Ini 5 Saham Paling Diburu Asing, Perbankan Mendominasi

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menghijau hampir 1%, tepatnya 0,96% (72,54 poin) ke 7.605,92 pada perdagangan Senin (11/8/2025).
Searah, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,71 poin atau 0,85% ke posisi 799,59 seiring optimisme pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada September 2025.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, faktor positif pendorong penguatan IHSG antara lain berasal dari penguatan indeks bursa global di tengah ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada September 2025 mendatang.
Baca Juga: BI Perkuat Ketahanan Eksternal di Tengah Aksi Jual Asing Rp16,24 Triliun
Dari eksternal, pelaku pasar menantikan pengumuman resmi penundaan tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China yang akan diperpanjang dari batas waktu 12 Agustus 2025.
Dari AS, pelaku pasar menantikan data inflasi Consumer Price Index (CPI) dari AS periode Juli 2025, yang diperkirakan naik menjadi 2,8 persen year on year (yoy) dari sebesar 2,7 persen (yoy) pada Juni 2025.
Menariknya, di tengah tren penguatan IHSG, asing tampak aktif memburu sejumlah saham. Mengutip data Infovesta, pada perdagangan senin saham-saham BUMI, BBRI, BBCA, BBYB dan DEWA menjadi yang paling laris dibeli asing.
5 Saham Paling Diburu (Net Buy) Asing
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), 84.397.000 lembar saham
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), 62.076.300 lembar saham
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), 49.951.100 lembar saham
- PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), 46.869.200 lembar saham
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), 43.068.500 lembar saham
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










