Kinerja Bitcoin di 2025 Ungguli Emas
Hefriday | 14 Juli 2025, 19:25 WIB

AKURAT.CO Pasar aset kripto kembali menunjukkan performa gemilang. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin (BTC) menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) dengan mencapai level USD123 ribu per koin.
Dengan pencapaian ini, Bitcoin resmi menjadi aset dengan kinerja terbaik sepanjang tahun 2025, bahkan melampaui kinerja emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai utama.
Berdasarkan data Coinmarketcap pada Senin (14/7/2025), harga Bitcoin naik 3,58% dalam sehari terakhir. Saat ini, BTC berada di kisaran USD122.050 per koin atau setara dengan Rp1,98 miliar (kurs Rp16.262). Lonjakan ini ikut mengerek kapitalisasi pasar kripto global sebesar 3,52% menjadi USD3,52 triliun.
Tak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto lain juga menunjukkan penguatan. Ethereum (ETH) naik 3,76% menjadi USD3.056 per koin. Binance Coin (BNB) naik 2,28% menjadi USD704, Dogecoin (DOGE) melonjak 5,95% ke USD0,2, XRP naik 7,4% menjadi USD2,98, dan Solana (SOL) menguat 3,64% ke level USD167.
Mengutip Coindesk, Bitcoin mencetak rekor penutupan mingguan tertinggi sepanjang sejarah di angka USD119.500, dua pekan berturut-turut. Dari sisi performa tahunan atau year-to-date (YtD), BTC telah mencatatkan penguatan sekitar 30%, sementara emas hanya tumbuh sekitar 27%.
Menurut analis dari Creative Planning, Charlie Bilello, pencapaian Bitcoin dan emas yang berada di posisi teratas sebagai aset terbaik tahun ini merupakan fenomena unik. Ia menyebut, belum pernah sebelumnya dua aset ‘non-produktif’ ini mendominasi dalam satu tahun kalender.
Namun, Bilello juga menyoroti bahwa dominasi Bitcoin dan emas ini bisa menjadi cerminan kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi global, bukan semata karena kepercayaan terhadap aset tersebut.
"Ketika Bitcoin dan emas memimpin, itu biasanya mencerminkan kecemasan pasar, bukan kepercayaan pada ekonomi riil," ujar Bilello, dikutip dari Investor.
Fenomena ini juga diinterpretasikan sebagai gangguan dalam alokasi modal global. Investor semakin menjauh dari aset-aset produktif dan memilih untuk menempatkan dananya pada safe haven seperti Bitcoin dan emas. Ini terjadi seiring tingginya suku bunga secara struktural serta memburuknya sentimen terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.
Lonjakan harga Bitcoin turut didorong oleh pengesahan undang-undang yang disebut “big beautiful bill” pada 3 Juli 2025 lalu. Sejak saat itu, harga Bitcoin sudah naik sekitar USD15 ribu. Analis menilai kondisi pasar kripto kini masuk dalam "mode krisis" karena didorong oleh kekhawatiran akan kebijakan moneter ketat, khususnya di Amerika Serikat.
Tak hanya itu, indeks dolar AS (DXY) juga mengalami penurunan drastis sebesar 11% dalam enam bulan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi, termasuk ketegangan hubungan dagang antara AS dan China, konflik militer AS-Iran, serta lonjakan defisit anggaran AS yang menembus USD316 miliar pada Mei 2025.
Situasi global ini turut memperkuat posisi Bitcoin dan emas sebagai pelindung nilai di tengah krisis. Investor besar maupun ritel kini lebih nyaman menyimpan asetnya pada instrumen yang diyakini lebih aman dan tahan guncangan ketimbang saham atau obligasi.
Sejumlah pengamat meyakini tren ini masih akan berlanjut hingga akhir tahun, terutama jika ketidakpastian geopolitik dan ekonomi terus meningkat. Terlebih, apabila bank sentral AS masih mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama, minat terhadap aset lindung nilai kemungkinan besar akan semakin kuat.
Dengan posisi saat ini, Bitcoin telah menempati posisi sebagai aset terbesar keenam di dunia berdasarkan nilai pasar. Analis memperkirakan bahwa potensi pertumbuhan BTC masih terbuka lebar, terlebih dengan meningkatnya adopsi institusional dan inovasi teknologi blockchain yang mendukung ekosistem kripto secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










