OJK dan DPR: Pastikan Pemblokiran Rekening Dormant Tidak Memicu Rush Money
Eko Krisyanto | 12 Agustus 2025, 10:31 WIB

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan DPR memastikan kebijakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memblokir sementara rekening pasif atau dormant tidak akan memicu penarikan dana besar-besaran atau rush money oleh para nasabah.
Kepala OJK Solo Eko Hariyanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya tidak menerima laporan signifikan terkait kepanikan nasabah. “Aman-aman. Kami kemarin tidak ada pengaduan laporan terkait sifatnya rush,” ujar Eko, dikutip pada Senin (11/8/2025).
Baca Juga: Satori dan Heri Gunawan Sudah Tersangka, KPK Bidik Anggota DPR Lain Penikmat Dana CSR BI-OJK
Eko menjelaskan, pemblokiran ini hanya bersifat sementara. Dana nasabah tetap aman dan tidak hilang. Untuk mengaktifkan kembali rekening yang terblokir, nasabah cukup datang ke bank dan melakukan setoran kecil, biasanya sekitar Rp 50.000 hingga Rp 100.000.
Selain itu OJK juga telah meminta industri jasa keuangan untuk mengedukasi nasabah agar tidak khawatir.
“OJK telah mengimbau industri jasa keuangan agar menyampaikan kepada nasabah bahwa pemblokiran rekening dormant tidak berarti saldo hilang atau dana bisa digunakan pihak lain” ungkapnya.
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun juga ikut menanggapi pemblokiran rekening pasif oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dia memastikan tidak akan terjadi fenomena penarikan uang massal, meskipun kebijakan PPATK tersebut telah merugikan masyarakat luas.
"Tidak terjadi penarikan yang seperti itu, tidak akan terjadi money rush. Bank masih menjadi sebagai lembaga yang dipercaya oleh masyarakat," kata Misbakhun kepada wartawan, dikutip pada Senin (11/08/2025).
Selain itu Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana juga kembali menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menekan maraknya transaksi judi online.
Meskipun demikian, pihaknya hingga saat ini, telah membuka lebih dari 100 juta rekening atau 90% rekening yang sempat terblokir.
Bayu Aji Pamungkas (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian








