikan asuransi dan dana medis, termasuk persiapan dana darurat kesehatan.
Terdapat perbedaan fokus berdasarkan usia. Responden berusia 25–35 tahun cenderung menabung untuk memenuhi kebutuhan masa depan, sedangkan kelompok usia 45–50 tahun lebih menekankan pada persiapan dana medis, kepemilikan asuransi, dan pengelolaan tabungan untuk modal usaha.
Dari sisi kepemilikan produk keuangan, rata-rata responden memiliki enam jenis produk, di mana asuransi berada di lima besar bersama rekening tabungan, layanan pembayaran digital, pembayaran fisik, dan produk BPJS. Pemahaman dasar tentang asuransi juga terbilang tinggi, dengan 82% responden mengetahui perbedaan antara tabungan dan asuransi.
Faktor eksternal menjadi pendorong utama keputusan membeli asuransi. Cerita atau pengalaman orang terdekat seperti keluarga, kerabat, atau teman menjadi pengaruh terbesar, diikuti informasi dari media sosial dan pemengaruh (influencer).
Dalam hal preferensi program nasabah, responden menginginkan tiga hal utama, yakni program pemeliharaan kesehatan (wellness), promosi, serta pengalaman eksklusif dalam menggunakan layanan asuransi. Program-program ini dinilai mampu menjaga hubungan jangka panjang antara perusahaan dan nasabah.
Studi juga menemukan 93% pemilik asuransi merasa puas dengan program loyalitas yang mereka dapatkan. Bahkan bagi mereka yang belum memiliki asuransi, program semacam ini menjadi faktor penting yang memengaruhi niat untuk membeli produk perlindungan.
“Hasil studi ini memotivasi kami untuk terus berinovasi dengan dukungan teknologi, demi mewujudkan visi mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi,” tukas Rudy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










