Akurat

Transmisi Moneter Menguat, LPS Turunkan TBP Dorong Kredit dan DPK

Hefriday | 29 Juli 2025, 12:50 WIB
Transmisi Moneter Menguat, LPS Turunkan TBP Dorong Kredit dan DPK

AKURAT.CO Transmisi pelonggaran moneter di sektor keuangan kian terasa. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan tingkat bunga penjaminan (TBP) untuk simpanan dalam rupiah, sebagai langkah konkret memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penurunan suku bunga deposito dan kredit.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan penyesuaian TBP merupakan kebijakan strategis yang mempertimbangkan arah bunga pasar, kondisi perbankan, dan dinamika ekonomi nasional. Penurunan TBP sebesar 25 basis poin untuk simpanan rupiah diumumkan pada periode reguler Mei 2025.

“Kalau bunga pasar turun, TBP juga akan turun. Kita mengikuti sinyal suku bunga agar tidak mengganggu transmisi kebijakan bank sentral,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Baca Juga: LPS Sesuaikan Bunga Penjaminan Dukung Transmisi Kebijakan Moneter

TBP untuk simpanan di bank umum kini berada di level 4,00%, sedangkan untuk BPR sebesar 6,50%. Sementara itu, TBP dalam valuta asing tetap di 2,25%. Kebijakan ini akan berlaku mulai 1 Juni hingga 30 September 2025.

Langkah LPS ini dinilai mendukung kebijakan pelonggaran moneter yang telah dilakukan BI. Sejak Januari 2025, BI memangkas BI-Rate sebanyak tiga kali hingga berada di level 5,25%.

Tujuannya yaitu untuk meningkatkan konsumsi dan investasi melalui penurunan biaya pinjaman.

Efek domino dari kebijakan ini mulai terlihat pada pasar simpanan. Data LPS menunjukkan suku bunga simpanan rupiah turun terbatas di akhir Juni 2025.

Rata-rata suku bunga deposito (22 dma) turun 1 bps ke 4,15% secara month to month. Penurunan tertajam tercatat pada bank KBMI 4 yang turun 5 bps ke level 3,16%.

Di sisi lain, aktivitas transaksi di pasar uang antar bank (PUAB) meningkat signifikan. Volume transaksi harian overnight mencapai Rp13,73 triliun, tumbuh 9,34% secara bulanan.

Baca Juga: 12 Nama Lolos FPT Pertama Calon Ketua dan ADK LPS

Likuiditas yang lebih longgar mendorong bank untuk menurunkan suku bunga pinjaman secara bertahap.

“Turunnya TBP akan memperkuat insentif bagi bank untuk menyesuaikan suku bunga simpanan. Ini penting agar DPK dan kredit tumbuh sejalan dengan pemulihan ekonomi,” jelas Purbaya.

LPS juga memperkirakan tren penurunan suku bunga akan terus berlanjut pada paruh kedua 2025, baik untuk rupiah maupun valas. Hal ini seiring dengan kondisi stabilnya suku bunga global dan langkah BI menjaga stabilitas nilai tukar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi