Akurat

10 Saham Top Gainers di Tengah Reli Pasar, CDIA Memimpin

Hefriday | 20 Juli 2025, 19:49 WIB
10 Saham Top Gainers di Tengah Reli Pasar, CDIA Memimpin

AKURAT.CO Pasar saham Indonesia mengalami reli kuat selama pekan perdagangan 14–18 Juli 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan sebesar 3,75%, menembus level 7.311,9 dari posisi 7.047,4 pada pekan sebelumnya.

Lonjakan ini turut diiringi oleh penguatan sejumlah saham yang mencatatkan keuntungan fantastis.

Dikutip dari data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (20/7/2025), menunjukkan bahwa 10 saham berhasil mencetak cuan besar, dengan kenaikan harga mulai dari 52,8% hingga 143,75%. Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menjadi bintang utama, melonjak 143,75% dari Rp400 menjadi Rp975 per saham, menjadikannya top gainer pekan ini.
 
Selain CDIA, saham PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) juga mencatatkan lonjakan luar biasa sebesar 143,53% menjadi Rp565. Disusul oleh saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) yang meningkat 141,8% ke level Rp590 dan PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) yang menguat 141,12% ke Rp815.
 
 
Saham PT Argo Pantes Tbk (ARGO) tak kalah impresif dengan kenaikan 89,86% menjadi Rp1.405. Kemudian, saham PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) melonjak 84,62% menjadi Rp720 dan PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) menguat 82,31% menjadi Rp268.
 
Sementara itu, saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) naik 66,67% ke posisi Rp390. Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII), yang dikenal sebagai pemain utama di sektor pusat data, juga meningkat 62,2% menjadi Rp245.000. Menutup daftar top gainers, saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatatkan kenaikan 52,82% menjadi Rp2.850.
 
Kinerja positif IHSG juga didukung oleh meningkatnya aktivitas perdagangan di Bursa. Rata-rata nilai transaksi harian naik tajam sebesar 49,98% menjadi Rp16,62 triliun. 
 
Frekuensi transaksi harian pun meningkat 47,22% menjadi 1,69 juta kali transaksi, sementara volume transaksi naik 28,16% menjadi 20,09 miliar saham.
 
Kapitalisasi pasar bursa ikut terdongkrak, naik 5,44% menjadi Rp13.079 triliun dari Rp12.404 triliun pada pekan sebelumnya. Investor asing turut berperan dengan mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp277,31 miliar pada Jumat (18/7/2025).
 
Namun secara kumulatif, sepanjang tahun berjalan, investor asing masih membukukan jual bersih sebesar Rp59,5 triliun.
 
Di balik euforia pasar, beberapa saham justru menjadi “biang kerok” bagi kerugian para investor. Saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) memimpin daftar top losers setelah anjlok 38,03% dari Rp1.420 menjadi Rp880 per saham. Koreksi tajam ini terjadi di tengah pasar yang sedang reli.
 
Saham-saham lain yang juga masuk daftar top losers antara lain PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang jatuh 35,36% menjadi Rp585, PT MD Entertainment Tbk (FILM) melemah 26,72% menjadi Rp1.495, dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) yang turun 22,03% menjadi Rp92.
 
Disusul saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), dan PT Mitra Pack Tbk (PTMP), masing-masing terkoreksi lebih dari 15%.
 
Saham lainnya seperti PT MNC Land Tbk (KPIG), PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), dan PT Multitrend Indo Tbk (BABY) juga mencatatkan penurunan signifikan di kisaran 13–13,5%.
 
Fenomena kontras antara top gainers dan top losers ini menunjukkan bahwa dinamika pasar masih sangat fluktuatif. Kenaikan indeks secara keseluruhan belum tentu mencerminkan kinerja semua saham.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa