Akurat

IHSG Cetak Rekor Tertinggi 2025, Investor Kian Optimistis

Hefriday | 26 Juli 2025, 12:40 WIB
IHSG Cetak Rekor Tertinggi 2025, Investor Kian Optimistis

AKURAT.CO Aktivitas investor di pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan di tengah berbagai tantangan ekonomi domestik dan global.

Hal ini tercermin dari capaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menyentuh titik tertingginya sepanjang tahun 2025, yakni di level 7.543,503 pada penutupan perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Jumat (25/7/2025).

Peningkatan tersebut merefleksikan optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia serta keberhasilan berbagai inisiatif strategis yang dilaksanakan oleh otoritas pasar.

Baca Juga: IHSG Nanjak 3,75 Persen dalam Sepekan

Berdasarkan data mingguan BEI yang dikutip, Sabtu (26/7/2025), IHSG tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,17% dibandingkan dengan posisi pekan sebelumnya yang berada di level 7.311,915.

Tidak hanya IHSG, kapitalisasi pasar Bursa juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, kapitalisasi pasar menyentuh angka tertinggi yakni sebesar Rp13.519 triliun, meningkat 3,37% dari Rp13.079 triliun di pekan sebelumnya.

Momentum penguatan IHSG ini juga diiringi dengan rekor baru dalam jumlah order transaksi saham di Bursa. Kenaikan ini memperkuat keyakinan bahwa minat investor, baik institusional maupun ritel, terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat peran pasar modal sebagai pilar penting pembangunan ekonomi nasional.

Aktivitas ini tidak lepas dari kerja sama erat antara BEI, regulator, pelaku pasar, serta investor dalam menciptakan ekosistem pasar modal yang inklusif, transparan, dan kompetitif.

Volume transaksi saham juga menunjukkan peningkatan positif selama periode perdagangan 21–25 Juli 2025. Rata-rata volume transaksi harian meningkat 6,40% menjadi 27,40 miliar lembar saham, dari sebelumnya 25,75 miliar lembar saham. Peningkatan ini menjadi indikator bahwa likuiditas di pasar saham semakin terjaga, memberikan kemudahan bagi investor untuk keluar masuk pasar tanpa hambatan berarti.

Baca Juga: Pelonggaran BI Rate dan Tarif Trump Warnai Pergerakan IHSG

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turut mencatat kenaikan sebesar 2,31%, menjadi 1,73 juta kali transaksi dari 1,69 juta kali transaksi pada minggu sebelumnya. Frekuensi transaksi yang terus meningkat mencerminkan dinamika perdagangan yang semakin aktif, baik dari sisi pembeli maupun penjual.

Ini sekaligus menandakan bahwa pasar modal Indonesia tetap menjadi sarana investasi yang menarik di tengah fluktuasi ekonomi global.

Namun demikian, nilai transaksi harian mengalami sedikit koreksi. Rata-rata nilai transaksi harian tercatat turun sebesar 3,19% menjadi Rp16,09 triliun dari Rp16,62 triliun pada pekan sebelumnya.

Penurunan nilai ini disinyalir sebagai bentuk aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan sebagian investor, setelah IHSG mencapai level psikologis barunya.

Dari sisi lain, aktivitas investor asing masih menunjukkan pola yang dinamis. Pada hari penutupan perdagangan Jumat (25/7/2025), investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp233,39 miliar.

Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan 2025, total nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp59,637 triliun. Meskipun demikian, partisipasi asing masih menjadi elemen penting dalam menjaga kestabilan dan kedalaman pasar modal domestik.

Keberhasilan mencetak berbagai rekor ini menjadi refleksi dari keberlanjutan reformasi dan penguatan struktur pasar yang dilakukan oleh BEI.

Sejumlah inisiatif strategis seperti peningkatan literasi dan inklusi pasar modal, transformasi digital layanan bursa, hingga kolaborasi lintas sektor, diyakini telah memberikan dampak positif terhadap persepsi investor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
A